Maumere, mediantt.com – Para Wartawan yang bertugas di Kabupaten Sikka, NTT, yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) merayakan Tiga Hari spesial yakni Hari Pers Nasional, Hari Ulang Tahun ke-4 AWAS dan Valentine Day bersama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere, Jumad 14 Februari 2020.

Kehadiran para wartawan disambut hangat dan penuh nuansa persaudaraan oleh pimpinan panti Suster Lucia, CIJ, didampingi Suster Hilde, CIJ, koordinator program panti Dion Ngeta, 25 tenaga perawat dan psikologi serta 124 pasien.

“Kami merasa sangat bergembira karena hari ini merupakan hari spesial buat kami di panti. Kehadiran wartawan sebagai nabi untuk mewartakan secara langsung segala sesuatu yang dilihat di panti ini bagaimana kongregasi suster CIJ berusaha secara maksimal “menjinakkan” ODGJ,” demikian sapaan awal Koordinator Program Dion Ngeta.

Dion membeberkan di Panti yang terdiri dari 117 pasien wanita dan 7 laki-laki melewati tahapan pendampingan dan penyembuhan berupa terapi psikospiritual dalam hal ini novena dan misa, terapi psikologi yang terdiri dari terapi perilaku, terapi musik, terapi motorik kasar seperti senam dan olahraga, terapi bicara, terapi motorik halus dan juga pendekatan medis dari perawat Puskesmas Kopeta Maumere lewat visitasi memeriksa kondisi kesehatan pasien dan pendekatan sosial.

“Tidak mudah menangani ODGJ. Butuh kesabaran dan pelayanan dengan hati karena mereka bukan dari planet lain mereka adalah ciptaan Tuhan yang punya harkat dan martabatnya,” tandas putra Bajawa ini.

Sekretaris AWAS Vicky da Gomez, mengatakan, kehadiran di panti ini bagian program Awas merayakan tiga hari spesial HPN, Hari Ulang Tahun Awas ke 4 dan Valentine Day. “Tanggal 9 Pebruari 2020 lalu, Awas berbagi kasih dengan anak- anak berkebutuhan khusus panti Alma,” ujarnya.

Bingkisan yang dibawa tidak bisa diukur dengan nilai. Berangkat dari kekurangan kami mau melatih diri menjadi orang berkelebihan. Lebih dari itu di panti ini kami para wartawan mau belajar jurus-jurus jitu yang dilakukan para suster dan para pendamping bagaimana mendamping ODGJ yang dinilai sampah masyarakat kembali sembuh dan harkat dan martabatnya sebagai manusia diakui masyarakat, ” ungkap wartawan Suara Sikka.com ini.

Pimpinan Panti Suster Lucia CIY ketika memberikan sambutan tak kuat menahan air mata. “Saya menyadari bahwa profesi wartawan bukanlah profesi yang memiliki uang. Tapi dengan bantuan yang diberikan ini bukti bahwa wartawan tidak membiarkan kami berjalan sendirian dan ada perhatian yang tulus,” kata Suster meneteskan air mata.

Suster Lucia juga menjelaskan, panti ini didirikan tanggal 26 Januari 2004, 16 tahun silam. Dalam rentangan waktu ini 293 orang dinyatakan sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Sedangkan 8 orang yang sudah sembuh kembali
mengabdi di panti ini dengan diberi gaji selayaknya.

Ketua Yayasan Bina Daya St.Vincentius Cabang Sikka ini berprinsip tidak akan menolak pasien yang diantar keluarga ke panti Sta. Dymphna. “Sepeserpun kami tidak minta biaya dari orang tua. Prinsipnya kekurangan uang di panti akan digenapi oleh Tuhan lewat uluran tangan kasih sesama, ” ujar penulis buku Mutiara Sampah ini. (ven/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of