PKK Harus Terlibat Mengawal Ideologi Pancasila

by -109 views

KUPANG – Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya, mengatakan, gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran strategis dalam menyukseskan pembangunan. Termasuk di dalamnya, menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila.

“Ibu-ibu tidak boleh beranggapan bahwa hal ini bukan menjadi urusan kaum ibu. Semua masyarakat  harus memahami  Pancasila dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Gubernur Frans Lebu Raya pada acara Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (9/6).

Gubernur Lebu Raya mengingatkan, akhir-akhir ini terdapat kecenderungan  semakin memudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bersama.

“Ada anak-anak sekolah yang sudah tidak menghafal lagi urutan sila-sila Pancasila. Di sinilah peran keluarga sangat penting dan mulia. Jangan hanya fokus untuk mengajar anak-anak ilmu pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong dan solidaritas. Pendidikan karakter juga wajib diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Saya berharap agar segenap jajaran PKK mengumandangkan semangat ini sampai ke kampung-kampung serta desa-desa,” tegas Gubernur dalam kesempatan tersebut sembari menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi NTT menolak radikalisme dan ormas-ormasnya seperti HTI, FPI dan sejenisnya.

Wakil Gubernur ini juga mengharapak agar PKK  mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteran masyarakat NTT.

“Gunakan segala potensi yang ada di desa-desa terutama dalam memberdayakan pangan lokal. Kembangkan prinsip PKK dalam program pangan B2SA (Berimbang, Bergizi, Sehat dan Aman). Kita juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisata. Pariwisata harus berdampak langsung bagi masyarakat. Latih para ibu dalam hal kerajinan tangan dan kuliner yang beraneka ragam,” kata Gubernur Lebu Raya.

Sejalan dengan harapan Gubernur, Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PKK terus terlibat aktif dalam upaya menjaga Pancasila.

“Akhir-akhir ini, orang baru mempopulerkan ungkapan Saya Indonesia, Saya Pancasila, tetapi Pengurus PKK sudah menjiwai ini. Hal tersebut telah menjadi prioritas pertama dari sepuluh program PKK yakni penghayatan dan pengamalan Pancasila. Upaya itu semakin gencar dilakukan PKK dengan program Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum),” jelas Lusia Adinda.

Ia juga menjelaskan, lewat berbagai gerakannya, PKK terus berupaya terlibat dalam pembangunan dengan berbagai program unggulannya.

“PKK juga sangat peduli dengan isu-isu utama Provinsi NTT seperti daerah perbatasan, pangan lokal, upaya penekanan kematian ibu dan anak serta berbagai kegiatan positif lainnya. Salah satu program andalan Dasawisma PKK adalah pencatatan secara lengkap data keluarga. Data-data ini dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah, dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasar,” tutup Lusia Lebu Raya sembari mengungkapkan bahwa  PKK Provinsi NTT merupakan PKK satu-satunya di Indonesia yang memiliki Modul PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Holistik Integratif.

Hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Provinsi NTT, Unsur Forkompinda NTT, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, unsur PKK Kabupaten/Kota se-NTT, dan undangan lainnya. (hms/jdz)

Ket Foto : Ibu-ibu PKK peserta Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (9/6).