Ribuan Pelajar di Maumere Tulis Surat Buat Presiden Jokowi

by -162 views

Maumere, mediantt.com – Sebanyak 1.300 pelajar sekolah dasar di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (7/8), menulis surat kepada Presiden Jokowi. Kegiatan ini digagas oleh PT Standardpen Indonesia bekerja sama dengan Pemuda Katolik Kabupaten Sikka. Mereka menyebut gerakan ini dengan hagstag  #ayomenulis.

Para pelajar datang dari beberapa sekolah seperti SDI Wairklau, SDI St. Yoseph, SDI Madawat, SDI Sinde Kabor, SDK Maumere 1, SDK Maumere 2, SDK Maumere 3, dan SDK Maumere 4. Seluruh kegiatan terpusat di halaman SDK Maumere 2, Jalan Mgr Sugiyopranata Kelurahan Kota Uneng.

Penggagas menyiapkan sejumlah kendaraan truk guna mengangkut para pelajar dari masing-masing sekolah ke lokasi kegiatan. Jarak antara sekolah ke lokasi kegiatan tidak terlalu jauh. Sejak pagi hari ribuan pelajar sudah memadati halaman SDK Maumere 2.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di halaman sekolah. Cuaca yang panas ditambah debu dari halaman sekolah yang masih bertanah, tidak menyurutkan semangat ribuan pelajar untuk mengikuti kegiatan PT Standardpen Indonesia.

Alhasil, untuk menulis surat buat Presiden Jokowi, para pelajar terpaksa beralaskan koran. Meski dengan kondisi yang demikian, mereka tetap antusias, apalagi terdorong keinginan dan harapan besar bahwa surat mereka dibaca Presiden Jokowi.

Selain mengajak ribuan pelajar menulis surat kepada Presiden Jokowi, pada kesempatan itu PT Standardpen Indonesia membagi-bagi sejumlah sarana pendidikan, seperti alat tulis dan tas sekolah. Sambil mengantri, penggagas mengajak para pelajar menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Tampak para pelajar cukup antusias bernyanyi sambil menerima bantuan sarana pendidikan dari PT Standardpen Indonesia.

Consultant Public Relation PT Standardpen Indonesia Nury Sybli menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan gerakan #ayomenulis yang termuat dalam program CSR, dengan tajuk “Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia”. Kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di Maumere, Kabupaten Sikka, tetapi dilaksanakan juga pada berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami mengajak anak dan guru untuk kembali giat menulis dengan tangan. Ini maksudnya agar anak lebih kreatif dan belajar berani menyampaikan pesan dan berani bertutur,” ujar mantan wartawan yang kini menjadi pegiat literasi.

Dia mengatakan surat yang ditulis untuk Presiden Jokowi, nantinya akan dipilah-pilah untuk memastikan mana yang layak dikirim dan mana yang tidak dikirim. Semuanya tergantung pada substansi dan isi surat itu sendiri. Dia berharap, semua surat yang sudah ditulis para pelajar di Maumere pada akhirnya layak dikirm ke Presiden Jokowi. (vicky da gomez)