KM Naga Laut Hilang Kontak Sejak 4 Mei

by -178 views

KUPANG – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Nusa Tenggara Timur sedang mencari sebuah kapal nelayan KM Naga Laut yang kehilangan kabar sejak melaut pada 4 Mei 2017 di perairan selatan Laut Timor.

“KM Naga Laut berangkat dari TPI Tenau sejak 4 Mei 2017 lalu namun hingga kini belum ada kabar,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi HNSI NTT Abdul Wahab Sidin ketika menghubungi Antara di Kupang, Selasa.

Wahab yang juga seorang nelayan yang bermarkas di Terminal Pendaratan Ikan (TPI) Tenau, Kota Kupang itu menjelaskan, KM Naga Laut berkapasitas 6 gross tonnage (GT) melaut dengan alat tangkap pancing hulur dan dinahkodai Melki Dapa dengan jumlah awak kapal enam orang.

Namun sejak berangkat melaut sampai saat ini belum ada kabar bahkan pihaknya sudah mencoba menghubungi nahkoda lewat radio kapal namun tidak terkonfirmasi, katanya.

Kapal itu, lanjutnya, semestinya sudah kembali ke pelabuhan sesuai Surat Laik Operasi (SLO) dengan batas waktu melaut selama 10 hari.

“Dari batas waktu melaut harusnya sekitar tanggal 14 Mei kapal sudah kembali ke TPI Tenau, tapi sampai sekarang sudah lebih dari satu minggu dan kami belum dapat kabar,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga baru saja menghubungi Otoritas Shabandar setempat namun keberadaan kapal tersebut masih belum bisa dihubungi.

“Saya juga sudah tanya ke teman-teman nelayan yang melaut di perairan selatan Laut Timor namun mereka juga mengaku tidak menemukan mereka,” katanya.

Wahab mengatakan, pemilik kapal maupun nelayan setempat merasa khawatir saat ini terus mencari nformasi keberadaan kapal itu melalui kapal-kapal nelayan yang masih melaut di sekitar perairan Laut Timor maupun pemerintah atau aparat keamanan setempat.

Pihaknya berharap, pemerintah setempat maupaun pihak terkait segera ikut membantu melakukan pencarian terkait keberadaan kapal tersebut.

“Kami belum tahu penyebabnya karena nahkoda kapal sampai sekarang tidak bisa dihubungi sama sekali. Kita berharap semoga tidak terjadi apa-apa hingga ditemukan,” katanya.

Bantuan SAR

Sementara itu, Kantor SAR Kupang terus bersiaga memantau informasi terkait kapal nelayan KM Naga Laut yang hilang kontak ketika pergi melaut di perairan selatan Laut Timor sejak 4 Mei 2017 lalu.

“Pemilik kapal KM Naga Laut pak Rudi sudah melapor kepada kami kemarin (Senin, 22/5), tapi dia tidak bisa menjelaskan posisi kapalnya di mana, tujuannya ke mana,” kata Kepala Kantor SAR Kupang Gede Ardana saat dihubungi Antara di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan, mengingat informasi yang disampaikan pemilik kapal tersebut belum jelas, pihaknya masih terus memantau informasi terbaru untuk melakukan pencarian.

“Jadi kami juga belum tahu mau mencari kemana karena informasi yang dilaporkan tidak jelas keberadaan dan tujuan kapal kemana, apalagi laut kan sangat luas, tapi kami tetap siaga sehingga ketika ada informasi terbaru kami langsung bergerak,” katanya lagi.

Gede menjelaskan informasi yang diperoleh dari pemilik kapal bahwa KM Naga Laut yang berkapasitas 6 gross tonnage (GT) melaut dengan alat tangkap pancing hulur itu berangkat melaut pada 4 Mei 2017.

Namun, lanjutnya, jumlah nelayan yang berada di kapal seperti yang dijelaskan pemiliknya sebanyak enam orang termasuk nakhoda.  “Tapi pemilik kapal juga bilang bahwa biasanya 20 hari baru kapalnya pulang berarti kan kalau terhitung hari ini belum sampai 20 hari,” katanya lagi.

Ia mengatakan, pemilik kapal bersama nelayan setempat juga sedang melakukan pencarian hingga ke sekitar perairan Timor Leste namun hingga kini belum ditemukan.

Pihaknya sudah mengeluarkan maklumat pelayaran pada Senin (22/5) melalui Kantor Navigasi Kupang, KSPO Kupang, KUPP Atapupu Kabupaten Belu, Lantama VII Kupang maupun pihak terkait lainnya.

“Kami sudah sebarkan informasi melalui maklumat pelayaran apabila menemukan kapal KM Naga Laut, agar bisa memberikan bantuan dan segera melaporkan ke Kantor SAR sehingga kami langsung bergerak,” katanya.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia NTT Abdul Wahab Sidin mengataka pihaknya juga baru saja menghubungi Otoritas Syahbandar setempat namun keberadaan kapal tersebut masih belum bisa dihubungi.

“Saya juga sudah tanya ke teman-teman nelayan yang melaut di perairan selatan Laut Timor namun mereka juga mengaku tidak menemukan kapal itu,” katanya pula.

Wahab mengatakan, pemilik kapal, keluarga nelayan maupun nelayan setempat terus merasa khawatir dan masih memantau infromasi lewat kapal nelayan yang sudah melakukan pencarian. (ant/jk)

Foto : Ilustrasi.