Camat Nubatukan Ditugaskan Wujudkan Kota Lewoleba Yang Nyaman

by -116 views

LEWOLEBA – Untuk pertama kalinya setelah dilantik beberapa bulan lalu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, melakukan mutasi untuk jabatan pimpinan pratama, administrator dan pengawas. Di momentum berharga itu, Bupati Sunur memberikan arahan-arahan penting kepada empat camat terlantik. Satu yang menatik, Bupati Sunur meminta Camat Kota Lewoleba, dalam hal ini Camat Nubatukan, untuk mempeindah wajah kota, juga harus bisa menekan angka kriminalitas.

“Saya mau wajah kota ini indah, bersih, bunga-bunga segar dimana-mana. Jangan ada lagi sampah-sampah berserakan. Angka kriminalitas dalam kota harus bisa ditekan. Konsentrasi tata fisik kota ini tetapi juga jangan lupa bangun komunikasi sosial yang baik agar kota ini menjadi kota yang nyaman,” begitu arahan Bupati Sunur ketika melantik empat camat di Aula Sekretariat Daerah Lembata, Selasa (26/9).

Empat Camat itu  adalah Kalu Saba Mustadir dilantik menggantikan Yohanes D. Arimon sebagai Camat Ileape, Stanis Kebesa Langoday menggantikan Begu Ibrahim sebagai Camat Nubatukan, Petrus Peka Soge menggantikan Kasimirus Murin sebagai Camat Atadei dan Siprianus Suya menggantikan Nasrun Neboq sebagai Camat Omesuri.

Bupati Sunur juga mengarahkan para camat agar secepatnya membantu pembentukan cluster. Cluster yang dimaksudkan Yance Sunur adalah pengelompokan desa dengan ciri-ciri pertumbuhan yang khusus.

Ia meminta agar setiap kecamatan harus memiliki  satu desa yang menjadi target pertumbuhan utama  yang akan membantu desa-desa lain di sekitar untuk tumbuh bersama.  “Adanya cluster ini akan memudahkan intervensi pertumbuhan dari kabupaten, propinsi dan pusat. Jadi tugas camat dalam mengejar pencapaian target pembangunan kabupaten adalah  fokus membantu Kepala Daerah agar secepatnya mengkoordinir desa-desa di kecamatan agar tumbuh secara tematik atau memiliki ciri khusus,” tegas Bupati Sunur, mengingatkan.

Tumbuh tematik inilah yang  dimaksudkan Yance Sunur sebagai cincin ekonomi yang akan membentuk rantai ekonomi antar desa dan antar kecamatan sehingga target peningkatan pendapatan dapat terwujud.

Bupati Sunur juga mengingatkan oara camat terlantik agar konsentrasi bekerja mengejar target pembangunan daerah.  Yang dibutuhkan adalah orang yang benar-benar mau bekerja membangun Lembata.

“Saya sudah mengenal baik semua pejabat esselonering yang ada sehingga yang harus ditunjukkan adalah kinerja membangun daerah, bukan berpikir yang lain-lain. Kalau semua berkosentrasi sungguh membangun, maka masyarakat akan merasakan betul perubahan yang terjadi,”  tegas Sunur.

Arahan lainnya, sebut dia, di  bulan November nanti akan ada mutasi yang lebih banyak lagi. Mutasi ini dimaksudkan agar pada tahun 2018, semua OPD sudah  berjalan dalam sistem dan target kinerja yang telah ditetapkan.  “Setelah reorganisasi dan restrukturisasi berjalan di tahun ini,  maka ke depan tinggal mengukur kinerja dari jabatan-jabatan yang dipercayakan dalam sistem yang ada,” pesan Sunur. (ferry/jdz)