Kementerian Pariwisata Bangun Pelabuhan Marina di Wairterang

by -120 views

MAUMERE – Sebuah terobosan luar biasa dilakukan Presiden Jokowi bagi masyarakat Kabupaten Sikka. Melalui Kementerian Pariwisata, pemerintah pusat akan membangun Pelabuhan Marina senilai Rp 400 miliar di Pantai Wairterang, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.

Pelabuhan Marina merupakan dermaga khusus untuk tambat labuh kapal-kapal yacht, berupa kapal-kapal besar, seperti kapal-kapal pesiar. Dermaga ini antara lain berfungsi untuk meningkatkan lama kunjungan wisata. Diharapkan akan berpengaruh positip terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Mengawali rencana pembangunan pelabuhan ini, Dinas Pariwisata Provinsi NTT bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka menggelar Focus Discusion Group (FSG) di Hotel Pelita, Kamis (14/9).

FDG ini melibatkan Direktur CV Saba Consultant Windia Dedi selaku konsultan perenana, para pelaku wisata dan sejumlah pihak yang berkepentingan. Hadir juga antara lain Camat Waigete Mayella da Cunha dan Kepala Desa Wairterang Selves Nong Mana.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Pariwisata Dinas Pariwisata NTT Adelina yang ditemui usai FDG mengatakan, selain di Wairterang, pemerintah pusat juga akan membangun pelabuhan marina di Kabupaten Alor. Dua daerah ini dinilai memiliki objek wisata yang cukp baik. “Hari ini kami menggelar FDG untuk menyampaikan progress kerja tim perencana, menindaklanjuti hasil turun ke lokasi terkait pemilihan dan penetapan lokasi kegiatan, menyampaikan jadwal, dan menerima masukan dan informasi dari mitra kerja,” jelas Adelina.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka Kensius Didimus menyambut baik perhatian pemerintah pusat dengan membangun sebuah pelabuhan marina. Pemerintah sudah menyiapkan areal seluas 2,6 hektare untuk pembangunan pelabuhan marina. Dia berharap pelaksanaan pembangunan segera dilakukan sesuai jadwal.

“Ini sebuah bentuk percepatan pembangunan di daerah-daerah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Setelah FDG ini langsung dibuat design perencanaan, kita harap selesai tahun ini, sehingga pengembangan bisa mulai tahun depan. Secara teknis, pengembangan akan dilakukan dengan sitem muliyears,” jelas Kensius Didimus. Menurut dia, pada awal perencanaan, pemerintah mengusulkan beberapa lokasi pembangunan, antara lain di Napungmali Desa Nangahale. Setelah dilakukan studi kelayakan, rupanya lokasi di Pantai Wairterang menjadi pilihan.

Windia Dedi dari CV Saba Consultant menyebutkan faktor kepemilikan lahan menjadi pertimbangan utama bagi Warterang. Lokasi yang bakal dibangun pelabuhan marina merupakan milik pemerintah kabupaten. Wairterang juga merupakan wilayah yang berpotensi menjadi pemicu peningktan perekonomian masyarakat sekitar, termasuk memberikan efek positip berskala besar kepada Kota Maumere. (vicky da gomez)

Ket Foto: Peserta Focus Group Discusion pose bersama di Hotel Pelita Maumere, Kamis (14/9), usai pertemuan dan diskusi tentang rencana pembangunan Pelabuhan Marina di Desa Wairterang.