KUPANG, MEDIANTT.COM – Rabu (19/2) kemarin, Panitia Pesparani Nasional II di Kupang, tahun 2020, mendapat tamu kehormatan dari Tim LP3KD Papua Barat. Papua Barat memastikan bakal datang dalam jumlah besar atau full tim sekitar 700 peserta.

“Target kita bukan jadi juara, tapi kami 700 orang wakil dari 13 kabupaten di Papua Barat mau hadir di Kupang untuk bertemu saudara kami sesama Melanesia untuk berpesta dan nanyi bergembira bersama,” kata Ketua LP3K Kabupaten Kaimana, Martinus Furima, SH.

Seperti dilaporkan, Tim dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua Barat menemui Panitia Pesparani Nasional II tahun 2020 di Sekretariat Pesparani, Gedung FKUB Jalan El Tari Kupang, Rabu, (18/2).

Kehadiran Tim ini dipimpin Ketua LP3KD Propinsi Papua Barat, Dr. Robert K.Hammar, SH,MH,MM. Turut mendampingi Ketua Penasehat LP3KD Propinsi Papua Barat, Abia Ulu, Ketua LP3K kabupaten Kaimana, Martinus Furima,SH, Ketua I, Dr. Abraham Yumte, ,S.Ag, S,Th serta Penasehat yang adalah Ketua Peguyuban Flobamora Propinsi Papau Barat Clinton Tallo serta 2 staf media

Mereka diterima oleh Ketua LP3KD Provinsi NTT, Frans Salem, SH, M.Hum dan Panitia Pesparani 2020 yakni Sekretaris Umum Panitia Jacobus Kleden bersama John Dekresano, Karolus Buang lera Hali Lanan Elias, Elias Djoka, Remus Fernandes, Staf Sekretariat dan Sekretaris Bidang Promosi dan Publikasi, Fidelis Nogor

Maksud dari kehadiran Tim LP3KD Proprinsi untuk berkoordinasi dengan Ketua LP3KD NTT Frans Salem dan Panitia Pesparani 2020 terkait kesiapan Kupang sebagai Tuan Rumah Pesparani Tingkat Nasional tahun 2020.

Kepada Delegasi dari Propinsi Papua Barat, Frans Salem menjelaskandaerah dengan mayoritas penduduk Kristen terbesar di Indonesia, Propinsi NTT sangat berterimakasih karena dipercayakan KWI sebagai Tuan Rumah Pesparani Tingkat Nasional tahun 2020 yang akan digelar pada 28 Oktober-1 Nopember 2020.

Menurut dia, meski bernuansa rohani gerejawi Katolik, Pesparani Tingkat Propinsi NTT dan Tingkat Nasional menjadi ajang meningkatkan silaturahmi dan persudaraan nasional. “Untuk itulah event Pesparani bukan hanya milik umat katolik tetapi milik semua umat lintas agama, gereja, pemerintah dan wakil rakyat di DPRD,” kata mantan Sekda NTT ini.

Untuk menyukseskan Pesparani Nasional bertema “Mewudujkan Persaudaraan Sejati Untuk Indonesia Maju” itu, maka sebagai propinsi yang ramah dengan tagline Nusa Terindah Toleransi, Gubernur Viktor Laiskodat telah menunjuk Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) NTT Haji Jamaludin Ahmad sebagai Ketua Umum Panitia Pesparani Nasional dibantu oleh Ketua Panitia Sinun Petrus Manuk, Sekretaris Jacobus Kleden serta jajaran panitia yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh agama, umat lintas agama, tokoh politik dan masyarakat luas termasuk pers.

Ada beberapa langkah persiapan yang telah dilakukan Tim LP3KD Propinsi NTT dengan Panitia Propinsi yakni beraudiensi dengan Gubernur NTT, Uskup Agung Kupang, Kapolda dan Danrem, bertemu Komisi VIII DPR RI, Menteri Agama dan Wakil Preisden K.H. Ma’aruf Amin pada awal Februari 2020.

Selaku tuan rumah, jelas Salem, Gubernur NTT sudah menyurati Presiden Joko Widodo untuk membuka Pesparani Tingkat Nasional di Kupang pada 28 Oktober 2020 dan Wakil Presiden K.H.Ma’aruf Amin untuk menutup even itu pada 1 Nopember 2020.

Saat ini, kata Frans, panitia juga telah meluncurkan Sayembara Logo dan Mars Pesparani Nasional 2020, mempersiapkan Stadion Oepoi dan GOR Oepoi untuk pembukaan dan penutupan Pesparani, persiapan venue lomba di Gereja GMIT Paulus Kupang, Gereja Katolik St. Maria Asumpta, Aula El Tari, dan Taman Doa Oebelo untuk persiapan Temu Orang Muda Katolik (OMK) Nusantara.

Selain itu, lanjut dia, panitia juga telah berkordinasi dengan Pemkot Kupang untuk penataan kota dan pembenahan destinasi wisata, persiapan hotel dan akomodasi lainnya untuk mernyambut tamu yang diperkirakan mencapai 12.000 orang.

Kegiatan Penunjang

Frans Salem juga menjelaskan, panitia telah merancang beberapa kegiatan penunjang antara lain Parade Kebhinekaan dari Gedung Sasando Kantor Gubernur menuju Stadion Oepoi, ada Festival Sarung Nusantara melibatkan 30.000 peserta dan Menyanyikan Lagu ‘Haleluya Hendel’ secara massal 20.000 orang untuk memecahkan Rekor MURI, menggelar malam Milenial OMK di Oebelo sebagai ajang pertemuan orang muda se Indonesia, Pameran Ekspo Nusantara, Panggung hiburan/ kesenian mural.

Nah, untuk semua rencana kegaitan ini panitia membutuhkan dana kurang lebih Rp 70 miliar untuk membiayai akomodasi, konsumsi dan trasportasi lokal 12.000 peserta dan tamu undangan, penataan venue lomba dan juga beberapa fasilitas lain untuk menyukseskan event akbar itu.

Hadir 700 Orang

Ketua LP3KD Papua Barat, Dr. Robert K. Hammar, SH, MH, MM, memberi apresiasi dan dukungan terhadap Ketua LP3KD NTT dan Panitia Nasional dari propinsi NTT yang telah bekerja keras menyukseskan event itu.

“Bagi kami, datang ke NTT adalah sebuah kehormatan karena bertemu sesama saudara serumpun Melanesia dan tentu adalah sebagai sesama saudara dalam Tuhan. Selama ini kami hanya bisa melihat NTT dalam pemberitaan media namun lewat event Pesparani Nasional 2020, sesama saudara dari Papua Barat dan Papua akan datang full tim dan mengikuti semua (13) mata lomba yang dipertandingkan,” tegas Robert.

Dikatakan, meski total peserta yang mengikuti lomba hanya 260 orang namun dipastikan mereka akan datang lengkap dengan panitia pendamping dan kelompok penggembira sekitar 700 orang.

Bahkan Rombongan dari Papua Barat akan dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Uskup Sorong- Monokwari Mgr. Datus Hilarion Lega,Pr bersama 15 pastor, Sekda Papua Barat Nathaniel Mandacan dan juga lagi berkordinasi dengan Ketua DPRD Papua Barat, Pangdam, Kapolda dan beberapa petinggi lintas agama.

Mengingat jarak dan pertimbangan biaya transportasi, maka rombongan Pesparani Papua Barat berjumlah 700 orang itu berencana mencarter langsung pesawat dari Monokwari, Papua Barat ke Kota Kupang, saat itu.

Doktor Robert yang adalah Kepala Biro Hukum Setda Papua Barat itu juga menyatakan kesanggupan Tim Papua Barat untuk berpartisipasi mengenakan pakaian adat Papua Barat dalam Festival Tenun Nusantara, mengikuti Parade dan Ekspo juga kesiapan bernyanyi Haleluya Handel serta melibatkan OMK Papua Barat dalam forum temu milenial Orang Muda Katolik Nusantara dan berbagai kegiatan yang dirancang panitia.

Ketua LP3K Kabupaten Kaimana, Martinus Furima, SH menambahkan, Papua Barat siap menyumbangkan fasilitas bel terbaik untuk peserta lomba yang sudah didesain khusus untuk sebuah perlombaan kelas nasional.

Sementara Pdt. Abraham, S,Th menyampaikan kesan luar biasa bagi NTT yang baru pertama kali dikunjungi. “Senang bisa datang ke NTT. Bangga Ketua Flombamora di Kabupaten Kaimana dan Papua pernah memakaikan kami topi khas NTT dan jadi motivasi untuk datang di Kupang. Di Papua Barat katanya antar gereja katolik dan protestan bersatu membangun persaudaraan sejati melalui event-event rohani dengan membentuk pengurus dan panitia bersama,” katanya.

Turut hadir dalam Kunjungan Delegasi Pesparani Papua Barat kali ini yakni 2 Putra NTT. Pertama Pembina LP3KD Papua Barat Abia Ulu, seorang putra Alor yang kini menjabat Kepala Badan Keuangan Propinsi Papua Barat dan juda Ketua Peguyuban Flobamora di Papua Barat Clinton Tallo kelahiran Rote Ndao

Bagi keduanya, sebagai warga Papua kelahiran NTT, mereka siap mendukung terpilihnya NTT sebagai Tuan Rumah pegaleran Pesparani Tingkat Nasional. (fidel/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of