KUPANG, mediantt.com – Jumat (2/8), Otoritas Jasa Keungan (OJK) NTT mengajar anggota UPP wanita GMIT di Kota Kupang, terutama untuk mengetahui secara jelas investasi bodong. Sebab, perempuan adalah pemegang kuasa penuh keuangan keluarga.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk “OJK Mengajar” tentang cara cerdas mengelolah keuangan dan waspada investasi ilegal, yang dilaksanakan di Kantor OJK NTT, Jumat (2/8).

Wakil Kepala OJK NTT, I Wayan Sadnyana mengatakan, kegiatan lebih ditujukan kepada ibu-ibu, karena ibu-ibu sebagai penguasa penuh atas keuangan keluarga masing-masing. Di mana memiliki tugas sebagai pengelolah keuangan bukanlah tugas yang mudah. Sebab, salah dalam pengelolaan keuangan bisa berdampak sangat fatal.

“Bayangkan ibu-ibu salah memilih investasi dan terjebak penawaran investasi ilegal, maka akan berpengaruh pada keuangan keluarga,” katanya.

Karena itu, ia menghimbau kepada ibu sebelum memutuskan untuk memilih menggunakan produk keuangan atau investasi, maka yang perlu diketahui secara jelas melakukan analisa 2L terlebih dahulu yakni, Legal dan Logis.

Legal yakni memastikan dan mengenali perusahan tersebut, dan Logis yakni penawaran bunga atau keuntungan masuk akal.

“Melalui kegiatan ini kiranya para ibu UPP Wanita GMIT sebagai perpanjangan tangan OJK untuk menyampaikan informasi baik kepada keluarga maupun masyarakat sekitar serta para jemaat dari gereja masing-masing,” harapnya.

Selaon dari OJK, pemateri juga dari PT. Bank BRI Cabang Kota Kupang, dan PT. Permodalan Nasional Mandani area Kupang.

“Lalau memang ibu-ibu pernah menerima penawaran investasi yang mencurigakan, maka ibu-ibu dapat mengecek legalitas perusahan/jasa keuangan itu melalui call center OJK di 157 atau pada website di ‘sikapiuangmu.ojk.go.id’,” katanya.

Selain itu, ibu-ibu juga bisa mengakses OJK melalui Watshapp dengan nomor 081-157- 157-157. (jdz)