Belum Ada Surat Resmi dari Depdagri Soal Pelantikan Bupati dan Wakil

by -150 views

Lewoleba, mediantt.com – Kendati sudah ada informasi tentang pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih, Eliaser Yantji Sunur-Thomas Ola Langoday, pada 22 Mei 2017, namun Bagian Pemerintahan Setda Lembata hingga saat ini belum mendapat surat resmi dari Depdagri soal tanggal pelantikan tersebut.

“Setahu saya, dalam surat dari pusat tidak ditulis tanggal pelantikan, tapi yang saya tahu pelantikan kepala derah terpilih tahap pertama bulan Mei. Informasi tanggal 22 Mei itu bahasa koran karena sampai hari ini kami juga belum menerima surat resmi dari Dirjen Otonomi Daerah atau Depdagri terkait jadwal pelantikan,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Lembata, Stanisius Kabesa Langoday kepada mediantt.com, Jumat (12/5).

Ia juga membantah kabar yang beredar bahwa Karo Pemerintahan Provinsi NTT menolak memeriksa atribut pelantikan. “Itu tidak benar,” ujarnya.

Alasannya, sebut dia, sampai saat ini biro tata pemerintahan NTT belum menerima surat resmi terkait jadwal pelantikan bupati dan wakail bupati terpilih pada Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

“Mereka (Biro Pemerintahan NTT) belum bisa melakukan pemeriksaan (atribut pelantikan) karena belum ada surat resmi dari pusat ke propinsi terkait pelantikan,” tegas mantan Camat Nagawutun ini.

Ia menambahkan, belum ada petunjuk sehingga belum bisa dilakukan pemeriksaan terkait atribut pelantikan. “Tapi hasil konsultasi ke pusat, pelantikan kepala daerah terpilih tahap pertama antara tanggal 22 Mei hingga 7 Juni 2017,” tegas Stanis Langoday.

Sekadar tahu, informasi yang diterima mediantt.com dari Jakarta menyebutkan, bahwa sudah ada surat Edaran (SE) dari Kementerian Dalam Negeri Nomor SE. 162/3484/OTDA, yang isinya  antara lain, calon bupati dan calon wakil bupati, wakilota dan wakil walikota yang terpilih, yang masalah jabatannya sudah berakhir bulan Juli 2016 hingga Mei 2017, pelantikan dilakukan serentak pada 22 Mei 2017.  (steny)

Ket Foto : Kabag Pemerintahan Setda Lembata, Stanisius Kabesa Langoday (kiri) bersama salah seorang koleganya.