Hadakewa Launching Produk Ikan Kemasan

by -189 views

HADAKEWA – Pemerintah Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, saat ini giat melakukan berbagai terobosan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terobosan yang dilakukan mulai dari pembangunan Jembatan Titian (Jeti) untuk tempat bongkar muat ikan sistem satu pintu hingga pada kemasan produk ikan teri kering berukutan 100 gram, 250 gram, 500 gram dan satu kilogram dengan harga bervariasi.

Melalui dukungan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat (Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi), sebesar Rp 777.947.276, (2017), Kepala Desa Hadakewa, Klemen Kwaman, terus melakukan berbagai inovasi. Diantaranya dengan menjadikan DD sebagai aset pendapatan desa yang dimasukan dalam Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kepala Desa (Kades) Hadakewa, Klemens Kwaman, ketika dihubungi lewat telepon seluler dari Kupang, Senin (11/12), mengatakan pihaknya sementara ini meluncurkan sebuah produk kemasan ikan kering (ikan teri) tanpa pengawet. Ikan yang dilaunching oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur,ST, terdapat tujuh jenis ikan teri yang dikeringkan dan dimasukan dalam kenasan pelastik.

“Jadi anggaran dalam bentuk pendapatan desa semuanya masuk dalam Bumdes untuk dikelola oleh rakyat bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kami tidak melibatkan pihak ketiga. Semata-mata anggaran yang ada dimanfaatkan rakyat sendiri dan dibeli Bumdes Hadakewa,” kata Kades Kwaman.

Kwaman bertekad untuk merebut peluang pasar. Sehingga ada yang ingin membeli ikan di Hadakewa tidak langsung dari masyarakat tapi membeli di Bumdes. Terkait harga jual dari Bumdes, kata Kades, akan ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes). Mengingat Hadakewa adalah sebuah desa pesisir dimana produk unggulannya ikan.

Desa Hadakewa selain dikenal sebagai desa berbasis aplikasi Teknogi Informasi (TI) dengan webside www.hadakewa.desa.id, juga adalah desa dengan produksi ikan tertinggi di Lembata dengan rata-rata produksi 10 ton ikan basah dan kering dalam jangka waktu tiap dua bulan.
Untuk menjangkau desa Hadakewa cukup dengan sepeda motor karena jarak tempuh dari kota Lewoleba hanya 46 kilometer.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur,ST, dalam kunjungan kerja (kunker) bersama pimpinan perangkat daerah terkait di sejumlah desa-desa pesisir di wilayah Lembata, pekan lalu, meluangkan waktu mampir di desa Hadakewa.

Kunjungan Bupati Sunur untuk melihat potensi di sekitar desa pesisir, desa Hadakewa, Omesuri dan desa Buyasuri untuk dijadikan sebagai obyek wisata. Pada kesempatan itu dilakukan peluncuran (launching) kemasan ikan teri kering hasil olahan masyarakat Hadakewa.

Melalui peluncuran kemasan ikan teri kering, dan Bupati melihat secara langsung peluang dan potensi unggulan yang dimilki desa Hadakewa, maka desa Hadakewa akan ditetapkan sebagai desa Tematik. Yaitu desa unggulan dan percontohan yang dapat menjadikan desa-desa disekitarnya berkembang seiring dengan desa Hadakewa.

“Saya melihat desa Hadakewa memiliki potensi unggulan yang menjanjikan dan pantas untuk ditetapkan sebagai desa Tematik di Lembata. Karena desa ini memiliki peluang besar dalam berwirausahan lewat mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan,” jelas Bupati Sunur.

Untuk diketahui, di Hadakewa, telah dibangun Jeti dan Tempat Penampungan Ikan (TPI) yang dilengkapi dengan cool box berukuran besar. Pelaksanaan pembangunan Jeti dan TPI menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp. 350 juta lebih yang dikerjakan oleh masyarakat setempat. (son/jdz)