Kapal Tanker Kannon Baru Kandas di Pantai Ria Ende

by -254 views

Ende, mediantt.com – Kapal Tanker Kannon Baru kandas  di Pantai Ria, Ende, Sabtu (2/9) pagi. Akibatnya kapal tersebut tertahan di lokasi kejadian dan menjadi tontonan menarik warga Kota Ende dan sekitarnya. Warga datang berbondong-bondong menyaksikan kapal naas tersebut.

Menurut KSOP Ende, Jhon Ola yang ditemui di Pantai Ria mengatakan, kapal tersebut hendak olah gerak untuk menurunkan barang-barang kontainer di Dermaga Ende ,namun saat sedang olah gerak kapal kandas sehingga terhenti.

“Saat itu kapal Tanker Kannon Baru hendak lakukan olah gerak untuk menurunkan barang di dermaga Ende. Saat itulah kapal kandas sehingga terhenti gerakannya,” kata Jhon Ola.

Ia menjelaskan, kandasnya kapal tersebut dikarenakan kondisi air laut yang surut sehingga kapal sulit bergerak. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kapal untuk menarik kapal menuju ke arah laut yang lebih dalam sehingga kapal bisa keluar.

“Mungkin karena air laut surut makanya kapal kandas.Kami sudah berkoordinasi untuk bisa segera menarik keluar kapal,” kata Jhon.

Beberapa warga dimintai komentarnya mengatakan keheranannya terkait karamnya kapal tanker tersebut.Menurut mereka, jika memang akibat air surut mestinya tidak terjadi karena pasti diketahui oleh kapten kapal.

“Mudah-mudahan tidak ada alasan lain yang lebih politis.Misalnya untuk menghambat jalur transportasi di Pelabuhan Ende, karena sekarang sedang ramai-ramainya kapal masuk ke Ende,” kata Muhamad Thamrin, warga Ende Selatan. Apalagi, tambah dia, September ini akan masuk Kapal Umsini sehinggi Ende semakin ramai.

Hal senada dikatakan Ardian So, Sekretaris Forum Peduli Masyarakat Ende. Dia berharap, insiden karamnya kapal tersebut tidak disengajakan untuk menghambat alur transportasi dari dan ke Ende.Menurut dia, mudah-mudahan karamnya kapal dikarenakan kondisi alam bukan oleh sebab-sebab lain yang disengaja.

Tanggung Jawab Nahkoda

Kepala Pelindo Ende, Respati Budi K, ketika dikonfirmasi menjelaskan, karamnya kapal bermuatan kontainer tersebut tergantung skill dari nahkoda dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab nahkoda.

Menurut dia, untuk Pelabuhan Ende  belum sebagai pelabuhan wajib pandu dan tonda. Karena itu,  setiap kapal yang akan sandar di Pelabuhan Ende atau Pelabuhan Ipi wajib mengikuti arahan dari darat.

“Pelabuhan kita di Ende belum masuk dalam kawasan pelabuhan wajib pandu dan tonda. Karena itu setiap melakukan manuver untuk merapat ke pelabuhan wajib mengikuti advis atau arahan dari petugas di darat. Meski demikian, perlu diingat, nahkoda punya otoritas sendiri apakah mau mengikuti arahan dari petugas di darat atau mengambil keputusan sendiri. Dan ini yang terjadi pada kapal kontainer Mentari Line,” terang Respati.

Menanggapi dugaan adanya sabotase diantara nahkoda bisa saja terjadi, namun dalam kondisi komunikasi seperti apa pun kapten tetap harus bertanggung jawab atas keselamatan kapal. Ia  tidak mau mengomentari soal ada tidaknya unsur sabotase atau komunikasi yang tidak bagus di antara nakoda kapal. “Persoalan itu masih harus didalami dengan bukti-bukti laporan kronologis sebelum kejadian sampai dengan kondisi terakir karamnya kapal tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, beruntung di Pelabuhan Ende sudah dilengkapi moring yang berfungsi sebagai tambatan tali untuk menahan kapal sehingga kapal bisa ‘aman’. Disebutkan, jika melihat kondisi kapal yang karam 300 meter dari sisi pelabuhan ke arah utara, jelas tidak akan mengganggu aktifitas bongkar muat.

Seperti yang disaksikan media ini, kapal tersebut berbobot GT 2979 dan Panjang 96 meter nenjadi tontonan warga masyarakat kota Ende.  Kapal itu masuk Pelabuhan Ende sejak Rabu (30/8), namun baru mendapatkan ijin merapat untuk mebongkar muatan pada Sabtu (2/9). (lexi)