Dukung Munaslub, Golkar NTT Ingin Karir Politik Novanto Berakhir Terhormat

by -67 views

Kupang, mediantt.com – Partai Golkar NTT sedang menjadi diskursus politik di tingkat DPP, hanya karena belum bersikap atas Munaslub yang sedang berproses, menyikapi status Ketua Umum Setya Novanto yang telah menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Tapi Partai Golkar NTT, dalam Rapat Pleno Diperluas bersama seluruh DPD 2 Kabupaten/Kota,  telah menyatakan mendukung Munaslub. Golkar NTT juga menginginkan agar karir politik Setya Novanto berakhir dengan terhormat.

“Pada prinsipnya DPD I Golkar NTT menyetujui Munaslub sesuai Pleno DPP 21 November lalu. Kami ingin agar Setya Novanto mengahiri karir politiknya secara terhormat. Masalah hukum itu urusan pribadi. Kita akan meminta SN mengambil sikap pribadi mundur sebagai ketua umum partai dan Ketua DPR RI,” kata Ketua DPD I Partai Golkar NTT kepada wartawan usai memimpin Rapat Pleno Diperluas bersama seluruh Kedua DPD 2 Golkar Kabupaten/Kota, di Hotel Sewiss Belin Hotel, Senin (4/12).

Menurut Melki, Golkar NTT mendukung penuh pelaksanaan Munaslub dan diharapkan Munaslub itu baru digelar setelah ada putusan praperadilan atas Setya Novanto. “Pak Novanto sendiri, juga keluarga sudah sepakat, bahwa apapun putusan Praperadilan SN tetap mundur dari Ketua Umum Golkar dan juga sebagai Ketua DPR RI,” tegas Cagub NTT ini.

Ia juga menegaskan, rapat pleno yang diperluas itu juga memberikan kewenangan sepenuhnya kepada dirinya selaku Ketua DPD I NTT untuk melakukan komunikasi politrk dengan semua ketua DPD se-Indonesia, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pembina, juga seluruh pengurus DPP, agar badai politkk di tubuh Partai Golkar ini bdan DPP. Semoga dalam waktu dekat ini semua bisaerakhir dengan baik, tanpa ada gesekan atau konflik  horizontal,” tandas Melki.

Secara terpisah, Ketua DPD 2 Partai Golkar Flore Timur, Yoseph Sani Bethan, mengatakan, pleno diperluas antara para pimpinan DPD I dan II Golkar NTT, sejatinya semata-mata untuk menyikapi rencana Munaslub untuk menggantikan Ketua Umum Setya Novanto yang saat ini menjadi tahanan KPK karena kasus korupsi e-KTP.

“Sikap politik Flotim yang saya sampaikan dalam Rapat Pleno Diperluas itu, jelas, mendukung Munaslub. Tapi kami juga menjaga suasana kebatinan Pa Setya Novanto, maka Munaslub itu bisa digelar setelah putusan Praperadilan,” katanya.

Soal siapa yang dijagokan menjadi Ketua Umum menggantikan Setya Novanto, itu urusan nanti. Sebab, Munaslub adalah gawenya DPP, maka tentu diharapkan agar DPP mempertimbangkan suasana psikologis Setya Novanto. “Apapun kasus yang menimpa SN, atau sebobrok apapun kasusnya, ia pernah berbuat sesuatu untuk NTT sebagai dapilnya. Karena itu, kta ingin menutup lembaran politik bersama SN dengan baik, lalu membuka lembaran baru untuk Partai Golkar yang gemilang. Disitulah sikap politik kita yang sesungguhnya,” tegas Nani Bethan, yang juga Ketua DPRD Flotim ini. (jdz)