Optimis Dapat Pintu, Cagub Titu Eki Minta Para Pendukung Bersabar

by -186 views

Kupang, mediantt.com – Bakal calon gubernur NTT, Ayub Titu Eki, sedang merasa tidak nyaman setelah mendapat dukungan dari sejumlah kalangan terutama tokoh-tokoh adat, untuk menjadi Cagub NTT 2018. Sebab, hingga saat ini dirinya terus mendapat telepon menanyakan kepastian dirinya maju sebagai cagub. Karena itu, ia meminta para simpatisan dan pendukungnya untuk bersabar karena semua sedang berproses.

“Saya punya orang-orang tua yang mendorong saya menjadi cagub, selalu telp sama saya tanya kepastian. Saya memang belum memberikan jawaban tapi mereka terus mendorong. Saya bilang sama mereka, masalah politik beda dengan urus adat atau kerja kebun, dll. Ada mekanismenya. Jadi harus bersabar,” kata Titu Eki kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (8/6).

Bupati Kupang dua periode ini mengatakan, perjuangan sedang dilakukan dan proses politik pun sedang dilakukan. “Kita pasti berjuang dan saya sangat yakin akan ada pintu yang terbuka untuk saya,” tegas Titu Eki.

Menurut dia, proses politik menuju Pilgub tahun 2018 sedang berwacana, dan semua kandidat pun sedang melakukan sosialisasi diri. “Tapi semua yang mau maju juga belum jelas pintunya. Mereka yang sudah lebih dulu menyatakan maju juga belum punya pintu, apalagi saya yang baru baru mau maju. Jadi kita sabar saja,” katanya.

Ia juga mengaku yakin bisa mendapatkan kendaraan politik berserta koalisinya, termasuk siapa yang bakal menjadi calon wakil gubernur. “Karena semua belum jelas, maka saya belum mau kunjungi mereka untuk lakukan sosialisadi diri. Kalau sudah jelas, pasti saya kunjungi mereka semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini ia sudah mendaftar di tiga partai politik sebagai bakal calon gubernur, yakni ke PDI Perjuangan, Partai Kebangsaan Bangsa (PKB) dan PKPI. “Saya sudah mendaftar ke tiga parpol (karena ada yang tuntun), dan kita menunggu proses di partai itu. Saya tidak mau dituduh putar balik karena itu harus bersabar. Kalau sudah ada kepastian, kita akan berjuang bersama-sama,” tegas mantan dosen ini, mengingatkan. (jdz)