Manajemen PSN Ngada Temui Komite Sport Intelegency PSSI

by -147 views

Maumere, mediantt.com – Cerita ricuh pertandingan Final Liga 3 Eltari Memorial Cup (ETMC) sepertinya masuk babak baru. Manajemen PSN Ngada akan melakukan langkah protes kepada PSSI. Keseriusan itu diperlihatkan ketika mereka menemui Ketua Departemen Sport Intelegency PSSI Farry Francis.

Pertemuan antara Manajemen PSN dan Farry Francis terjadi di Hotel Sylvia Maumere, Jumat (11/8) malam. Farry Francis berada di Maumere dalam rangka menjadi pembicara pada sebuah kegiatan yang dilaksanakan Kompas Gramedia.

Mereka yang bertemu Farry Francis yakni Ketua Harian Askab Ngada dan Manajer PSN Ngada Ferdy Burah, Asisten Pelatih PSN Ngada Andy Siwe, dan Kit Man PSN Ngada Oris Folo. Ketua Askab Sikka Agustinus Boy Satrio dan beberapa inisiator Persamimania ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Hadir juga beberapa pengurus Gerindra Kabupaten Sikka seperti Stephanus Say dan Fabianus Bura. Suasana pertemuan berlangsung sederhana, ditemani kopi, minuman ringan dan pisang goreng.

Saat itu Ferdy Burah menyampaikan maksud dan niat mereka bertemu PSSI terkait ricuhnya pertandingan final Liga 3 ETMC 2017 di Ende antara Perse Ende dan PSN Ngada. Sebelum melangkah lebih jauh, Manajemen PSN berpendapat terlebih dahulu bertemu Farry Francis yang kebetulan sedang berada di Maumere.

Secara ringkas Ferdy Burah menceritakan kronologis pertandingan final tersebut, sejak sebelum kick off hingga terjadinya kericuhan. Menurut dia, sejak awal PSN Ngada sudah berkeberatan melaksanakan pertandingan final malam itu. Alasannya karena penonton yang membludak sampai ke garis pinggir pertandingan. Suasana malam itu, kata dia, dari segi keamanan, sangat tidak layak untuk digelar pertandingan final.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dandim, Kapolres, Asprov, dan Panitia, menyampaikan suasana yang menurut kami tidak kondusif untuk pertandingan final. Tapi ada jaminan keamanan dari mereka. Karena itu kami bertanding. Dan benar, saat ada keributan antar pemain dalam lapangan, tiba-tiba penonton sudah menyerbu masuk ke dalam lapangan,” terang dia.

Saat itu lapangan pertandingan sudah tidak terkendali lagi Pemain PSN Ngada pun berlari ke bench untuk mendapatkan perlindungan. Kemudian karena pertimbangan keamanan, ofisial dan pemain PSN Ngada dievakuasi ke locker room. Proses evakuasi, katanya, dikawal ketat anggota Brimob bersenjata lengkap.

Ketua Panitia Penyelenggara sempat mendatangi locker room PSN Ngada. Wakil Bupati Ende itu tidak terlalu lama di situ. Selain itu tidak ada lagi yang mendatangi locker room, termasuk perangkat pertandingan dan Asprov PSSI NTT. Selang beberapa menit kemudian, Panitia Pelaksana menyampaikan Perse Ende sebagai pemenang berdasarkan keputusan Pengawas Pertandingan.

Farry Francis menyambut positip niat baik Manajemen PSN Ngada untuk menyampaikan masalah ini ke PSSI. Dia memberi saran agar pelapor melengkapi bukti-bukti pendukung, dan menyerahkan langsung ke Jakarta. Ferdy Burah pun menyanggupi permintaan tersebut. Dia meyakini akan menyerahkan bukti pendukung.

“Saya juga ikuti perkembangan soal final yang ricuh. Silakan, dan saya kira wajar ajukan protes, karena ini hak PSN Ngada. Kalau surat protes sudah masuk, nanti sampaikan, saya akan bantu mendorong PSSI agar segera memprosesnya,” tegas Ketua Komisi V DPR RI itu.

Sebagai tanda keseriusan akan melaporkan kasus Final Liga 3 ETMC 2017 yang ricuh, Ferdy Burah menyerahkan sejumlah bukti pendukung kepada Farry Francis. Bukti-bukti pendukung tersebut, yang nantinya juga akan diserahklan langsung ke PSSI di Jakarta. Menurut Ferdy Burah, dalam minggu ini mereka sudah memasukan surat protes dilengkapi bukti-bukti pendukung. (vicky da gomez)

Ket Foto: Manajer PSN Ngada Ferdy Burah, di Hotel Sylvia Maumere, JumaT (11/8), menyerahkan bukti-bukti pendukung ricuhnya pertandingan final Liga 3 ETMC 2017 di Stadion Marilonga Ende, Rabu (9/8).