Kupang, mediantt.comOrangtua punya peran sangat dominan bagi tumbuh-kembang dan perkembangan ketrampilan anak. Untuk itu, niat anak belajar sains dan Matematika bisa dibikin menyenangkan dengan cara mainstream. Artinya, orang tua bisa memberikan informasi positif bahwa dengan mainstream dapat memacu anak-anak untuk mencintai Matematika dan Sains.

Pernyataan ini diungkapkan, Yuni Widiastuti,M.Psi, pembicara dan pengelola Rumah Mainstream, saat memberikan pelatihan guru Paud dan Ibu Mainstream, dalam mengembangkan ketrampilan abad 21 melalui sains dan matematika, Senin (20/11) di Aula Gereja Sta Maria Asumpta. Kegitan itu dihadiri para orang tua dari perwakilan TK dan Paud se-Kota Kupang. Pelatihan ini berkat kerja sama Imakdilus Wilayah NTT dan Prodi PG AUD FKIP Undana.

Ia menjelaskan, mainstream berarti arus utama, yang jika lebih disederhanakan memiliki makna kebiasaan utama, kebiasaan umum, perilaku umum, hal yang biasa, hal yang lumrah, dan sesuatu yang memang sudah nampak wajar dan tidak aneh.

Menurut Yuni, Ilmu Pengetahuan bagi anak anak adalah segala sesuatu yang menakjubkan atas apa yang ditemukan dan dianggap menarik serta memberi pengetahuan atau merangsangnya untuk mengetahui dan menyelidiki. Atau kumpulan pengetahuan yang manusia bangun setelah melewati beberapa proses saat menemukan sesuatu yang baru dengan dunia dan alam sekitarnya.

Ia juga meminta agar jangan pernah hentikan pertanyaan anak. “Jika kita tidak bisa menjawab, ajak anak untuk mencari jawaban bersama. Pastikan anak menentukan pilihan sendiri dan tidak menunggu diperintah orang tua karena berdampak bagi karakter unggul anak usia dini,” katanya, mengingatkan.

Pelatihan dilanjutkan dengan bermain dengan adonan tepung terigu dan garam yang diolah menjadi plastisin. Lintasan balon dengan menggunakan media kursi dan tali, juga permainan balon ajaib, lava lamp.

Kegiatan ditutup dengan pemberian donasi buku kepada 4 TK terpilih dari 17 TK dan PAUD yang turut berpartispasi. (rony)

Foto : Yuni Widiastuti sedang memberikan arahan dalam sesi bermain.