Masyarakat Waigete Sampaikan Terima Kasih ke Jokowi

by -252 views

MAUMERE – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata menggelontorkan uang Rp 400 miliar untuk pembangunan Pelabuhan Marina di Pantai Wairterang, Desa Wairterang, Kecamaan Waigete, Kabupaten Sikka. Masyarakat setempat pun menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Presiden Jokowi.

“Banyak-banyak terima kasih kepada Presiden Jokowi. Ini sebuah konsep besar dalam pengembangan wisata di Kabupaten Sikka, khususnya di Kecamatan Waigete. Kami berharap pembangunannya lebih cepat lebih baik,” kata Camat Waigete Mayella da Cunha, usai mengikuti Focus Group Discusion (FGD) di Hotel Pelita, Kamis (14/9).

Setelah FGD, Camat Waigete bersama-sama Kepala Desa Wairterang Selves Nong Mana segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mayella mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang luas tentang rencana dan kehadiran Pelabuhan Marina. Sosialisasi dimaksudkan agar masyarakat bisa menerima secara positip kehadiran Pelabuhan Marina.

Menurut Lulusan STPDN Jatinangor Bandung ini, kehadiran Pelabuhan Marina akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi. Wisatawan yang datang sudah hampir pasti membelanjakan uangnya untuk kebutuhan selama berada di Wairterang. Waigete, katanya, memiliki sejumlah potensi pendukung yang bakal membuat nyaman para wisatawan.

Dia menyebut antara lain Gunung Egon, air panas di Blidit, Danau Koliheret, pelbagai usaha jasa wisata, termasuk kuliner-kuliner berkarakter lokal.

Selain petumbuhan ekonomi, Mayella da Cunha melihat ada tantangan tersendiri dari hadirnya Pelabuhan Marina. Tantangan itu menyangkut perilaku warga masyarakat untuk menerima sebuah perubahan yang nantinya berjalan begitu cepat. Menghadapi tantangan itulah, Mayella da Cunha akan sosialisasikan informasi ini ke tangah masyarakat.

Secara terpisah, Gubernur NTT Frans Leburaya ketika menutup Lomba Foto Bawah Laut, Kamis (14/9), di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, menyinggung rencana pembangunan Pelabuhan Marina. Ia berharap, rencana ini bisa segera terwujud.

Frans mengingatkan agar ketika dilaksanakan pembangunan Pelabuhan Marina tidak ada hal-hal yang menghambat, terutama masalah status tanah dan tuntutan keterlibatan pekerja lokal. “Kalau sudah mulai ada pekerjaan, tidak usah banyak demo sekedar menuntut tenaga kerja harus lokal. Betul kita perlukan tenaga kerja setempat, tapi pekerjaan tertentu membutuhkan keahlian-keahlian tertentu juga. Tidak perlu sekedar menuntut, tapi juga menghitung seberapa besarkah kebutuhan tenaga kerja lokal yang bisa disuplai ke sana, seberapa besarkah tenaga yang ahli yang diperlukan di sana. Kita harus hitung juga. Jangan kita seolah-olah membela kepentingan tenaga kerja di sini, tetapi tenaga kerja menghambat pekerjaan,” harap dia.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pariwisata akan membangun Pelabuhan Marina senilai Rp 400 miliar di Pantai Wairterang. Pelabuhan Marina merupakan dermaga khusus untuk tambat labuh kapal-kapal yacht, berupa kapal-kapal besar, seperti kapal-kapal pesiar. Dermaga ini antara lain berfungsi untuk meningkatkan lama kunjungan wisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka Kensius Didimus menyambut baik perhatian pemerintah pusat dengan membangun sebuah pelabuhan marina. Pemerintah Kabupaten Sikka sudah menyiapkan areal seluas 2,6 hektare untuk pembangunan pelabuhan marina. Dia berharap pelaksanaan pembangunan segera dilaksanakan sesuai jadwal. (vicky da gomez)

Ket Foto: Camat Waigete Mayella da Cunha (kiri) bersasama Kepala Desa Wairterang Selves Nong Mana, dan seorang pelaku pariwisata Sikka.