Pesan Adat untuk Laka Lena dalam Hentakan Lego-lego

by -132 views

Kalabahi, mediantt.com – Dukungan dan simpati masyarakat kepada politisi Partai Golkar, E. Melkiades Laka Lena, terus meluas, selama berlangsungnya Sayembara Ayo Bangun NTT. Pesan-pesan politik dan gagasan-gagasan cerdas pun sudah direkam untuk dijadikan pedoman membangun NTT ke depan, jika Melki Laka Lena, dipercaya memimpin NTT. Di Kabupaten Alor, Melki pun mendapat sambutan meriah secara adat, sekaligus mendapat pesan adat yang syarat makna.

Menariknya, pesan adat itu disampaikan tokoh adat dari Sanggar Makalafang, Karel Malbieti, dalam hentakan lego-lego, tarian khas Bumi Kenari dari Kampung Adat Takpala, yang disiapkan khusus untuk menjemput Melki Laka Lena, yang sedang disurvei parti golkar menjadi cagub NTT.

Seperti dilaporkan dari Kalabahi, kehadiran Melki Laka Lena mendapat sambutan hangat denan tarian adat khas Alor, Lego-lego di halaman Hotel Nusa Kenari, Rabu (10/5) siang.

Usai pengalungan selendang, Laka Lena langsung disambut dengan prosesi adat. Ia dikalungi selendang dan juga diberi siri pinang. Laka Lena terlihat menikmatinya.

Rombongan penari asal sanggar Makalafang, Kampung Adat Latifui, Desa Lembur Barat, yang menanti kehadiran Laka Lena sudah sejak beberapa jam itu, langsung membentuk lingkaran lego-lego dan mengantarkan Laka Lena ke dalam lingkaran lego-lego bersama warga kampung adat, dalam iringan bunyi gong dan tambur.

Karel Malbieti dalam iringan lego-lego berkata; “Selamat datang Melki Laka Lena”. Ia juga menyampaikan harapan bahwa kehadiran Laka Lena yang punya impian membangun NTT ke depan, harus bisa melihat Bumi Kenari, Alor.

“Dalam pantun saya (tadi), saya mengibaratkan pak Melki itu Ayam Jantan NTT. Artinya, apabila dia naik diatas kursi yang diinginkan (gubernur, red) , tolong lihat ini Alor,” kata Malbieti kepada wartawan.

Menurut dia, pesan adat dalam lingkaran lego-lego yang diungkapkan itu, bukan hanya kepada Melki Laka Lena, namun ia pun pernah sampaikan kepada politisi Golkar di DPP yang kini mempunyai mimpi untuk menjadi bupati Alor, Imanuel Blegur.

“Kemarin om Ima (Imanuel Blegur, red) datang juga saya sampaikan seperti ini. Bila dia naik diatas kursi yang diinginkan, tolong lihat ini Alor, lebih khusus Sanggar Makalafang di Desa Lembur Barat,” katanya.

Potensi Anak Muda Cukup Besar

Dalam dialog Sayembara Ayo Bangun NTT, Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia, Melki Laka Lena mengatakan, potensi anak muda Alor cukup besar, yang mesti digerakkan secara bersama agar bisa bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Salah satu caranya adalah kita mesti kembangkan ekonomi kreatif di Alor. Maksudnya, melepas hasil pertanian ke pasaran sudah dalam bentuk jadi atau setengah jadi,” kata Laka Lena.

Dan, sektor pariwisata, menurut Melki, merupakan pasar yang cocok bagi ekonomi kreatif. Karena itu, kendala-kendala yang berkaitan dengan sektor pariwisata mesti diprioritaskan.

“Sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai lahan untuk memasarkan hasil pertanian yang sudah diolah,” saran Melki.
Ia juga tidak bisa menampik kalau semua sektor tersebut bisa terwujud kalau ditopang oleh sumber daya manusia yang memadai. “Sumber daya manusia harus dipersiapkan sungguh-sungguh sehingga bisa memahami ekonomi kreatif dan bisa mengembangkan semua potensi yang ada,” ujar Laka Lena.

Menurut Melki, sektor pariwisata di Alor diharapkan menjadi salah satu lokomotif penggerak ekonomi lokal untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kalender pariwisata lokal yang ada di NTT perlu dipetakan, ditemakan dan dikemas dengan baik, sehingga menjadi komoditas unggul yang dapat menjadi daya tarik wisatawan,” kata Melki.

Ia juga mengatakan, potensi pariwisata di alor sangat luar biasa bahkan taman lautnya terbaik kedua di dunia yang perlu dipromosikan secara berkesinambungan. “Promosi pariwisata di NTT perlu dilakukan secara sistematis dalam satu kesatuan wilayah melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pelaku pariwisata dan media massa baik lokal maupun nasional,” kata Cagub NTT 2018 ini.

Hadiri Aksi 1000 Lilin

Di sela-sela Sayembara Ayo Bangun NTT di Hotel Kenari, politisi Golkar yang juga sahabat Ahok, Melki Laka Lena berkesempatan menghadiri aksi pembakaran 1000 lilin untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, di lapangan mini Kalabahi, yang diprakarsai Sahabat Ahok Alor (Sadar).

Ia hanya pamit 15 menit ke panitia Sayembara setelah mendengar adanya aksi pembakaran lilin untuk Ahok Ia pun ke lokasi menggunakan sepeda motor dan berbaur berbaur bersama komunitas Sadar membakar lilin untuk memprotes ketidak-adilan hukum terhadap Ahok.

Laka Lena mengaku terkesima dengan aksi sosial yang dihelat sejumlah pemuda yang menamakan diri SADAR. “Saya besok ke Sumba. Saya akan menyampaikan kepada pemuda di sana terkait aksi ini. Ini sangat bagus,” ujar Laka Lena didampingi Ketua SADAR, Lomboan Djahamouw.

Laka Lena berjanji akan menyiapkan waktu khusus untuk menemui Ahok untuk menyampaikan pesan bahwa Ahok tidak berjuang sendiri. “Saya akan menemui Ahok. Saya akan bilang saudara-saudari Ahok dari Alor turut mendoakan dirinya. Saya akan bilang bahwa ia tidak berjuang sendiri,” tegas Bakal Calon Gubernur NTT berusia 40 tahun itu.

Djahamouw menilai, kehadiran Laka Lena di sela-sela kesibukannya menunjukkan bahwa politisi Partai Golkar itu memiliki kepribadian sama seperti Ahok. “Ahok itu berpihak kepada rakyat kecil. Dan saya pikir pak Melki pun demikian. Pak Melki sekarang ini sibuk. Tapi ia masih mau hadir. Ini salah satu bukti,” ujar Djahamouw.

Djahamouw mengaku, saat ini sedang mencari pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil. Tokoh-tokoh muda, menurut dia, yang mempunyai kesempatan untuk mau menjadi pemimpin harus bersedia menjadi pelayan sama seperti Ahok.

“Jadi saya atas nama inisiator mengucapkan terima kasih kepada Pak Melki yang turut serta dalam aksi pembakaran lilin ini. Saya kaget pak Melki bisa datang,” ujar Djahamouw.

Perlu diketahui, Laka Lena pamit 15 menit di panitia Sayembara Ayo Bangun NTT setelah mendengar adanya aksi pembakaran lilin buat Ahok. Ia ke lokasi menggunakan sepeda motor dan menyumbang beberapa lilin untuk komunitas SADAR. (*/jdz)