ENDE, mediantt.com – Tudingan bahwa proyek jalan nasional di wilayah IV NTT ada yang mangkrak atau terlambat akhirnya dijawab oleh Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT, Herman Rohi. Ia memastikan bahwa dari 9 paket proyek, tiga diantaranya telah 100 persen. Ia juga optimis senua proyek itu rampung pada akhir Maret 2020.

Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

“Kami optimis sembilan paket proyek yang mengalami keterlambatan akan selesai dikerjakan pada akhir Maret 2020. Tiga diantaranya telah 100 persen,” kata Herman kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/2).

Ia menandaskan lagi, “Ada 9 paket yang bekerja melewati tahun anggaran, tapi kami tetap optimis pekerjaan akan selesai, tepat waktu pada 30 Maret 2020$.

Ia menjelaakan, keterlambatan ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya kontrak kerja yang baru ditandatangani pada 27 November 2019, pelaksanaan Pilkades, sosialisasi pembebasan lahan dan faktor cuaca.

Selain itu, sebut dia, keterlambatan ini juga disebabkan penandatangan kontrak yang baru dilakukan pada 27 November 2019. Padahal sesuai ketentuan, lama kontrak 120 hari kalender, namun kontraktor menyanggupi untuk menuntaskan proyek itu.

Akibat keterlambatan ini, lanjut dia, pihaknya memberikan kompensasi kepada kontraktor untuk tuntaskan proyek itu selama 90 hari kalender atau hingga akhir Maret 2020. “Masih ada tersisa 35 hari kalender untuk menuntaskan proyek itu,” kata putra Sabu ini.

Ia juga menyebutkan, ruas jalan yang masih dalam proses percepatan pengerjaan, adalah Gako-Agela dan Ende-Detusoko. Paling berat pekerjaan mulai dari dasarnya. Apalagi untuk ruas jalan Ende-Detusoko, masalah tanah labil, dan genangan air yang cukup tinggi, sehingga cukup makan waktu.

“Progres pekerjaan ruas jalan Ende- Detusoko sudah mencapai 13 persen,” katanya.

Namun, ada niat baik dari kontraktor untuk tuntaskan proyek ini. Hal itu dibuktikan dengan didatangkan tenaga kerja dari luar daerah. Jika dalam sehari 300-400 meter, maka diyakini proyek itu akan selesai.

“Niat dari kontraktor untuk tuntaskan proyek ini masih tinggi, buktinya mereka datangkan tenaga kerja dari luar daerah,” ujarnya.

Dari sembilan proyek yang mengalami keterlambatan, tiga paket yang sudah selesai dikerjakan, sisanya akan diselesikan pada Maret 2020. “Kami berharap pada minggu ketiga dan empat sudah selesai,” katanya.

Semenatara PPK Aegela-Gako, Donatus Nelo mengatakan progres pekerjaan untuk ruas jalan Aegela-Gako di Nagekeo telah mencapai 55 persen, tersisa pengerjaan bahu jalan dan pengaspalan. “Masih kurang hanya bahu jalan dan aspal,” katanya.

Jika pengaspalan proyek jalan sepanjang 3,9 Km itu dilakukan selama 10 hari kerja dengan peehitungan 300 ton per hari, maka progres bisa melejit hingga 81 persen. “Semoga tidak kendala lagi, sehingga 30 Maret 2020 sudah selesai,” katanya. (*/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of