Merajut Kebersamaan Untuk Lembata Yang Berjaya

by -185 views

KUPANG – “Satu Lembata, Satu NTT, Satu Indonesia”, itulah tema besar dengan potret Yantjie Sunur bersama Thomas Langoday di tengah lautan massa saat kampanye sebelum Pilkda Lembata, 15 Februari lalu. Tema malam syukuran pelantikan ini tentu bukan tanpa alasan. Di tengah situasi bangsa yang sedang terancam kebinekaannya, Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliazer Yantji Sunur-Thomas Langoday, tentu punya alasan tersendiri, sebagai bagian dari syukuran setelah dilantik oleh Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya, Senin (22/5).

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, yang hadir sebagai koalisi partai pendukung Yantjie-Thomas yang bersandi politik Sunday, membaca tema itu dalam perspektif situasi bangsa Indonesia hari-hari ini.

“Di tengah situasi nasional yang tengah terancam keutuhan dan kebinekaannya, tema ini memberi pesan penting sebagai wujud visi dan misi besar Bupati dan Wakil Bupati Lembata untuk membuat semua menjadi satu dari latar belakang yang berbeda-beda. Karena Pak Yantji dan Thomas mau menjadi pemimpin bagi semua rakyat Lembata, baik yang dukung maupun yang tidak mendukung, yang pilih dan tidak memilih. Apalagi, paket Nomor Lima ini melambangkan Pancasila yang mempersatukan semua rakyat Lembata,” kata politisi Partai Golkar ini ketika memberikan sambutan pada malam syukuran pelantikan di Restauran Timor Raya, Senin (22/5) malam.

Syukuran kemenangan itu dihadiri kurang lebih seribu lebih warga Lembata diaspora di Kota Kupang, juga sejumlah delegasi dari Pemkab Lembata, dan DPRD yang turut hadir menyaksikan pelantikan pemimpin Lembata periode 2017-2022. hadir pula pimpinan partai pengusung antara lain, Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra, dan PPP.

Menurut Anwar, Bupati Yantji Sunur adalah sosok yang fenomenal, sekaligus ‘kontroversial’, tapi itulah pemimpin Lembata yang kembali terpilih untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan periode pertama lima tahun lalu.

Anwar yakin Lembata dibawah kepemimpinan Yantji-Thomas akan lebih baik. “Saya yakin Lembata akan lebih baik pada periode kedua kepemimpinan Yantji dan Lembata akan lebih maju, bersinar dan berjaya demi mewujudkan Lembata, NTT dan Indonesia yang satu,” tegas Anwar, dan berpesan, Lembata memiliki beragam potensi yang berserakan, silahkan dihimpun menjadi satu kekuatan.

Sementara itu, Bupati Yantji Sunur ketika didaulat memberikan sambutan, dengan spontan mengajak wakilnya Thomas Langoday untuk mendampinginya di panggung syukuran itu. Yantji malah memberi kesempatan pertama kepada wakil untuk bicara. Thomas pun berkata, “Malam ini kita semua hadir di tempat ini untuk mensyukuri pelantikan kami, tapi juga mensyukuri kemenangan yang telah diperoleh dengan susah payah. Karena itu, kami butuh dukungan untuk membangun Lembata. Getaran dinamika selama Pilkada lalu sangat luar biasa. Tapi, kami telah menjadi bupati dan wakil untuk seluruh rakyat Lembata. Kami ajak semua rakyat Lembata kita bersatu dalam tekad yang sama untuk memajukan Lembata”.

Dosen dan juga analis ekonomi dari Unika Kupang ini pun memberikan kesempatan kepada Bupati Yantjie untuk melanjutkan sambutan, dan dngan guyon Thomas menuturkan, ‘Jangan ada dua matahari di atas satu panggung’.

Bupati Yantji pun mengatakan, ketika selesai pelantikan, wartawan bertanya apa program kerja dalam 100 hari, ia tegas menjawab “Saya ini bupati senior. Lembata on star, jadi tidak ada program 100 hari karena sudah ada rekaman program yang siap dikerjakan”.

Tentang tema sykuran pelantikan ini, Bupati Yanjti menjelaskan, “Tema ini lahir dari permenungan bahwa semua menjadi satu hati untuk bersama membangun Lembata. Tema ini sangat situasional dengan kondisi kebangsaan kita saat ini. Kami akan mengajak semua pihak untuk bersatu membangun Lembata yang satu, untuk NTT yang satu dan Indonesia yang satu. Itulah filosofinya”.

Ia juga mengatakan, Lembata siap menggenjot semua potensi, terutama pariwisata, pertanian dan kelautan. “Tapi kami akan lebih fokus kepada peningkatan pendapatan untuk membiayai daerah sendiri,” tegasnya, dan memastikan bahwa tahun depan (2018) akan dibangun Pabrik Ikan Kaleng di Lembata.

“Ini hanya gambaran ringkas tentang program prioritas untuk Lembata lima tahun ke depan, tapi kami akan menyampaikan semua ini secara lengkap dalam sidang paripurna di DPRD Lembata tanggal 26 Mei, selanjutnya mulai on star membangun Lembata.

Target kita, lanjut dia, tahun 2025 Lembata menjadi kabupaten industri. “Tapi perlu kemitraan yang sinergis dengan DPRD sebagai mitra. Saya harap pengalaman yang buruk (dengan DPRD) tidak lagi dibicarakan. Kita bicara ke depan untuk Lembata yang lebih baik,” tegas Bupati Yantji Sunur.

Malam syukuran itu juga dimeriahkan oleh Asad Band yang melantunkan lagu-lagu daerah, termasuk lagu wajib ‘Tanah Lembata Helero” karya Gerady Tukan. Gerady juga menampilkan anak-anak Lembata yang menghibur dengan musik dan nyanyian penuh harmoni.  (jos diaz)