Dengan Modus Oles Autan, Pria Beristri Cabuli Lima Pelajar

by -86 views

Maumere, mediantt.com – Seorang warga Kelurahan Wolomarang, berinitial F, dijadikan tersangka pencabulan. Pria beristri dengan tiga anak ini nekad meraba-raba seluruh tubuh 5 anak di bawah umur dengan modus mengoleskan autan saat korban menginap di rumahnya. Korban merupakan anak tetangga, yang adalah teman bermain anak sulungnya.

Pelaku yang sehari-hari menjaga kios di rumahnya, kini mendekam di tahanan Polres Sikka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijemput aparat keamanan pada Minggu (14/5), dan sejak Senin (15/5) resmi menyandang status tersangka.

Kasat Reskrim Polres Sikka Andri Setiawan di Mapolres Sikka, Senin (15/5), menerangkan pelaku melanggar Pasal 82 ayat (1) dan ayat (4) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku sudah kami tahan, dan kini statusnya tersangka. Baik korban dan tersangka sudah kami periksa. Keterangan pelaku masih berbelit-belit, dan dia tidak mengakui perbuatannya. Silakan itu haknya dia, tapi kami memiliki alat bukti untuk menjadikan dia tersangka,” jelas Andri Setiawan.

Menurut Andri, perbuatan pelaku sudah belangsung sejak 3 bulan lalu. Pelaku memanfaatkan kesempatan ketika korban menginap di rumahnya. Saat korban tidur, pelaku mengoles autan ke tubuh korban, termasuk di bagian buah dada dan kemaluan korban.

Dia menambahkan, pelaku mengoles autan dengan menggunakan tangannya. Niat pelaku mengoles autan itu atas dasar inisiatif sendiri karena tanpa permintaan para korban. Bahkan pelaku juga tidak pernah menawarkan inisiatif tersebut.

Ditemui di ruang pemeriksaan, Senin (15/5), tampak pelaku menutup wajahnya dengan jaket hitam yang dikenakan. Ia mengatakan, korban adalah teman-teman bermain anaknya. Sejak 3 bulan lalu, sesewaktu korban menginap di rumahnya. Karena alasan di rumahnya banyak nyamuk, saat para korban sedang tidur, pelaku pun mengoles autan ke tubuh korban.

Dia membantah jika perbuatan mengoles autan ke tubuh korban adalah bentuk pencabulan. Menurut pelaku, dia tidak punya niat sedikit pun untuk melakukan pencabulan kepada korban. Karena selain korban, dia juga mengoles autan ke anak perempuannya yang tidur bersama-sama korban.

Urbanus, salah satu orang tua korban, yang ditemui di Polres Sikka, Senin (15/5), menyesalkan perilaku F yang adalah tetangga sendiri. Dia mengaku baru mengetahui persoalan ini setelah mendengar cerita dari  anaknya. Dua anak Urbanus yang masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi korban pencabulan.

Pantauan media ini, para korban didampingi orang tua dan beberapa staf TruK-F (Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores) saat itu sedang berada di Polres Sikka. Para korban didampingi orang tua memberikan keterangan kepada penyidik.

Sementara itu, istri pelaku pun tampak berada di Polres Sikka. Dia membawa serta seorang anak laki-laki yang masih kecil. Sesekali anak laki-laki ini menggedor pintu ruang pemeriksaan untuk bertemu ayahnya.

Beberapa keluarga pelaku juga tampak hadir di Polres Sikka. Mereka mengaku baru datang dari kampung, setelah mendapat informasi tentang masalah yang dihadapi saudara mereka. Seorang keluarga F menuturkan, pihaknya tengah berupaya mencarikan jalan agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Keluarga F pun mengkomunikasikan niat berdamai ini kepada salah satu orang tua korban. Tampak mereka duduk bersama-sama di depan ruangan Unit Identifikasi. Belum diketahui sejauh mana upaya damai ini dikomunikasikan.

Andri Setiawan menjelaskan, pihaknya menghormati upaya damai yang diinisiatif keluarga pelaku. Meski demikian, katanya, untuk kasus seperti ini, karena sudah dilaporkan ke kepolisian maka sangat sulit ditempuh jalan damai. Menyelesaikan secara kekeluargaan justeru akan berdampak negatif dan menjadi preseden buruk di tengah masyarakat. (vicky da gomez)

Ket Foto: Pelaku pencabulan terhadap 5 orang pelajar, menutup wajahnya menggunakan jaket, saat memberikan keterangan pers disaksikan Kasat Reskrim Polres Sikka Andri Setiawan di Polres Sikka, Senin (15/5).