NTT Telah Membentuk 12 Kampung Siaga Bencana

by -103 views
MAKASSAR, 23/5 - SIMULASI TAGANA. Sejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengangkat perahu karet saat simulasi bencana pada Apel Siaga Bhakti Sosial Tagana Regional Tengah dan Timur di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Rabu (23/5). Apel siaga yang dihadiri langsung Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri tersebut, diikuti 22 provinsi se Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, Kementrian Sosial juga memberi bantuan Rp5,570 miliar untuk forum keserasian sosial pada 11 kabupaten/kota se Sulsel. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/12

KUPANG  – Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membentuk 12 kampung siaga bencana (KSB) di enam kabupaten di daratan Pulau Timor selama 2017 guna menyiapkan masyarakat dalam upaya penangulangan bencana alam.

“Fokus pembentukan kampung siaga bencana tersebut pada daerah-daerah yang rawan bencana seperti di daratan Pulau Timor guna mempersiapakan warga secara dini dalam menghadapi bencana alam yang selalu menimpa masyarajat,” kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nusa Tenggara Timur Irfan Mega kepada Antara di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan masyarakat yang berada di kampung siaga bencana akan dilatih secara khusus tentang proses penyelamatan korban, proses evakuasi serta pembangunan dapur umum dalam menghadapi bencana alam.

“Jika semua masyarakat memiliki pemahaman tentang tugas yang dilakukanya saat bencana maka proses penangulangan bencana bisa dilakukan masyarakat secara mandiri sebelum bantuan pertolongan dari pemerintah tiba,” kata Mega.

Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi yang rawan bencana alam harusnya lebih tanggap dalam menghadapi musibah.

“Kita harapkan dengan pembentukan KSB ini masyarakat memiliki keahlian dalam mitigasi dan evakuasi bencana alam yang sering melanda masyarakat NTT,” tegasnya.

Ia mengatakan, setelah pembentukan KSB semua fasilitas seperti peralatan dapur umum, tenda dan peralatan evakuasi dihibahkan kepada masyarakat setempat, guna memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai upaya penangulangan apabila terjadi bencana alam. (ant)