Lebu Raya Sebut Populasi Ternak Sapi Tembus Satu Juta Lebih

by -180 views

KUPANG – Pengembangan ternak sapi yang adalah salah satu tekad dari enam tekad Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi ternak, menunjukan tanda-tanda kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat populasi sementara ternak sapi di NTT hingga Maret 2017 menembus angka 1.003.704 ekor.

Kondisi perkembangan populasi ternak sapi itu, dikemukakan  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ketika menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke 72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (16/8).

Dihadapan, unsur Forkopimda NTT, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan insan pers, Gubernur Lebu Raya menyebutkan, bila dibandingkan dengan populasi ternak sapi tahun 2016 lalu terjadi peningkatan sebesar 9,4 persen. “Tingkat populasi di tahun 2016 sebanyak 984.508 ekor sehingga angka sementara populasi ternak sapi di NTT sampai Maret 2017 sebanyak 1.003.704 ekor,” kata Lebu Raya.

Sedangkan untuk produksi daging sapi sebesar 12.441.780 kilogram atau 12.441 ton lebih (2016) dan produksi daging di tahun 2017 angka produksi sementara mencapai 12.718 ton lebih. Untuk tingkat perdagangan sapi antar pulau, terjadi peningkatan setiap tahun. yaitu sebesar 52.811 ekor (2015) dan meningkat menjadi 63.429 ekor sapi pada tahun 2016.

Kemudian untuk tekad Pemprov  NTT yang lainnya, seperti pembangunan bidang koperasi hingga Juni 2017 terdapat 4.062 unit, yaitu koperasi aktif 3.754 unit dan tidak aktif sebanyak 307 unit koperasi. Sedangkan koperasi di NTT yang memiliki modal sendiri per – 31 Juli 2017, sebesar Rp. 2,4 triliun dan koperasi dengan modal dari luar Rp. 3,3 triliun lebih disertai sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp. 414 miliar lebih.

Dalam upaya pengembangan jagung untuk mewujudkan tekat NTT menjadi provinsi jagung, menurut Gubernur Lebu Raya, produksi jagung dalam tahun 2016, sebesar 688.432 ton atau meningkat 0,49 persen jika dibandingkan dengan produksi jagung pada 2015 lalu, 505.981 ton.

Dilihat dari per musim tanam, lanjut Gubernur, produksi jagung musim tanam Januari hingga April 2017, sebanyak 619.605 ton, meningkat signifikan dibanding periode 2016 yang hanya 511.773 ton. Juga pada musim tanam 2016/2017,  luas areal tanam seluas 318.617 hektar dibanding musim tanam 2015/2016 seluas 283.108 hektar sehingga terjadi peningkatan luas areal tanam 35.505 hektar dan provi si NTT nendapat penghargaan pada penambahan luas areal tanam jagung tertinggi di Indonesia.

Terkait pengembangan cendana, melalui program pengembangan cendana lestari (2016), telah melakukan pengembanvan cendana, di kabipaten Kupang, Alor, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, secara tahun jamak (multi years) seluas 100 hektar. Kemudian terpeliharanya tanaman cendana, pemeliharaan taahun pertama di kabulaten Flores Timur, Alor, Sumba Timur, seluas 30 hektar dan pemeliharaan tanaman tahun kedua, di kabupaten Kupang, lembata, Flores Timur, Alor dan Sumba Timur, seluas 65 hektar, kemudian pemeliharaan tahun ketiga, di kabupaten Akor, Rote Ndao dan Sumba Timur, seluas 50 hektar serta tahun keempat di kota Kupang, seluas 22,7 hektar. Adapun juga usaha swakelola melalui gerakan cendana keluarga dan gerakan cendana pelajar dengan menyediakan bibit anakan cendana sebanyak 100.000 anakan.

Gubernur Lebu Raya menambahkan, pada tahun 2016 untuk perikanan budidaya jumlah produksi sebanyak 5.000 ton lebih,  dengan nilai Rp. 120 miliar dan tenaga kerja yang diserap sebanyak 20.068 orang. Sedangkan produksi rumput laut  basah 1,8 juta ton (2016),  dan rumput laut kering 229.000 ton dengan nilai Rp. 1,48 triliun. Perikanan tangkap dengan produksi sebesar 123.765 ton dengan nilai uang se besar Rp. 1,37 triliun. Sedangkan untuk ekspor 1.259 ton dengan tujuan Amerika Serikat, Jepang, Thailand dan Timor Leste. (hms/son)