Pertanyakan Sebuah Ormas, Walikota Jefri Tak Mau Diatur

by -192 views

Kupang, mediantt.com – Walikota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore, memberi apresiasi kepada LSM atau Organiasi Masyarakat (Ormas), yang memperjuangkan aspirasi rakyat, termasuk perjuangan terhadap nasib 90 ribu warga Kota Kupang peserta BPJS, yang telah diputus oleh BPJS Kesehatan. Namun Walikota Jefri mengaku sangat kecewa dengan salah salah satu Ormas yang bertemu dirinya untuk memperjuangkan nasib warga Kota Kupang. Tapi menuntut agar Walikota harus mengambil siap tegas terhadap masalah pribadi advokasi mereka.

“Saya sangat apresiatif terhadap LSM dan Ormas yang ingin membantu pemerintah. Tetapi saya sangat kecewa dengan salah satu organisasi massa di Kota Kupang, saat diajak untuk sama-sama memperjuangkan 90.000 warga Kota Kupang Pengguna BPJS yang ditutup akses kesehatannya di RS Siloam karena BPJS memutuskan Hubungan dengan RS Siloam, mereka menganggap tidak penting. Malah ingin ngatur-ngatur lagi. Saya tidak peduli. Sebagai Walikota, saya pikir masalah rakyat, tidak bisa diatur-atur,” tegas Walikota Jefri kepada wartawan, Sabtu (17/2).

Walikota pertama di Kota Kupang yang menolak penghargaan abal-abal dari satu universitas terkemuka di Indonesia ini, mengatakan, LSM atau Ormas tersebut ketika 90.000 warga Kota Kupang yang dirugikan oleh RS Siloam Kupang karena memutuskan hubungan kerjasama dengan BPJS, organisasi yang katanya lantang memperjuangkan aspirasi masyarakat, ternyata hanya ada beberapa LSM yang berjuang.

“Kalau tidak salah mereka adalah kawan-kawan yang ada Rumah Perempuan, PIAR NTT, IRGSC, bahkan organisasi seperti KPA NTT, dan GEMA NTT. Mereka masih berkoordinasi kepada saya melalui rumah aspirasi,” sebut Walikota yang populer dengan sapaan Jeriko ini.

Walikota Jerfri juga mengklarifikasi bahwa ada upaya memecah konflik antara Pemkot dan LSM-LSM di Kota Kupang. Padahal, Rumah Aspirasi Jeriko Center saja, isinya adalah orang-orang LSM semua.

“Jadi salah jika ada media yang katakan saya pertanyakan LSM-LSM yang ada. Yang saya pertanyakan adalah dimana organisasi-organisasi yang katanya lantang memperjuangkan aspirasi rakyat. Jangan organisasi muncul hanya kritik pemerintah pada hal-hal yang bukan prioritas publik, tetapi ketika pemerintah sedang memperjuangkan nasib orang banyak, mereka hanya urus advokasi masalah pribadi mereka,” kritik balik Walikota.

Walikota Jefri juga mengakui sudah memperjuangkan masalah BPJS Kota Kupang ini ke BPJS Pusat. “Saya sudah melapor ke BPJS Pusat,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya tidak mengerti mengapa RS Siloam memutus hubungan dengan BPJS. “BPJS bilang, ini karena ada masalah dengan RS. Saya bilang, kalau ada masalah dengan rumah sakit, anda gugat rumah sakitnya bukan menyusahkan kita punya saudara orang Kupang, yang 90 ribu orang itu. Saya bertanya, dimana organisasi-organisasi, LSM-LSM yang hanya mengkritik pemerintah. Begitu ada masyarakat, mereka hanya melihat pemerintah saja. Apa yang pemerintah buat itu pasti salah semua. Begitu pemerintah meneriakan sesuatu, mereka hilang. Mereka tidak ada. Nanti kalau ada sedikit kesalahan pemerintah, mereka paling depan demo. Paling depan ngomong. Tetapi begitu 90 ribu masyarakat Kota Kupang tersolimi karena putus hubungan dengan BPJS, mereka diam-diam semua. Saya mau tanya, ada di mana kalian. Jangan datang ke sini hanya melihat kesalahan orang. Di mana kita punya teman-teman DPR yang harusnya memperjuangkan rakyat Kota Kupang. Ini harapan dan perlu dicatat juga,” tegasnya.

Ia menambahkan, dirinya bukan anti kritik. “Orang kritik boleh. Silahkan datang kritik kita. Kita akan perbaiki. Mungkkn ada staf atau kepala dinas yang salah, nanti kita perbaiki tapi tidak perlu teriak-teriak,” katanya, mengingatkan. (jdz)