Wabup Langoday Ajak Para Kades Jaga Martabat Keluarga dan Suku

by -158 views

LEWOLEBA – Lembata sedang dipimpin dalam situasi yang santun penuh keteduhan. Itu yang sedang dilakukan Wakil Bupati Lembata, Dr Thomas Ola Langoday. Sejak mendampingi Bupati Eliaser Yantji Sunur, dalam setiap kunjungan atau pertemuan dengan staf termasuk para kepala desa, Wabup Langoday selalu memberikan pemikiran-pemikiran yang menyejukan, yang dipastikan menggugah bawahannya. Yang terbaru, Wabup Langoday mengajak para Kepala Desa (Kades) agar dalam menjalankan tugasnya menjaga martabat diri, keluarga dan suku.

“Bapak/Ibu Kepala Desa, uang tidak ada kita minta supaya ada uang. Ketika uang sudah ada, kita pakainya senang, tapi mempertanggungjawabkannya susah. Kalau senang mempertanggungjawabkan maka seharusnya sudah selesai semua pertanggungjawabannya. Kalau sampai dengan 15 Juli  anda belum memasukan laporan, pasti anda semua didemo masyarakat dan minta anda segera meninggalkan kantor desa. Anda senang diusir dari kantor desa? Itu martabat anda, martabat keluarga dan suku dipertaruhkan di situ. Anda mungkin merasa hal biasa tetapi martabat keluarga, istri, anak dan suku dipertaruhkan. Kalau Kepala Desa tidak bekerja dengan baik, maka nama sukunya terbawa-bawa. Semua anggota suku pasti merasakan itu,” begitulah yang dituturkan Wabup Langoday pada Rapat Lengkap Pamong Praja se-Lembata, !2 Juni 2017 lalu, di Aula Kantor Bupati Lembata.

Seperti dilaporkan Ferry Dasilva dari Humas Setda Lembata, Wabup Langoday menuturkan lagi, Kepala Desa seharusnya bisa menjaga martabat suku dan tidak membuat suku menjadi malu. Kepala Desa juga  jangan membuat generasi suku tidak mendapat kepercayaan dalam waktu yang lama.

Menurut Langoday, Lembata kedepan harus dibangun dalam kegembiraan. Lembata jangan dibangun dalam pertentangan, apalagi percecokan. Karena itu, “Hari ini kita ada disini untuk menyamakan persepsi agar Lembata bisa  berlari lebih cepat lagi untuk meninggalkan ketertinggalannya. Berhenti berpikir tentang keterbatasan dan kesulitan. Mulailah berpikir tentang peluang-peluang. Mulailah berpikir tentang inovasi apa yang dapat kita lakukan,” katanya memberi motivasi.

Ia juga mengingatkan agar  ke depan semua Kepala Desa bersama perangkat berusaha meningkatkan kapasitas diri terkait penguasaan tekonologi informasi  (IT), karena  seluruh pengelolaan keuangan daerah akan berbasis teknologi informasi.

“Ke depan kita tidak perlu tunggu sampai bulan Juli. Bulan Maret semua laporan keuangan harus sudah masuk. Kita tidak bisa membangun dengan tergesa-gesa. Yang kita perlukan adalah dana ini  harus cepat dipakai untuk pembangunan di desa. Kalau dana itu tidak dipakai, maka pembangunan tidak jalan. Kalau pembangunan tidak jalan,  maka kesejahteraan masyarakat desa tidak akan terwujud. Kami sudah menemui BPKP karena aplikasi yang kita pakai itu punyanya BPKP dan direkomendasikan oleh Kemendagri dan KPK.  Kita akan tanda tangan kerjasama dengan Kota Surabaya dalam rangka penerapan e-Government dan  e-Budgeting,” tegas Langoday, mengingatkan.

Wabup Langoday  juga berpesan agar  semua Kepala Desa  harus yakin  bisa memajukan Lembata. “Kita semua harus yakin bisa lebih cepat membangun daerah ini. Saya yakin di tangan kita semua Lembata lebih cepat maju. Saya akan Sidak ke semua desa apa saja inovasi-inovasi yang dibuat untuk Lembata lebih cepat maju,” kata doctor pertama Unika Kupang ini. (ferry/jdz)