Lembata Bakal Jadi Pemasok Kerupuk Ikan Tuna dan Teri

by -97 views

LEWOLEBA – Gagasan besar Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, untuk peningkatan ekonomi warga dengan mengembangkan produk unggulan desa, mulai menampakan hasil. Buktinya, Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, telah menjadi pusat pengembangan kerupuk ikan tuna, dan Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, mengembangkan kerupuk ikan teri.  Ini artinya, Lembata bakal menjadi pemasok kerupuk ikan tuna dan kerupuk ikan teri.

Seperti dikutip dari laman Humas.Lembatakab.com, para kepala desa di Lembata saat ini mulai berlomba melakukan inovasi atas potensi desa yang ditemukan untuk dijadikan produk unggulan. Inovasi atas produk unggulan inilah yang kemudian memberi ciri pertumbuhan bagi masing-masing desa agar peluang untuk berkembang menjadi semakin terbuka. Sebab, desa-desa telah ‘diklaster’ ke dalam ciri pertumbuhan ekonomi sehingga memudahkan intervensi Pemerintah atau pihak lain yang ingin memfasilitasi.

Di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri misalnya, adalah desa pesisir yang terkenal dengan ikan Tuna. Rata-rata masyarakat Balauring adalah masyarakat nelayan yang penghasilannya didapat dari hasil tangkapan ikan. Ikan tuna menjadi salah satu jenis ikan favorit bagi nelayan Balauring, karena selain banyak terdapat di sekitar perairan mereka, tetapi jenis ikan ikan ini juga memiliki nilai jual yang tinggi. Ikan ini biasanya dijual langsung ke penada dengan harga Rp 52 ribu per kilo.

Karena itu, Kepala Desa Balauring berinisiatif menjadikan ikan tuna menjadi produk unggulan desa. “Kalau selama ini ikan tuna yang ditangkap dijual langsung ke penada, maka kedepan diusahakan agar ikan tuna selain langsung dijual, dapat juga diolah dan dikemas menjadi kerupuk ikan  tuna. Inisiatif ini digagas karena sejalan dengan strategi pembangunan daerah, dimana semua desa diarahkan untuk fokus mengembangkan satu produk unggulan,” kata Kdes Balauring.

Rabu (29/11/2017) ketika kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Lembata dalam rangka deklarasi Kampung KB dan Pelantikan BPD, produk kerupuk ikan tuna ini diperkenalkan.

Bupati Yentji Sunur menyambut baik inisiatif ini dan diharapkan ke depan semua dinas terkait harus mulai mengintervensi. OPD terkait selain berusaha membantu masyarakat dengan peralatan tangkap, tetapi juga harus bergerak pada olahan hasil tangkapan agar pendapatan masyarakat bisa lebih meningkat.

“Saya minta OPD terkait segera perhatikan ini.  Kita mulai komersilkan Balauring ini sebagai desa kerupuk  ikan tuna. Kadis Perikanan dan Kadis Perindag perhatikan ini. Untuk 2018,  kita intervensi semaksimal mungkin,” tegas Bupati Sunur.

Sementara  itu, di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, saat ini Kades Klemens Kwaman sedang dalam tahapan persiapan menjadikan ikan teri sebagai hasil tangkapan utama nelayan pesisir Lebatukan ini. Di hari yang sama, Rabu (29/11), Bupati Yentji Sunur  dalam kunjungan kerjanya menegaskan, Pemda serius menjadika ikan teri sebagai salah satu produk unggulan.

“Jangan lihat ikannya yang kecil, tetapi lihat uangnya. Ikannya kecil tetapi uangnya nanti besar sekali. Bapa mama kalau konsentrasi betul urus ikan ini, maka akan sangat membantu. Saya sudah perkenalkan ini dan dicoba di beberapa restoran besar di Jakarta. Ikan teri kita lebih enak dibanding yang dari Sumatera. Kita datangkan alat pengeringannya agar di musim hujan bapa mama tidak kesulitan. Kita keringkan dan kita kemas secara baik, saya yakin akan sangat membantu bapa mama ke depan,” jelas Bupati Sunur. (ferry da silva/jdz)