Victory-Joss Pastikan Tunjangan Kesra ASN dan Guru Tak Diganggu

by -159 views

ENDE – Kekhasatiran Aparat Sipil Negara (ASN) dan guru akan nasib tunjangan Kesra yang bakal diutak-atik, ternyata tidak benar. Sebab, Cawagub Josef Nae Soi memastikan bahwa hak ASN dan guru itu tidak akan diganggu-gugat.

“Hak ASN dan para guru khususnya guru SMA dan SMK berupa tunjangan kesejahteraan rakyat (Kesra) harus tetap dipertahankan bahkan dinaikkan. ASN harus mendapat perhatian yang baik agar tugas pelayanan mereka kepada masyarakat bisa lebih baik. Itu juga untuk mencegah tindakan tercelah seperti korupsi. Kalau kami pertahankan bahkan tingkatkan tunjangan Kesra itu, maka ASN jangan coba-coba korupsi uang daerah atau uang negara,” kata Nae Soi saat berkampanye di tiga titik kampanye di Kabupaten Ende, Rabu (21/2).

Tiga titik kampanye di Ende itu yakni pertama di Desa Saga, Kecamatan Detusoko. Kedua di Peibenga, Desa Nggumbelaka Kecamatan Lepembusu Kelisoko, dan ketiga di Ddsa Mautenda, Kecamatan Wewaria.

Nae Soi mengakui, ada informasi yang dia dengar bahwa guru-guru SMA dan SMK yang kini dialihkan ke provinsi sudah tidak lagi menerima tunjangan kesra.
“Jika informasi itu benar, kami pertanyakan itu. Kalau sekarang itu hilang, kami minta para ASN dan guru tidak perlu ragu memilih Victory-Joss, karena kami akan tetap mempertahankan tunjangan kesra itu dan akan ditingkatkan jika itu memungkinkan,” tegasnya.

Dihadapan ratusan massa di tiga titik kampanye dialogis itu, Nae Soi selalu menekankan bahwa dia dan Viktor Laiskodat terpanggil oleh Allah, arwah alam NTT untuk kembali mengabdi. Kondisi daerah ini yang masih berkutat pada urutan ketiga provinsi termiskin di Indonesia dan urutan keempat provinsi terkorup harus segera diperbaiki.

“Kami memang mau kembali untuk membangun daerah ini. Kalau mau cari uang bukan di sini tempatnya. Kami sudah memiliki semuanya karena itu kami mau kembali bersama bapa dan mama sekalian untuk kita bangun daerah ini. Kita berantas kemiskinan, kita usir setan-setan yang suka mencuri uang daerah ini. Kita perbaiki semuanya untuk menjadikan daerah ini sejajar dengan provinsi lainnya,” tegasnya.

Butuh Pemimpin ‘Gila’

Sementara itu, di Desa Paga Kecamatan Detusoko, Ende, mantan Anggota DPRD NTT tiga periode dari Fraksi PDIP, Kristo Blasin menegaskan, NTT membutuhkan pemimpin “gila” agar segera membebaskan daerah ini dari berbagai stigma buruk yang disandang daerah ini.

Menurut Blasin, dia telah menyimak dengan saksama visi, misi dan program Victory-Joss dan dia menemukan ada program-program sangat cerdas yang akan dilakukan untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik. Apalagi keduanya memilki kemampuan yang tidak diragukan lagi.

“Keduanya memiliki kemapuan yang sangat besar. Mereka memiliki relasi yang sangat luas, karena itu saya yakin mereka akan mampu dalam waktu yang tidak terlalu lama sanggup mengeluarkan NTT dari kemiskinan dan kebodohan. Mereka memang sudah selesai dengan diri mereka sendiri, karena itu mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk membangun NTT,” tegas kader tulen PDIP yang mendukung Victory-Joss karen didepan PDIP.

Hal yang sama juga ditegaskan Kristo saat kampanye di Peibenga, Desa Nggumbelaka, Kecamatan Lepembusu Kelisoko. Dia terus menyatakan bahwa kedua figur ini adalah figur “gila” dengan ide-ide gila untuk melakukan perecepatan pembangunan NTT.

“Kalau mereka ingin membangun daerah ini dengan berbagai program yang pasti, didukung dengan kemampuan dan relasi yang sangat luas, lalu kenapa masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Ende tidak memberikan kepercayaan ini kepada kedua orang baik ini menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT? Kita rugi kalau tidak memilih mereka karena mereka itu sudah mapan secara ekonomi dan tidak akan pernah mencuri uang kecil dari daerah ini,” tandas Kristo. (tim media/jdz)