Bangun Crossway di Ojang, Rafael Raga Alasan Tak Ada Uang

by -147 views

Maumere, mediantt.com – Dua sungai tanpa crossway yang membelah Dusun Lewomudat dan Dusun Kolit di Desa Ojang, Kecamatan Talibura, menjadi masalah besar bagi masyarakat di sana. Sayangnya, Rafael Raga, wakil rakyat dari daerah tersebut justeru menghadangnya. Dia beralasan daerah tidak punya uang untuk membangun crossway.

Ditemui usai apel Hardiknas di Lapangan Sepak Bola Waigete, Selasa (2/5), Rafael Raga yang juga Ketua DPRD Sikka dua periode itu mengatakan, ruas jalan dari Kolit ke Lewomudat dibuka pada 2009 karena di Lewomudat itu ada pemukiman translok. Kalau mau dibangun crossway, waktu itu saja nilai proyek sudah mencapai Rp 2 miliar lebih.

Wakil rakyat tiga periode ini menyebut, lebih mudah mengalokasikan anggaran untuk menghubungkan akses jalan dari Lewomudat ke Kajowain Desa Wailamung, dari pada membangun crossway yang menghubungkan Lewomudat dan Kolit.

“Yang paling dekat ini, yah kita harus menghubungkan Lewomudat ke Kajowain, lebih murah, dari pada Lewomudat ke Kolit, kita membangun jembatan lebih mahal dari pada buka jalan dari Kajowain menuju Lewomudat. Apalagi sekarang daerah ini tidak punya dana,” jelas Ketua Partai Golkar yang disebut-sebut akan maju sebagai bakal cawabup.

Untuk memberikan gambaran daerah ini tidak memiliki dana, Rafael Raga menggambarkan bagaimana daerah ini sedang membutuhkan uang Rp 40 miliar sebagai ganti rugi lahan dan tanaman milik rakyat untuk pembanguan Waduk Napunggete. Apalagi, pembangunan waduk sedang berjalan.

Pendapat Rafael Raga ini seolah menampar muka sendiri, karena justeru dia mengaku adanya dana Rp 35 miliar untuk alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Sikka. Ketika ditanya tentang anggaran pokir sebaiknya dialihkan untuk membangun akses jalan dan crossway di daerah-daerah terpencil, Rafael Raga justeru mengelaknya. Dia berlasan dana pokir itu adalah hasil pokok-pokok pikiran dari semua anggota DPRD Sikka di berbagai wilayah, sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk membangun akses jalan dan crossway di wilayah Tana Ai.

Dia menambahkan untuk tahun 2017 Kecamatan Talibura mendapatkan dana pagu indikatif kecamatan (PIK) sebesar Rp 4,8 miliar. Dana tersebut sudah dianggarkan untuk pembangunan jalan-jalan poros termasuk ruas jalan dari Talibura ke Nebe melalui Darat Pantai yang saat ini sedang dikerjakan melalui kegiatan tentara masuk desa.

Berbeda dengan Rafael Raga, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera justeru  menanggapi serius dan poisitip atas kendala yang dialami masyarakat di Lewomudat. Ansar Rera berencana menurunkan tim untuk melakukan kunjungan ke wilayah ini, agar merencanakan pembangunan infrastruktur sarana jalan yang ideal bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Nanti kita akan lihat dulu di lapangan, sehingga kita tahu model apa yang perlu kami tangani, apakah langsung (jembatan) permanen ataukah kita siasati dengan cara tradisional terlebih dahulu misalnya dengan jembatan sementara,” ungkap Ansar Rera.

Ansar Rera mengapresiasi informasi dari wartawan yang turun langsung melihat realitas pembangunan di daerah terpencil. Menurut dia, pemerintah punya kewajiban memberikan pelayanan pembangunan yang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat.

Soal anggran yang menurut Rafael Raga bahwa pemerintah tidak punya uang, Ansar Rera punya pendapat berbeda. Dia memgaku akan berjuang mendapatkan anggaran dari pusat, misalnya dari Kementerian Desa Tertinggal, untuk membuka isolasi di daerah-daerah terpencil.

“Kami akan berjuang, bahwa nanti sumbernya dari mana itu menjadi tugas kami. Bisa nanti kami berjuang melalui Kementerian Desa Tertinggal,” janji dia.

Akibat tidak ada crossway pada dua sungai itu, maka masyarakat terpaksa harus menyeberangi sungai untuk melakukan aktifitas mereka. Para pelajar, bidan desa, petugas medis, rohaniwan, dan juga masyarakat mendesak agar pemerintah memberikan perhatian serius atas akses jalan di sana. (vicky da gomez)

Ket Foto: Anak-anak sekolah dari Dusun Lewomudat Desa Ojang Kecamatan Talibura yang hendak bersekolah di SDN Kolit, terpaksa harus menyeberangi sungai karena tidak ada crossway.