Besok Diskusi Akhir Tahun BMPS, Romo Darmin: Perlu Selaraskan Kebijakan Mendikbud

by -42 views

KUPANG – Selasa (17/12) besok, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT menggelar seminar bertajuk diskusi akhir tahun dengan tema “Evaluasi 2019 dan Proyeksi Pembangunan Pendidikan NTT Tahun 2020”. Informasi tersebut disampaikan Ketua BMPS NTT Winston Neil Rondo usai rapat bersama panitia pelaksana, di Kantor DPD RI NTT. Senin, (16/12/2019). Diskusi ini kerja sama BMPS NTT dan kantor DPD RI provinsi NTT.

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini mengatakan, event ini akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan 200 peserta dari para Praktisi Pendidikan dari berbagai Sekolah yang ada di tanah Flobamora ini, dengan tujuan dapat memberikan rekomendasi berdasarkan evaluasi pembangunan pendidikan di tahun 2019. Juga tentang harapan terkait hal penting yang harus dilaksanakan oleh pemangku kepentingan demi terlaksananya pendidikan pada tahun 2020 yang lebih baik.

“Jadi ini menjadi tradisi BMPS NTT untuk membangun pendidikaan NTT dengan harapan bisa bersama-sama dengan pemangku kepentingan merumuskan langkah strategis dengan mendengar langsung suara dari bawah. Jadi kami akan undang seluruh komponen pendidikan, para aktivis pendidikan NTT, kepala sekolah. Suara mereka bisa didengarkan oleh pengambil kebijakan. Kita harus sanggup membangun pendidikan NTT yang memanusiakan manusia, harus ada kesetaraan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Jadi itu semangat kami,” jelas dia.

Mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT ini menambahkan, kegiatan tersebut adalah agenda tahunan yang sudah menjadi prioritas BMPS NTT. Diskusi tahun ini diupayakan mendapatkan rekomendasi demi terlaksananya pembangunan pendidikan NTT untuk mewujudkan NTT Bangkit dan Sejahtera yang dipelopori oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Selaraskan

Sementara itu, Sekjen BMPS Pusat Romo Darmin Mbula mengapresiasi BMPS NTT yang telah menggerakan seluruh praktisi pendidikan swasta, Pemprov dan DPRD agar secara bersama bisa brdiskusi terkait dengan proses pengembangan pendidikan, dalam gebrakan revolusioner dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Dimana perlu adanya pembangunan paradigma baru dalam proses pendidikan dengan membentuk genersi yang mempu berkomunikasi bersama dengan perkembangan teknologi menuju pada era 4.0.

“Yaitu supaya pendidikan itu membuat orang bisa benar-benar hidup, punya kehidupan dan punya penghidupan, dengan dasar bahwa dia harus menguasai bahasa, bahasa Inggris ataupun salah satu bahasa Asing untuk bisa berkomunikasi, serta bisa menggunakan, memakai, memanfaatkan kemajuan teknologi 4.0 ini, maka bukan belajar teknologinya tatapi cara berpikirnya, yang disebut dengan cara berpikir competition Thingking, dan itu yang bisa membuat kita beradaptasi dengan perubahan begitu cepat dan tidak pasti,” katanya.

Ia menambahkan, situasi pendidikan pada masa saat ini, dengan berbagai kecepatan, ketidakpastian, kompleks, dan penuh kebimbangan, maka sudah harus anak-anak didik atau generasi dilatih agar bisa berpikir, bernalar dengan baik, berkomunikasi entah menggunakan bahasa ibu, nasional dan global, dengan tujuan dapat menyikapi cara berpikir teknologi.

Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik ini pun mengatakan, perlu sekali menyikapi kebijakan baru dari Mendikbud Nadiem tersebut, dengan mengkonsepkan dan bergerak bersama guna meningkatkan peringkat pendidikan dari urutan 32 ke peringkat terbaik, sehingga terwujud selarasnya konsep Pemerintah dalm membangkitkan dan mensejahterakan rakyatnya kedepan.

“Nah oleh karena itu, menurut saya apa yang dibuat oleh BMPS Provinsi Nusa Tenggara Timur itu On The Track, pada jalan untuk betul-betul berkolaborasi, maka harapan saya pemerintah bekerja sama dan mendukung betul sekolah-sekolah swasta, karena dari data yang ada, pendidikan tingkat SD itu paling banyak diurus oleh Swasta, harpan saya adalah dengan pertemuan ini, kita mulai membangun dasar ini, SD, SMP, dan SMA/SMK,” pungkas Rm Darmin. (jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments