Poros Baru Mulai Bergerak, Yan Mbuik Daftar Cawagub di PKB NTT

by -98 views

Kupang, mediantt.com – Penggagas Poros Baru untuk Pilgub NTT 2018 mulai bergerak menunjukkan diri sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan dalam perhelatan politik lima tahunan di NTT. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) NTT, yang juga salah satu motor hadirnya Poros Baru, menawarkan Ketua Dewan Pengurus Provinsi-nya, Yan Mbuik, untuk maju sebagai Calon Wakil Gubernur. Selasa (30/5), Yan Mbuik bersama pengurus DPP PKPI NTT mendaftarkan diri ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Cawagub.

Seperti disaksikan mediantt.com, sekitar pukul 13.30 Wita, Yan Mbuik bersama pengurus DPP PKPI tiba di markas partai besutan Gus Dur itu. Mereka diterima Tim Pemenangan Pilkada PKB. Wakil Ketua DPP PKPI NTT, Jefry Un Banunaek, ketika dberi kesempatan untuk menyampaikan niat politiknya datang di markas PKB NTT, mengatakan,kehadiran mereka untuk membuktikan keseriusan Poros Baru  sebagai kekuatan politik yang berhak mengusung calon di Pilgub NTT 2018. “

“Sebagai salah satu dari tiga partai politik bersama PKB dan Hanura, yang menggagas Poros Baru untuk Pilgub NTT 2018, punya niat yang sama mencari pemimpin bersama untuk NTT, dengan proses yang transparan. Hari ini kami datang untuk membuktikan niat baik itu dengan mendaftarkan Ketua PKPI NTT, Yan Mbuik, sebagai cawagub, Terima kasih kepada desk Pilkada PKB NTT yang mau menerima pendaftaran bakal cawagub Yan Mbuik,” kata Jefry yang juga anggota DPRD NTT ini.

Jefry yang juga Ketua Tim Pemenangan Yan Mbuik, menjelaskan, Yan Mbuik adalah calon pemimpin terbaik yang ada di DPP PKPI NTT saat ini. Dengan tahapan yang terbuka saat ini, maka PKPI ingin mengambil bagian dalam suksesi kepemimpinan di NTT tahun 2018.

“Tujuan kita membentuk poros baru itu adalah mencari pemimpin terbaik untuk NTT. Pak Yan Mbuik adalah calon pemimpin terbaik yang dimiliki PKPI saat ini. Kami yakin bahwa kami ada di hati rakyat, di mana apa yang kami lakukan saat ini meruapkan aspirasi rakyat,” tegas anggota DPRD NTT dari Dapil TTS ini.

Ketua DPP PKPI NTT, Yan Mbuik usai diterima pendaftarannya, mengaku optimis Poros Baru yang dibentuk oleh PKB, Hanura dan PKPI akan memiliki kandidat pada Pilgub NTT 2018.

“Kami optimis bahwa poros baru yang dibentuk ini akan bertarung di Pilgub NTT. Hari ini saya mendaftar di PKB sebagai Calon Wakil Gubernur. Kita tidak bisa menampik bahwa adanya poros baru telah membuat dinamika Pilgub NTT semakin menarik,” kata Yan Mbuik.

Ia menjelaskan, poros baru yang dibentuk merupakan sebuah eksistensi partai-partai menengah yang ada di NTT untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Kata dia, tidak bisa ditampik jika partai yang tergabung dalam poros baru telah melahirkan calon pemimpin dan juga wakil rakyat yang duduk di lembaga legislative, baik di Kabupaten, Provinsi hingga DPR RI.

“Kenapa saya memilih menjadi wakil, karena kita juga tahu diri bahwa jumlah kursi kita hanya 3 dan butuh koalisi. Sejauh ini komunikasi dan silaturahmi politik tetap berjalan. Ini juga adalah aspirasi rakyat yang menghendaki agar kami menganbil bagian dalam hajatan Pilgub NTT tahun 2018. Kita ingin memberi pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat,” tegas Yan Mbuik.

Ia juga menjelaskan, mengapa PKB, Hanura dan PKI membuat poros baru, karena ketiga partai ini memiliki perjuangan yang sama, yakni bagaimana memperhankan keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Dasar-dasar perjuangan itulah yang membuat kami bersatu dalam poros baru ini, sekaligus ingin mempersembahkan calon pemimpin terbaik bagi daerah ini,” tandas Yan Mbuik.

Sekretaris Panitia Pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari DPW PKB NTT, Alen Dukabaing juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPP PKPI NTT yang telah mendaftarkan diri ke PKB NTT. Hingga saat ini sudah ada 13 orang yang mengambil formulir dan 11 orang telah mendaftar di PKB NTT.

“Semua calon akan diseleksi lewat musyawarah DPC. Ini adalah Rumah Aspirasi sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Yan Mbuik dan teman-teman yang telah mendaftarkan diri lewat PKB,” katanya. (jdz)