Tidak Boleh Ada Pemotongan Jatah Beras Sejahtera

by -100 views

Kupang, mediantt.com – Walikota Kupang, Jonas Salean, meminta perangkat kelurahan untuk tidak boleh melakukan pungutan dan pemotongan jatah beras sejahtera yang menjadi warga penerima.

“Saya minta tidak boleh ada pungutan terkait distribusi beras dan tidak boleh ada pemotongan jatah beras yang disiapkan 15 kg per kepala keluarga,” kata Jonas Salean, ketika menyerahkan beras sejahtera kepada warga penerima di Rumah Jabatan Walikota, Selasa (23/5).

Ia juga mengingatkan Lurah agar tidak marah-marah kepada warga penerima beras sejahtera pada saat penyaluran beras tersebut. “Jangan marah-marah warga. Berikan sesuai hak warga, dimana Triwulan I setiap KK memperoleh 45 kg, yang disalurkan di enam kecamatan,” ujarnya, dan mengingatkan Asisten II Kota Kupang agar berkoordinasi dengan Lurah untuk distribusi. “Lakukan tugas dengan tulus,” harap dia,

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Feliseberto Amaral, mengatakan, alokasi penerimaan beras sejahtera untuk 12.491 kepala keluarga (KK) tahun 2016, meningkat 13.740 KK tahun 2017. “Karena ada penambahan jumlah penerima, maka setiap lurah segera mengadakan Musrembang tingkat kelurahan,” katanya.

Ia mengatakan, beras sejahtera itu ditujukan kepada warga tidak mampu yang berhak menerima 15 kg per KK. “15 kg memang tidak cukup untuk satu bulan, tapi kekurangan itu kita harapkan mereka (warga) dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Menurut dia, semua pendistribusian beras sejahtera ini terpusat di kelurahan, dan diharapkan tidak mengganggu aktifitas administrasi. “Jika ditemukan ada beras yang tidak bermutu baik, harus segera dikembalikan ke Bulog karena kita sudah habiskan dana sebesar Rp 8 miliar dan sudah ada MoU antara Menteri Sosial dan Perum Bulog. Jadi Lurah harus periksa mutu beras, masyarakat juga harus melihat mutu beras,” tambah Walikota Jonas Saelan.

Kadis Sosial menambahkan, masyarakat miskin di Kota Kupang sebanyak 16 persen dari jumlah warga Kota Kupang tahun 2016. Dan, di tahun 2017 turun 6 persen. “Semoga pemerintah baru dapat menerapkan program baru yang pro rakyat sehingga secara bertahap mengatasi kekurangan,” imbuh Jonas Salean. (rb)

Ket Foto : Walikota Kupang, Jonas Salean, menyerahkan beras sejahtera kepada warga penerima di Rujab Walikota Kupang, Selasa (23/5).