Sarah Lenggu Berhasil ‘Mengkudeta’ Kursi Gubernur NTT

by -109 views

KUPANG – Sarah Welhelmina Lenggu, siswi SMA Negeri 1 SoE, TTS, mengambil alih jabatan Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya. Anak perempuan yang terpilih dari 12 anak kategori usia 15 sampai 19 tahun dalam gerakkan ‘Sehari jadi Gubernur’. Ia memimpin rapat pimpinan guna membahas pencegahan perkawinan usia anak-anak, yang ternyata masih menjadi persoalan di NTT.

Namun, hal itu hanya terjadi setiap tanggal 11 Oktober, selama sehari dimana komunitas global merayakan Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl) yang merupakan agenda tetap Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

“Agenda tersebut menjadi momentum berharga, guna menunjukkan komitmen semua pihak dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan,” ujar Communications Manager Plan International Indonesia, Isni Ahmad di Kupang (3/9).

Isni menjelaskan, sebagai organisasi hak anak dan kemanusiaan, Plan International Indonesia mengimplementasikan sejumlah program yang relevan, yang mencakup perluasan akses anak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pencegahan pernikahan usia anak.

Karena itu, lanjut Isni, kebetulan dibarengi dengan perayaan Hari Anak Perempuan Internasional, Plan bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi NTT mengadakan acara “Sehari menjadi Gubernur NTT”.

“Gelaran acara ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah, khususnya Pemprop NTT, dalam mendukung anak perempuan untuk MAJU (Mau belajar, Jadi pemimpin, Ambil keputusan, Untuk berhasil),” jelas Isni.

Anak perempuan yang akan mengisi jabatan Gubernur NTT sehari itu bernama, Sarah Wilhelmina Lenggu. Dia merupakan anak yang terseleksi, berdasarkan kecakapan serta kriteria yang dibuat Plan International, bersama dengan beberapa organisasi kaum muda mitra kerja, seperti Youth Coalition for Girls (YCG).

Momen perayaan Hari Anak Perempuan Internasional di NTT sengaja dilakukan lebih cepat, karena Gubernur Sehari tersebut nantinya akan mengikuti acara Sehari jadi Menteri, yang diadakan pada 11 Oktober nanti di Jakarta.

Pada 11 Oktober tersebut, sebanyak 21 anak muda terpilih dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), untuk ‘mengambil alih’ posisi Menteri beserta jajaran KPPPA.

“Melalui acara ini, kita juga tetap berharap keberhasilan pencegahan perkawinan usia anak yang dilakukan warga melalui KPAD, bisa dicontoh dan diperluas di seluruh Indonesia,” pungkas Isni.

Gembira

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyambut gembira kedatangan 12 orang anak itu, karena dapat berbaur dengan anak-anak yang bercita-cita tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan. Dalam Program Sehari jadi Gubernur terpilih Sarah Welhelmince Lenggu, menjadi seorang Gubernur wanita yang digelar di Kantor Gubernur NTT, Selasa (3/10) pagi.

Sarah Welhelmince Lenggu, dipersilahkan oleh Gubernur Frans Lebu Raya untuk duduk dikursi orang nomor satu di Provinsi NTT itu. Sarah Lenggu juga dipersilahkan Gubernur Frans Lebu Raya untuk menulis disposisi surat masuk kepada Sekretaris Derah NTT, Benediktus Polo Maing. Cara menulis disposisi surat juga oleh Sarah Lenggu diajari Gubernur Frans Lebu Raya.

“Wah… Ini disposisi yang ditulis oleh Gubernur Sehari. Pasti Pak Sekda terkejud melihat disposisi ini, karena tulisan Pak Gubernur hari ini kok lain,” begitu canda Gubernur Lebu Raya, sambil tertawa.

Usai beranjak dari ruang kerja Gubernur, Sarah Lenggu selaku Gubernur Sehari memimpin rapat koordinasi di ruang rapat Gubernur NTT bersama teman-temanya yang juga sehari selaku pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Dari rapat koordinasi itu dihasilkan rekomendasi yang diserahkan kepada Gubernur Frans Lebu Raya yang berisi isu-isu terkait pernikahan di usia anak.

Menanggapi Program ‘Sehari jadi Gubernur’, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyebutkan pentingnya pemberian kesempatan penuh kepada anak-anak mengakses ruang kerja dan ruang rapatnya dalam berbagai aktivitas sebagai Gubernur Sehari.

“Mereka membahas topik tertentu sesuai dengan keinginan mereka bersama pimpinan perangkat daerah sehari. Jadi, bagi saya itu merupakan bentuk motivasi. Anak-anak harus memiliki mimpi besar dan cita-cita yang tinggi, setinggi bintang di langit dan kedepannya, mereka juga bisa jadi Gubernur,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) P3A NTT, Erni Usboko, mengatakan latarbelakang dari kegiatan ini antara lain karena  banyaknya fakta yang menjukan minimnya perempuan yang mau memimpin, porsi perempuan yang kecil dalam organisasi. Karenanya, lewat gerakan ini perempuan diharapkan juga memiliki mental menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi.

“Mereka diajari bagaimana memimpin suatu organisasi atau lembaga berkaitan dengan cara memimpin rapat, pengambilan keputusan dan menghasilkan rekomendasi untuk ditindalanjuti,” kata Erni. (jdz/hms/son)

Foto : Sarah Wilhelmina Lenggu, berhasil menduduki kursi Gubernur NTT selama sehari dan menggelar rapat penting.