KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para pedagang untuk tidak menaikkan harga bahan pokok secara sepihak. “Saya harapkan kepada para pedagang, kalau stoknya cukup; jangan naikkan harga secara sepihak. Karena akan merugikan konsumen dan merusak harga di pasar,” tandas Gubernur VBL melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Ir. Semuel Rebo di sela-sela kunjungan di Pasar Inpres Naikoten Kupang, Selasa (12/11/2019).

Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, dalam siaran persnya, menjelaskan,
kunjungan ke Pasar Inpres, Pasar Oeba, distributor beras di Kelurahan Alak, gudang Bulog NTT dan PT Pelindo III Kupang itu, dimaksudkan untuk melaksanakan program kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT dan sebagai pelaksanaan dari peran TPID terkait upaya stabilisasi pangan dan pengendalian inflasi di Provinsi NTT menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan akhir tahun 2019.

Karena itu, lanjut Semuel Rebo, kunjungan ke berbagai pasar di Kota Kupang bertujuan untuk mendeteksi dan antisipasi secara dini. Sehingga pemerintah dapat mengintervensi dan melakukan langkah-langkah nyata agar masyarakat tidak terganggu dengan informasi soal kenaikan harga-harga.

“Mintalah informasi kepada pihak berwenang agar informasi yang diperoleh masyarakat juga benar adanya,” tandas mantan Kadis Peternakan NTT ini.

Usai Pasar Kasih Naikoten, tim gabungan bergerak menuju Pasar Oeba. Hampir tidak ada perbedaan harga antara Pasar Inpres dengan Pasar Oeba. Misalnya harga bawah merah sekilo Rp 15.000,.bawang putih sekilo Rp 35.000,. harga daging sapi sekilo Rp 90.000,. dan sejumlah komoditi lainnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa komoditi utama yang menyumbang andil inflasi di Kota Kupang antara lain naiknya harga ikan kembung, daun singkong, bunga pepaya, wortel, apel, kayu balokan, kembang kol, ikan tongkol, semen dan jagung manis. Sedangkan komoditi utama yang menghambat inflasi di Kota Kupang antara lain turunnya harga ikan tembang, teri basah, cabai rawit, ikan kakap merah, daging ayam ras, bawang merah, tomat, sayur bayam, telur ayam ras dan cabai merah.

Sedangkan terkait stok beras, Eko Pranoto menuturkan, pihaknya menjamin stok beras tersedia untuk beberapa bulan ke depan. “Untuk stok beras, cukup dan aman sampai beberapa bulan ke depan,” kata Eko Pranoto kepada pers di gudang Bulog Kelurahan Alak Kota Kupang.

Turut hadir Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si., Kepala Perum Bulog Divisi Regional NTT, Eko Pranoto; Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Ruth W. Eka Trisilowati; Satgas Pangan Polda NTT dan sejumlah pimpinan OPD terkait. (hms/jdz)