Bupati Sunur Siap Urus Jika Warga Waimatan dan Lamagute Mau Direlokasi

by -140 views

LEWOLEBA – Analisis Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana telah merekomendasikan bahwa dua desa di Kecamatan Ile Ape Timur, yakni Desa Waimatan dan Lamagute, sebaiknya tidak ditempati lagi. Alasannya, dua desa itu rawan bencana longsor bebatuan dari Ile Lewotolok. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lembata pun berencana segera merelokasi warga di dua desa itu, demi keamanan dan harapan hidup masyarakat yang lebih baik ke depan.

“Tetapi Pemerintah Kabupaten Lembata tidak ingin jika relokasi itu dirasakan masyarakat sebagai bentuk paksaan dari pemerintah. Seharusnya kesadaran itu datang dari masyarakat sendiri Artinya, masyarakat dua desa itu yang punya kesadaran sendiri untuk mau direlokasi,” tegas Bupati Lembata, Eliazer Yantjie Sunur, ketika bersama anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Hugo Parera, mengunjungi masyarakat Desa Waimatan, Kamis (2/11/2017).

Bupati Sunur menandaskan lagi, pemerintah walaupun menghendaki agar masyarakat direlokasi demi kebaikan masyarakat sendiri, tetapi kalau tidak didukung dengan kesadaran masyarakat  untuk mau direlokasi, maka usaha pemerintah menjadi sia-sia. Pemda baru bisa mulai mempersiapkan relokasi apabila masyarakat dengan kesadaran sendiri mau untuk pindah demi kehidupan yang lebih baik lagi ke depan, terutama bagi anak cucu yang akan datang. Untuk itu Bupati Sunur meminta agar masing-masing anggota masyarakat membuat pernyataan tertulis untuk bersedia direlokasi.

“Hari ini kami tidak makan tidak apa-apa, yang penting Ina Ama, Bapa Mama semua bisa senyum. Kalau Bapa Mama senyum, saya sudah senang. Efek gempa ini akan luar biasa. Efek yang paling besar adalah longsor. Akibat gempa, tanah diatas gunung ini sudah goyah dan kapan saja bisa longsor, apalagi sekarang sudah mulai musim hujan. Untuk itu, relokasi adalah pilihan terbaik kita. Tetapi saya minta agar Bapa Mama benar-benar siap untuk pindah. Bapa Mama mereka harus sadar sendiri untuk pindah agar pemerintah tidak pikir lagi soal kesiapan masyarakat ini. Pemerintah hanya berpikir bagaimana soal tanahnya, soal rumahnya, soal lapangan pekerjaannya. Semua kita akan bangun di tempat yang baru kalau masyarakat benar-benar sudah siap pindah. Saya sudah bicarakan dengan BPNPB Pusat soal ini. Jangan saya cari uang di pusat, uangnya sudah ada tetapi masyarakatnya belum siap,” tandas Bupati Sunur, mengingatkan.

Di akhir sambutannya Bupati Sunur juga mengatakan, dirinya sudah mulai bicarakan tentang relokasi ini di tingkat pusat. “Bersama Pak Andreas Hugo Parera saya berjanji akan mengusahakan campur tangan Pemerintah Pusat untuk relokasi dua desa itu, asalkan masyarakat secara sukarela mau pindah,” katanya.

Senada dengan Bupati Sunur,  Andreas Hugo Parera, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan hal senada. Menurut Hugo, memindahkan manusia bukan pekerjaan yang mudah, sehingga harus dipersiapkan secara matang. “Masyarakat harus siap pindah secara sukarela sehingga semuanya bisa berjalan lancar,” katanya. (ferry da siva/jdz)

Ket Foto : Kepala Desa Waimatan menyerahkan pernyataan kesiapan masyarakat untuk direlokasi kepada Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.