Paskibraka Harus Jadi Panutan dan Militan Menjaga NKRI

by -131 views

KUPANG –  Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya, Jumat (18/8), melepas dan membubarkan anggota Paskibraka Tingkat Provinsi NTT tahun 2017. Gubernur berpesan agar siswa-siswi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), harus menjadi teladan bagi generasimuda dan kader militan dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan spirit Bhineka Tunggal Ika.

“Kalian adalah orang-orang pilihan. Setelah melewati proses pembinaan dan pelatihan, semangat cinta tanah air diharapkan semakin meningkat. Kamu harus menjadi pelopor dan teladan bagi generasi muda dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan semangat Bhineka Tunggal Ika,” kata Gubernur Lebu Raya saat memberikan arahan pada pelepasan  dan pembubaran Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi NTT Tahun 2017 dan Pasukan 45 dari unsur TNI/POLRI di Aula Fernandez,Kantor Gubernur El Tari, Jumat (18/8).

Gubernur juga kembali mengingatkan adanya kelompok-kelompok radikal tertentu yang  menawarkan ideologi lain selain Pancasila, semisal HTI. Menurut beliau, langkah Presiden Jokowi dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas sudah sangat tepat.

“Tentu ada polemik, pro dan kontra terkait hal ini. Namun bagi saya, dasarnya sederhana saja. Kalau memang ormas tersebut bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI, kenapa harus dibiarkan tumbuh dan berkembang? Sejak dulu, saya bersama Forkompinda serta tokoh-tokoh agama sudah sangat tegas menyatakan penolakan terhadap terorisme dan radikalime di bumi NTT,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepada para anggota Paskibraka yang akan kembali ke daerahnya agar menjadi kader-kader militan dalam menjaga NKRI. Sebagai penikmat kemerdekaan yang tidak terlibat untuk mengorbankan nyawa dalam mengusir penjajah, generasi sekarang harusnya punya rasa malu dan berdosa kalau negeri ini terpecah dan hancur.

“Kembali ke daerah masing-masing, kalian harus memelopori kelompok-kelompok diskusi dalam menegakan Pancasila dan semangat kebangsaan. Sikapi masalah-masalah sosial yang ada di sekitarmu secara bijak. Tidak boleh coba narkoba. Anggota Paskibraka harus jadi duta anti narkoba di wilayah masing-masing,” jelas Lebu Raya.

Gubernur juga memotivasi para anggota Paskibraka untuk menguasai teknologi informasi, bermental baja serta memiliki cita-cita besar. Ia juga sangat yakin dengan ketiga hal itu, generasi muda dapat menggapai masa depan yang cerah.

“Masa depan ada di tangan orang yang berani mengambil resiko untuk kepentingan yang lebih besar. Jangan pernah mengeluh dengan kekurangan yang ada karena hal itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Belajar dan bekerja keras yang paling utama, agar terbebas dari kesulitan,” ujar Lebu Raya.

Salah seorang anggota Paskibraka, Ifandri Ndu Ufi, siswi SMAN 1 Rote Barat Laut saat dimintai komentarnya tentang kesannya selama mengikuti pelatihan dan pembinaan mengatakan, sangat bersyukur bisa jadi anggota Paskirbraka Tingkat Provinsi NTT. Menurutnya, aturan yang keras dan disiplin membentuknya menjadi pribadi yang berkarakter.

“Kalau di rumah saya termasuk anak manja, namun dengan mengikuti pembinaan dan pelatihan paskibraka saya dibentuk untuk menjadi pribadi yang mandiri,” jelas wanita yang bercita-cita menjadi polisi wanita tersebut. (hms/aven)