Diterima Jadi Anak Rote, Tokoh Adat Rote Minta Ini Kepada Melki Laka Lena

by -201 views

Rote Ndao, mediantt.com – Di setiap daerah yang menggelar Sayembara Ayo Bangun NTT, sang inisiator yang juga Ketua Yayasan Melki Laka Lena, selalu diterima secara adat dengan sapaan yang syarat makna. Di Rote Ndao, Melki Laka Lena juga diterima secara adat, dan menjadi anak Rote Ndao. Tapi ada pesan penting kepada Melki untuk memperhatikan orang-orang sudah di wilayah terselatan NKRI itu.

Pesan itu diutarakan tokoh adat Rote Ndao dari suku Mbau Leok di Ex Nusak Dengka, Kecamatan Rote Barat Laut, Martinus Selly. Dalam tutur adat Rote ketika menerima kehadiran Melki Laka Lena, ia menuturkan, masyarakat Rote Ndao sangat menaruh harapan kepada Melki sebagai sosok muda, Cagub NTT dari Partai Golkar ini, bahwa apabila terpilih nanti, maka jangan pernah melupakan orang-orang susah seperti janda, duda, fakir miskin dan anak terlantar di Rote Ndao.

“Bila terpilih (nanti) tolong memperhatikan janda, duda, fakir miskin dan anak terlantar dan jangan lupa memperhatikan dan membangun NTT, khususnya Rote Ndao,” kata Martinus dalam bahasa adat.

Selain tuturan adat, Laka Lena juga disambut dengan adat setempat berupa bunyi-bunyian gong dan tambur, setelah itu dikenakan topi Ti’i sebagai symbol bahwa Melki Laka Lena telah diterima sebagai bagian dari orang Rote Ndao.

Usai pengenakan Ti’I Langga, Melki Laka Lena yang didampingi salah satu Dewan Penasehat Partai Golkar Rote Ndao, Cornelis Feoh, yang juga salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaen Rote Ndao, diarak dengan pasukan berkuda menuju tempat penyelenggaraan kegiatan Sayembara, “Ayo Bangun NTT” .di Gedung Serba Guna Graha Narwastu Lekioen Ba’a Kecamatan Lobalain, Senin (22/5).

Laka Lena, pendiri Yayasan Tunas Muda Indonesia, (YTMI), tiba di Rote Ndao, Senin (22/05/2017), pukul 03.36 Wita untuk menghadiri Sayembara, “Ayo Bangun NTT,” di Gedung Serba Guna Graha Narwastu Lekioen.

Dialog dan Sayembara itu dibuka oleh Yohanes B. Ndolu, seorang Tokoh Teladan yang selama ini bergerak di bidang Revitalisasi Budaya. Dalam sambutannya Jhon menceritakan perjalanannya melakukan gerakan revitalisasi budaya khusus di Rote Ndao.

Menurut dia, tradisi yang turun temurun di masyarakat adalah lingkaran setan yang membelit atau menghambat masyarakat Rote untuk maju di bidang pendidikan. Sebab, budaya tersebut dilaksanakan dengan menghambur-hamburkan uang. “Upacara Tu’u kematian, misalnya, dilakukan dengan menyembelih puluhan sapi dan pesta pora. Upacara itu digelar berminggu-minggu. Ongkosnya bisa mencapai ratusan juta rupiah,sehingga banyak warga rela menjual tanah dan harta untuk menggelar pesta mewah itu,” kata pria kelahiran 26 Januari 1963 itu.

Akhirnya, sebut dia, bermodal nekad dalam kapasitas sebagai kepala suku, ia meminta komitmen warga untuk mengubah tradisi Tu’u itu. Dan berkat perjuangannya itu, ia mendapatkan penghargaan dari Kemendikbud dan tampil dalam acara Kick Andy sebagai tokoh teladan revitalisasi budaya di Rote Ndao.

Tertinggal

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Cornelis Feoh, dalam Sayembara itu mengatakan, Rote Ndao merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Australia, tetapi dalam proses pembangunannya masih jauh tertinggal dari kabupaten perbatasan lainnya.

“Menurut saya, ada keganjilan dalam pemerataan pembangunan di daerah terkhusus daerah perbatasan,” kata Cornelis Feoh.

Karena itu, menurut dia, bila Melki Laka Lena terpilih menjadi Gubernur NTT maka tolong perhatikan Kabupaten Rote Ndao yang juga merupakan kabupaten perbatasan. “Kami sedikit iri ketika pembangunan hanya khusus di daerah perbatasan lain seperti Belu dan Malaka karena kami di Rote tidak dipikirkan,” katanya.

Menanggapi itu, Melki Laka Lena mengatakan, Rote Ndao merupakan kabupaten yang sangat seksi kalau ditata dengan baik. “Potensi pariwisatanya luar biasa dengan potensi alam yang sangat baik,” katanya.

Selain itu, menurut dia, dalam bingkai NKRI, Kabupaten Rote Ndao merupakan kabupaten ujung selatan yang lautnya perbatasan langsung dengan benua Australia. “Salah satu contoh pariwisata yang mulai terkenal adalah Pantai Nembrala, jika ini dikelola dengan baik pastinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao,” katanya. (jdz)