“Kalau Orang Ngada Pilih Orang Ngada, Pasti Kalah”

by -148 views

MATALOKO – Pasangan Cagub-Cawagub NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, menggempur kandang rival politiknya Marianus Sae di Ngada. Massa sangat antusias menyambut kehadiran paket yang mengusung spirit ‘Kita Bangkit, Kita Sejahtera’ ini.

Kepada para pendukung dan simpatisan di Ngada, Cawagub Josef Nae Soi menuturkan, jika orang Ngada memilih orang Ngada, pasti kalah. Sebab, jumlah suara tidak akan cukup. Butuh suara orang Timor, Sumba, Rote, Sabu dan Alor.

“Kita akan memilih gubernur, karena itu kita tidak boleh memilih suku bangsa. Orang Ngada harus pilih Orang Ngada, itu salah. Orang Timor, harus pilih Orang Timor, itu juga salah. Kalau orang Ngada hanya dipilih oleh orang Ngada saja, maka pasti kalah. Demikian juga jika orang Timor hanya dipilih orang Timor, pasti kalah karena jumlah suara tidak cukup untuk menang. Kita butuh suara orang dari Sumba, Alor, Rote dan Sabu untuk bisa menang,” kata Putra Ngada ini, saat bertemu masyarakat Ngada di Mataloko, Kecamatan Golewa, Minggu (28/1/2018) petang.

Dalam balutan pakaian kebesaran Mosalaki ala Ngada, Cagub Viktor Laiskodat menjelaskan, NTT memiliki daerah destinasi wisata yang sedang menggeliat dan menjadi perhatian dunia. Tapi masyarakat belum menikmati dampak dari sektor pariwisata tersebut. Karena pemerintah tidak memiliki grand desain yang jelas dalam mengembangkan industri pariwisata.

“Jika kami dipercaya, maka kami harus memberdayakan masyarakat setempat, bagaimana kita membantu mereka dengan berbagai kemudahan sehingga kebutuhan pangan untuk hotel dan restoran bisa terpenuhi dari hasil pertanian masyarakat setempat. Demikian juga dengan tenaga kerja, mereka harus dilatih secara baik sehingga tidak ada lagi tenaga dari luar yang bekerja di berbagai sektor yang menunjang pariwisata,” jelas Viktor.

Menurut Viktor, NTT memiliki banyak potensi yang perlu dikelola secara maksimal. Dia mencontohkan kekurangan garam, dimana Indonesia harus mengimpor garam dari Autralia, China dan India. Padahal, NTT memiliki garis pantai yang panjang dengan air laut yang jernih sehingga mampu memproduksi garam dalam jumlah yang besar. NTT sebagai daerah yang panas sangat cocok untuk pengembangan garam dan paling tidak bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan garam nasional.

“Saat ini Indonesia membutuhkan 3,8 juta metrix ton garam per tahun. Jumlah itu harus diimpor dari Autralia, China dan India. Kita memiliki mimpi bahwa kita bisa menjadikan NTT daerah produksi garam dan mampu menjawab kebutuhan nasional paling tidak 1,5 juta metrix ton per tahun. Jika itu bisa kita lakukan maka NTT akan memiliki nilai dan posisi tawar yang tinggi secara nasional. Disitu NTT akan diperhitungkan karena berkontribusi untuk kebutuhan nasional. Apalagi yang kurang, laut kita luas dengan air yang jernih, dengan musim panas yang panjang dan hembusan angin yang cukup sehingga produksi garam akan lebih baik,” jelas Viktor.

Nae Soi menambahkan, kontestasi Pilgub NTT 2018 adalah ajang memilih calon pemimpin bagi seluruh rakyat NTT. Pemimpin NTT harus memikirkan semua rakyat tanpa memandang suku, agama maupun ras. “Jadi masyarakat harus cerdas dengan tidak terjebak dalam politik identitas,” kata Staf Ahli KemenkumHam ini.

Tim media juga melaporkan, Victory-Joss dan rombongan tiba di Kota Bajawa Minggu petang, dan disambut oleh konvoi dan diarak menuju lokasi pertemuan di Mataloko.

Tokoh Panutan

Sebelum ke Bajawa, Viktor dan Nae Soi melakukan tabur bunga di pusara mantan Gubernur NTT, Ben Mboi dan dan mantan Bupati Manggarai, Gaspar Parang Ehok juga Frans Sales Lega di TMP Lalongtana, Ruteng.

Kepada media Viktor mengatakan, Ben Mboi adalah tokoh panutan yang sangat dihormati oleh masyarakat, tidak saja karena almarhum adalah mantan Gubernur NTT, tapi disegani lantaran kinerjanya yang selalu dikenang.

“Pak Ben Mboi adalah tokoh yang sangat saya hormati. Banyak hal yang saya belajar dari beliau. Sebagai pemimpin, dia telah memberi contoh yang baik bagaimana membangun daerah tanpa sekat apapun. Semua beliau lakukan semata-mata demi rakyat dan itulah kenapa saya datang untuk memberi penghormatan kepada almarhum,” tutur Viktor.

Sementara untuk Gaspar Parang Ehok, sebut Viktor, punya hubungan yang dekat karena beliau dimana selalu memberi semangat dan mendorong dirinya untuk menjadi Gubernur NTT.

“Pak Gaspar itu adalah orang yang selalu mendorong saya untuk maju menjadi gubernur NTT dan saat ini harapan almarhum baru bisa dilaksanakan, sehingga ketika melewati daerah ini saya ingat almarhum sehingga saya datang untuk tabur bunga,” kata politisi NasDem ini. (tim media/jdz)