Yuk ke RS Siloam Kupang, Ada Mesin Operasi Katarak Terbaru

by -204 views

Kupang, mediantt.com – Inilah kabar terbaru bagi masyarakat NTT dari Rumah Sakit Siloam Kupang. Bagi para penderita mata katarak, RS Siloam Kupang menghadirkan mesin operasi  katarak terbaru tanpa jahit, dan hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit.

“Minggu depan mesin canggih operasi Katarak sudah ada di RS Siloam. Mesin canggih tanpa jahitan. 15 menit selesai. Karena jumlah pasiennya terus bertambah, maka kita menambah dokter mata,” kata Direktur RS Siloam Kupang, dr. Hans Lie, kepada wartawan, Jumat (3/11/2017).

Ia menjelaskan, mesin canggih bernama phacoemulsification Centurion Vision system adalah mesin phacoemulsification dengan inovasi terkini yang berasal dari Alcon Laboratories yang berpusat di Texas, Amerika Serikat. Sebagai pemain dunia dalam pelayanan kesehatan mata dan yang terdepan dalam memberikan inovasi terbaru dari Alcon laboratories. Ini yang menjadi alasan utama mengapa RSU Siloam Kupang memilih centurion vision system.

“Dengan adanya Centurion Vision System di RSU Siloam Kupang, artinya peralatan operasi Katarak di Kota Kupang sudah tidak berbeda dengan rumah sakit atau klinik mata di kota-kota besar di Indonesia dalam menghasilkan pengobatan katarak yang terbaik bagi pasien,” terang Hans Lie.

Menurut dia, komitmen rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan terhadap katarak memberikan angin segar bagi masyarakat di Kota Kupang dan NTT pengguna kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Karena peralatan ini juga dapat digunakan bagi pengguna Kartu Indonesia Sehat.

Dokter Spesialis Mata RSU Siloam Kupang, dr. Boyke Kuhurima.SpM mengatakan, operasi katarak memakan waktu tidak lebih dari 15 menit. Dengan teknik operasi katarak modern, pasien tidak menginap di rumah sakit dan dapat segera kembali.

“Anda tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Habis operasi segera pulang,” kata Boyke.

Menurutnya, operasi katarak dengan menggunakan mesin teknik phacoemulsification adalah teknik operasi katarak yang paling canggih saat ini. Di mana mesin digunakan untuk mencairkan (emulsifikasi) dan menghisap keluar lensa katarak dari dalam kantong lensa pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukan ke dalam kantong lensa kosong.

“Teknik fakoemulsilikasi ini pada umumnya tidak memerlukan jahitan, sehingga pasien yang sudah dioperasi katarak dapat kembali mengerjakan aktivitas normal dalam waktu singkat,” jelas Boyke. (jdz)

Ket Foto : Dr Boyke sedang memperagakan cara penggunaan mesin baru operasi katarak kepada wartawan.