Kata Bunda Nasdem, Saatnya Viktor Mengabdi Untuk Kemajuan NTT

by -142 views

OELAMASI – Istri Viktor Laiskodat yang lebih populer dengan sapaan Bunda Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat, terus bekerja dengan caranya memperkenalkan pasangan Victory-Joss kepada masyarakat NTT. Setelah berkeliling di seluruh Flores hingga Lembata, kini pemilik Levico Tenun Ikat NTT ini, Minggu (4/2/2018), bertemu masyarakat di Kabupaten Kupang.

Dilaporkan tim media, di Kabupaten Kupang, Julie bertemu masyarakat dari seluruh kecamatan, juga pengurus Partai Nasdem. “Saya sebagai Bunda Nasdem dijinkan untuk bertemu dan berbagi pikiran dengan bapak mama basodara sekalian. Saya sudah berkunjung ke sejumlah kabupaten di Flores dan hari ini saya bertemu bapak mama sekalian. Suami saya pak Viktor dan Kaka Josef Nae Soi lagi berkunjung juga ke sejumlah daerah dan saat ini mereka ada di Alor. Mereka berdua saat ini berkeliling NTT untuk memberi tahukan kepada bapak mama dan bersaudara semua bahwa mereka ingin maju dan ingin membangun NTT ke arah yang lebih baik,” kata Julie, di Aula Yayasan Alfa Omega, Oelamasi, Minggu (4/2).

Ia menjelaskan, Victory-Joss merupakan sosok pemimpin yang dinantikan oleh masyarakat NTT. Ini merupakan impian dari masyarakat NTT agar tidak tertinggal lagi di berbagai aspek kehidupan.

“Kaka Yosep merupakan putra NTT yang sudah dua kali mewakili NTT di Senayan. Di DPR RI kaka Yosep bertugas di Komisi V Bidang Perhubungan. Kaka Yoseph itu punya jasa banyak bagi NTT tapi beliau adalah orang yang punya tipe tangan kanan memberi tapi tangan kiri tidak tahu. Banyak bandara di NTT yang diperpanjang run way-nya serta pembangunan bandara baru. Beliau juga punya jasa bagi pembangunan Pelabuhan Hansisi di Pulau Semau,” jelas Julie.

Menurut dia, saat ini Yosep Nae Soi merupakan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI, dan sampai sekarang belum mengajukan ijin untuk mengundurkan diri karena tidak diperkenankan untuk mundur oleh Yasona Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

“Pak Jokowi sudah menandatangi Surat Keputusan untuk Kaka Yoseph jadi Duta Besar di Brasil. Sebenarnya pada Januari kemarin sudah dilantik menjadi Duta Besar. Itu jabatan yang sangat bagus dan penghasilan yang lebih bagus pula. Namun kaka Yosep menolak semua itu untuk kembali ke NTT berbuat dan mengabdi untuk masyarakat NTT. Itu pilihan terbaik dari kaka Yosep Nae Soi,” kata Julie.

Sudah Matang

Ny Julie juga menjelaskan soal siapa Viktor Laiskodat. Dengan bercanda ia mengaku sudah hafal luar dalam tentang suaminya itu. “Viktor sudah berada pada fase yang sudah matang dan sudah selesai dengan dirinya sendiri,’ ujarnya.

Ia menegatakan, “Ketika ada isu di media bahwa Pak Viktor mau maju Pilgub NTT, saya sebagai istri bergumul dengan dia dan anak-anak di Jakarta. Saya tanya ke dia; bapak, benar ni mau maju ke Pilgub NTT karena kita lagi sibuk-sibuknya di Jakarta? Saya sendiri juga sibuk promosikan tenun ikat NTT hingga ke luar Negeri. Dia jawab saya apa? Dia bilang, Yul, saya dari orang susah. Di Semau dulu atap rumah saya dari daun. Makan nasi saja Senin Kamis. Sekarang saya sudah naik pesawat pribadi ke mana-mana, keluar masuk hotel dan restoran di mana mana. Tapi tiap hari dada dan hati ini terketuk untuk kembali ke NTT karena masih banyak saudara saya di NTT yang hidupnya sama seperti saya dulu. Kita sudah beri kesempatan kepada yang lain untuk memimpin tapi tidak ada pembangunan yang luar biasa, maka saya harus maju ini kali,” beber Julie mengutip sikap suaminya.

Menurut dia, Viktor mau maju di Pilgub NTT untuk mengabdi bagi masyarakat NTT dan melakukan pembangunan agar NTT maju sejajar dengan provinsi yang sudah maju di Indonesia. Hal lainnya, sebut Julie, saat ini Viktor sudah sangat matang dan memiliki jaringan yang kuat, baik secara nasional dan internasional, yang akan dipakai untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik.

“Dulu dia kalah satu suara pada Pilgub tahun 2003. Saya orang paling pertama mengucap syukur karena saya tidak setuju. Karena apa? Dulu Viktor Laiskodat itu belum matang, dan Tuhan punya rencana. Sekarang dia sudah sangat matang. Saat sekarang adalah waktu yang tepat untuk kita peras dia untuk kemajuan NTT,” tegas Julie.

Seorang pemimpin, jelas Julie, harus punya jaringan yang kuat untuk membangun sebuah provinsi maupun kabupten/kota. Karena bicara soal anggaran, pemerintah tiap tahun selalu saja mengeluh kurang dana. Untuk itu kita harus punya pemimpin yang punya jaringan supaya jangan hanya mengandalkan uang dari pusat.

“NTT selalu diplesetkan sebagai Nusa Tidak Tentu, Nasib Tidak Tentu, tapi nanti kita akan jadi Nusa Tenggara Terindah. Sebab NTT punya sejumlah potensi yang akan dikembangkan secara optimal. Leluhur nenek moyang kita di NTT telah meninggalkan budaya yang sangat kuat sehingga kita harus kembangkan budaya itu. Karena orang Eropa dan Amerika tidak ada budayanya sama seperti kita. Tuhan juga sudah kasih kita alam NTT yang luar biasa, hanya kita belum tahu untuk kembangkan. Makanya jangan pernah bilang miskin lagi karena semua hal kita sudah punya,” nelas Julie.

Karena itu, menurut Julie, untuk mengoptimal semua potensi yang ada, masyarakat NTT butuh sosok pemimpin yang benar-benar mau berkerja untuk rakyat. Viktor dan Josef Nae Soi sudah selesai dengan diri mereka sendiri. Mau mengabdi ke NTT bukan lagi untuk mencari keuntungan pribadi tapi mau berbuat untuk masyarakat NTT yang masih berada pada garis kemiskinan.

“Pak Viktor sudah banyak berbuat bagi NTT selama ini. Ketika dia masih kere dan belum punya jabatan, dia sudah banyak berbuat untuk NTT. Pengobatan gratis di mana mana, beasiswa di mana mana. Dia bilang ke saya, Yul, saya sedang sibuk di Jakarta, lu terus berbuat bagi NTT. Itu perintah bagi saya. Ini pemimpin yang bukan hanya datang lima tahun sekali,” katanya. (*/jdz)