WTM Dorong Pengelolaan Kawasan Egon Ilimedo Yang Eco-Populis

by -162 views

Maumere, mediantt.com – Wahana Tani Mandiri (WTM), sebuah lembaga sosial kemasyarakatan di Kabupaten Sikka, terus intens melakukan pendampingan di Kecamatan Mapitara. Kali ini mereka melirik kawasan Egon Ilimedo, dengan mendorongnya menjadi pengelolaan yang eco-populis.

Egon Ilimedo merupakan salah satu kawasan hutan di Sikka yang memiliki luas 19.456,80 hektare atau 78,6 persen dari total luas kawasan hutan Kabupaten Sikka 24,738,43 hektare. Kawasan ini mencakup beberapa kecamatan yakni Waigete, Mapitara, Doreng, Talibura, Waiblama, Bola, dan Hewokloang. Masyarakat pada empat desa di Kecamatan Mapitara mempertahankan hidup dan eksistensinya di kawasan hutan tersebut.

Kawasan ini ibaratnya susu dan madu bagi masyarakat di wilayah itu. Hal ini terbilang kontroversial, karena kawasan ini masih terjadi perdebatan tapal batas 1932 dan 1984, yang berdampak pada ketidakpastian ruang kelola masyarakat.

Untuk mewujudkan niat ini, WTM menggandeng Burung Indonesia dan Critycal Ecosystem Partnership Fund (CEPF). Tiga NGO ini menggelar workshop pengelolaan sumber daya alam dengan tema “Paradigma Perwujudan Pengelolaan Kawasan Egon Ilimedo yang Eco-Populis”, di pelataran Gereja Paroki Hebing, Rabu (23/8).

Program Manager Wahana Tani Mandiri Maumere Herry Naif, dalam press release menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan perlindungan kawasan Egon Ilimedo. Konsep besar ini, sebut dia, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus dibangun sinergisitas kinerja dengan melibatkan berbagai phak.

Workshop satu hari itu dibuka Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, orang yang dikenal juga sebagai pegiat LSM. Hadir antara lain Camat Mapitara Theresia M. Donata Silmeta dan Direktur WTM Maumere Carolus Winfridus Keupung, para kepala desa, dan Ketua BPD, serta kelompok dan kader tani.

Paolus Nong Susar memberikan apresiasi kepada WTM yang berpikir serius dalam rangka penyelamatan lingkungan. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memberi bimbingan dan edukasi kepada warga seperti penertiban pembangunan rumah di dalam kawasan. Ke depan, pemerintah perlu membuat peraturan daerah tentang pengelolaan sumber daya alam.

Winfridus Keupung mengatakan, hutan dipahami sebagai sebuah ruang penting bagi kehidupan manusia yang mana memberi nilai keseimbangan ekologi. Fungsi dan peran kawasan hutan Egon Ilimedo seharusnya memberikan layanan alam yang baik dan nyaman.

Sayangnya, kondisi sudah berbalik, karena kawasan hutan itu sudah mulai banyak gangguan. Hal ini disebabkan berbagai perilaku negatif, seperti perambahan hutan, ladang berpindah dengan sistem tebas-bakar, dan tidak adanya teras sering di lahan yang miring.

“Secara umum dilihat adanya penyebab kemerosotan kualitas lingkungan seperti destructive logging, persoalan tapal batas yang belum tuntas, kesadaran ekologis masih rendah, dan masyarakat di kawasan sebagai objek. Fakta-fakta ini diidentifikasi sebagai situasi yang terberi dari kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang tidak berpihak pada nilai-nilai eco-humanis,” ungkap politiasi asal Partai Nasdem ini.

Camat Mapitara Theresia Donata Silmeta mengakui masyarakatnya banyak yang belum sadar akan kebersihan lingkungan dan pentingnya kawasan Egon Ilimedo. Dia mengajak masyarakat untuk menanamkan pola hidup sehat dan cinta lingkungan.

Workshop ini diiisi dengan sejumlah materi dari beberapa panelis, yang dimoderatori Yohanes Suban Kleden  dari PBH Nusra. Para panelis itu seperti Bisro Sya’Bani dari Kementerian KLHK-Dirjen KSDAE dengan materi Paradigma Baru Pengelolaan Kawasan Konservasi Berbasis Rakyat, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Pengelolaan Kawasan Hutan Vitalis Nong Fendi dengan materi Meneropong Upaya-Upaya Penyelamatan dan Apa Peran Kawasan Egon Ilimedo, Kepala BKSD Sikka Agustinus Dj. Koreh dengan materi Potret Eksistensi dan Ancaman Satwa Liar di Kawasan Egon Ilimedo.

Selain itu, Kepala Dinas LH Yunida Pollo dengan materi Perspektif Penyelamatan Lingkungan Hidup dan Apa Perannya, Pastor Paroki Renya Rosari Hale-Hebing Romo Tasman Ware, Pr dengan materi Pandangan Gereja Masa Kini dalam Upaya Penyelamatan Kawasan Lindung, staf Dinas Pertanian dan Peternakan Markus Dua Lima dengan tema Memotret Pola Pertanian Berkelanjutan dalam Upaya Penyelamatan Lingkungan Hidup di Sikka, serta Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dengan materi Potret Legislasi dalam Penyelamatan Kawasan Egon Ilimedo. (vicky da gomez)

Ket Foto: Program Manager Wahana Tani Mandiri Maumere Herry Naif saat workshp sehari tentang pengelolaan kawasan Egon Ilimedo, di pelataran Gereja Paroki Hebing, Rabu (23/8).