Separuh Jiwa Romo Sinyo untuk Lembata, Bupati Yentji Bilang Terima Kasih

by -141 views

LEWOLEBA – Deken Lembata, Romo Sinyo da Gomes, telah 25 tahun menjalani pelayanan imamatnya. Rabu 6 September lalu, Imam Projo Keuskupan Larantuka dari Lebao ini merayakan syukur 25 tahun pengabdiannya sebagai imam, yang seluruhnya diabdikan untuk umat katolik di Lembata. Artinya, separuh jiwanya untuk Lembata. Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur pun menyampaikan terim kasih atas pengabdian Romo Sinyo untuk Lembata.

Seperti dilaporkan Ferry Dasilva, yang dikutip dari laman humas.lembatakab.com, Romo Sinyo da Gomes  adalah imam projo Keuskupan Larantuka asal Lebao, yang telah kurang lebih 29 tahun mengabdikan diri di Kabupaten Lembata. Perjalanan imamatnya mulai dari masa orientasi hingga menjadi imam dan Deken dipersembahkan seluruhnya untuk umat katolik di Dekenat Lembata. Rabu, 06 September 2017  di Lebao Larantuka, beliau merayakan syukur 25 tahun pengabdiannya menjadi imam.

Romo Sinyo mengatakan, sampai 25 tahun pengabdiannya ini, dirinya tidak pernah menyesal menjadi imam. Ia merasa senang dan bahagia menjadi imam walaupun ada tantangan dan sakit hati yang  diterima. Ia mengaku menikmati perjalanan imamatnya dengan penuh sukacita, dalam spirit motto imamat; “Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat”. Romo Sinyo bergembira dalam perjalanan imamatnya, karena  ia hanyalah seorang manusia yang rapuh dan sederhana yang  dipilih  Tuhan  sehingga ia percaya bahwa Tuhan akan memampukannya menjalani tugas-tugas imamatnya.

Hal isitimewa dalam perjalanan imamat Romo Sinyo adalah persembahan dirinya yang total untuk Lembata. “Separuh jiwanya untuk Lembata. Lembata telah menjadi bagian penting dalam perjalanan imamat saya. 25 tahun imamat saya hanya untuk Lembata, karena itu sesungguhnya separuh jiwa saya untuk Lembata,” tutur Romo Sinyo.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Romo Sinyo da Gomes yang telah mempersembahkan diri kurang lebih 29 tahun untuk Kabupaten Lembata.

“Terima kasih banyak untuk Romo Sinyo yang telah bekerja untuk umat yang juga adalah masyarakat di Kabupaten Lembata. Romo telah menunjukkan diri sebagai imam yang rendah hati dan mau bekerjasama dengan siapa saja yang berniat baik membangun Lembata. Romo telah menunjukkan niat baik bekerjasama dengan Pemerintah Daerah walaupun harus jujur diakui bahwa niat baik Romo tidak berjalan mulus. Romo mendapat tantangan yang luar biasa, baik dari dalam maupun dari luar. Tetapi semuanya Romo hadapi dengan sangat tenang. Untuk itu, terima kasih banyak untuk persembahan diri Romo yang khusus untuk Lembata,” tegas Yance Sunur.

Yance Sunur berharap, ke depan gereja dan pemerintah dapat menjalin kerjasama sama yang baik untuk kesejahteraan umat, yang juga adalah masyarakat Kabupaten Lembata. Menurutnya, kerja pemerintah dan gereja memiliki satu tujuan yang sama, yaitu kesejahateraan lahir bathin masyarakat, sehingga mustahil kalau keduanya berjalan sendiri-sendiri. Kerja untuk kebaikan bersama harus juga dilakukan secara bersama-sama agar kesejahteraan masyarakat lebih cepat terwujud.

“Dukungan kita bagi Romo Sinyo tidak cukup hanya dengan doa. Dukungan kita untuk perjalanan imamat Romo Sinyo harus menyata dalam kerja bersama mewujudkan tatanan sosial politik yang lebih baik ke depan,” kata Bupati Sunur.

Acara syukur 25 tahun imamat Romo Sinyo da Gomes yang digelar panitia keluarga berlangsung meriah dengan berbagai acara panggung bercorak khas budaya Lembata dan Flores Timur. Siswa seminari San Dominggo Hokeng tampil menawan dengan permainan musik tradisional dan beberapa lagu rohani dalam bahasa inggris.

Acara dihadiri Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday beserta Forkompinda Lembata, Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon bersama Sekda Flores Timur, para Imam, biarawan-biarawati, umat Paroki San Juan Lebao serta tidak sedikit umat katolik Dekenat Lembata  yang turut mengambil bagian. (ferry/jdz)