Walikota Jefri Gelar Pers Gathering, Beberkan Capaian Kinerja 2019

by -15 views

KUPANG – Dalam spirit Ayo Berubah menuju Kupang Smar5 City, Walikota Dr Jefri Riwu Kore telah bekerja keras memajukan Kota berjulukan Kasih ini. Ada berbagai capaian yang sudah terlihat jelas dan ada rencana besar yang akan dibuat tahun 2020 demi memperindah wajah ibukota Provinsi NTT ini. Karena itu, Jumat (19/12), Walikota menggelar Pres Gathering akhir tahun 2019 dengan agenda membeberkan semua capaian kerja selama tiga tahun memimpin, terutama progres tahun 2019.

“Saya menjabat sebagai Wali Kota Kupang mendekati tiga tahun pada Agustus nanti, namun perlu disampaikan hingga tahun ini, kami sudah membuat sejumlah perubahan besar,” beber Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat Pers Gathering berjudul “Evaluasi Program dan Kebijakan Pemerintah Kota Kupang 2019”.

Ia menjelaskan, program-program yang sudah dijalankan berkaitan dengan infrastruktur jalan dan lampu-lampu. Adapun beberapa penataan taman yakni taman Adipura, Patung Kasih, Patung Tirosa, taman Generasi Penerus, Patung Sonbai, dan taman Inaboi, pembangunan alun-alun kota.

Ada juga penambahan lampu jalan dan lampu hias serta perluasan jaringan lampu sebanyak seribu titik lampu, membantu 10 ribu kacamata bagi masyarakat, 58 ribu pasang seragam gratis bagi anak sekolah, menyediakan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 17.130 dengan
bantuan dana pusat dan 3 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan anggaran daerah, realisasi dana Pemberdayaan Masyarakat (PEM) sebesar Rp99 milliar, serta roadmap smart city dan pemasangan 167 titik
hotspot yang tersebar di seluruh Kota Kupang.

“Memang smart city adalah bagian terpenting yang terus kami fokuskan dalam penataan dan akan berlanjut di tahun 2020 yang akan datang, tujuannya memberi kemudahan pelayanan publik bagi warga berbasis internet,” terang Jefri.

Keberhasilan lainnya, lanjut Jefri, yakni kampanye Gerakan Kupang Hijau yakni membuang sampah pada tempatnya, menanam air dan menanam pohon sebanyak 3,5 ribu pohon dengan berbagai jenis di antaranya pohon Sepe, Kelor, Trambesi, Ketapang Kencana dan pohon Angsana, dan Kota Kupang mendapatkan sertifikasi manajemen mutu yakni sertifikasi ISO guna pemberian layanan publik berstandar.

Untuk tahun 2020, sebut Jefri, akan dibangun lagi enam taman kota dengan bantuan dana dari pusat. Juga melanjutkan pekerjaan trotoar. “Untuk tahun 2020 akan kita bangun lagi 6 taman. Dananya sudah ada bahkan grand desainnya pun sudah ada,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Dirut PDAM Baru

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga mengumumkan nama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Bening yang baru yakni Johanes Silvester Otemoesoe atau yang akrab disapa Johny Ottemoesoe.

Mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang ini mengisi kursi Direktur yang lowong selama dua tahun terakhir. “Direktur PDAM adalah Pak Joni Oetemoesoe,” katanya.

Johny Ottemoesoe merupakan mantan Direktur PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Ia dipilih dari tiga kandidat yang diusulkan panitia seleksi. Tiga nama yang diusul kepad wali kota adalah Tris Talahatu dan Erasmus Djogo. Ketiganya sudah melalui seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, termasuk ujian tulis dan presentasi makalah tentang rencana bisnis.

Plt. Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata menyampaikan pelantikan Direktur PDAM dilaksanakan usai libur Natal dan Tahun Baru. “Nanti saya akan agendakan waktunya beliau. Paling tidak mungkin setelah masuk, karena pelantikan belum bisa dilaksanakan saat libur,” katanya.

Elly-sapaan karib Plt. Sekda, mengatakan direktur yang baru harus memecahkan persoalan air bersih yang dihadapi Kota Kupang saat ini. Termasuk harus menyukseskan master plan pembangunan infrastruktur air bersih saat ini. “Perlu menjalankan tugas perusahaan dengan terkoordinasi dan mampu menghadirkan tambahan pengelolaan sumber air baku yang ada,” kata Elly.

Ia menambahkan, Pemkot memberikan kesempatan bagi Johny, apabila ingin melakukan rehab dalam sistem di PDAM, harus mengacu pada Perda yang ada. Pasalnya PDAM Kota Kupang memiliki satu direktur saja karena sambungan rumah (SR) belum mencapai 30.000. Inilah tantangan yang dihadapi direktur baru.

“Kalau dia bisa meningkatkan sampai target itu maka sudah harus ada tiga direktur yang akan membantu. Nah itu dia sudah harus, sebuah kota dengan SR hanya 12.000 kurang dari 20.000, saya tantang dia apakah bisa melakukan perluasan menjadi 30.000 supaya wibawa bisa menjadi naik, dengan tiga direktur yang ada nanti,” pungkas Elly. (*/jdz)

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments