Menjelajahi Kecantikan Pulau Adonara

by -330 views

Pulau cantik nan indah bagai surga ini memang belum terjamah. Tempat-tempat wisata di Pulau Adonara masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Komoditinya pun melimpah, sebagai sumber pendapatan utama Kabupaten Flores Timur.

SABTU, 23 April 2017. Rombongan kecil dari Ende Lio berwisata ke Pulau Romantis, Adonara, untuk memadukan dua tradisi berbeda dalam satu kesatuan adat istiadat. Putra Ende Lio, Athanasius S. Sangu, meminang tulang rusuknya, putri Desa Lamahelan, Nusa Tadon, Imelda Meriday Tienola Ubataka, yang akrab dengan sapaan Mery.

Perjalanan pun dimulai dari titik star di Panta Palo, Larantuka, Sabtu (23/4) sekitar pukul 05.30 Wita. Dengan perahu motor menyeberang ke Tanah Merah, cuma tiga menit pelayaran. Pelayaran yang sangat asik diantara dua pulau yang begitu indah, Adonara dan Flores bagian Timur, melewati arus Gonzalo yang terkenal garang. Tapi pagi itu, begitu teduh, seakan melintas diatas danau.

Di Tanah Merah, sudah menunggu pick up yang siap menghantar rombongan, menaklukan Pulau Adonara dari wilayah Barat melingkar di utara hingga ke bagian timur di wilayah Lamahelan. Ile Boleng menjadi simpul utama perjalanan tersebut. Sepanjang jalan mulai dari Tanah Merah, masuk ke Waiwadan, hingga Mangaleng, lalu ke Witihama, tampak pemandangan alam yang aduhai indah. Komoditi-komoditi unggulan, yang hanya ada di Adonara Barat, terhampar begitu saja sepanjang jalan.

Ada hutan kelapa yang berderet rapi, ada kopi, kemiri, kakao, jambu mente. Ada pula hamparan sawah meski tak seberapa luasnya, dan lainnya. “Wilayah Adonara Barat ini menjadi suplay komoditi utama untuk Flores Timur. Kalau Adonara mekar jadi kabupaten sendiri, maka Flotim akan kesulitan komoditi untuk peningkatan ekonomi dan PAD,” tutur Yanto, seorang pejabat Pemkab Flotim.

Di Adonara ini, sebut Yanto, wilayah yang paling subur adalah Adonara Barat. “Maka kalau Adonara mau jadi kabupaten sendiri, sebaiknya ibukotanya di wilayah barat, apakah itu Sagu, atau Waiwadan,” harap putra Sagu ini, yang sepanjang jalan menjadi pemandu (guide) bagi rombongan yang rata-rata baru pertama kali melintasi kaki Ile Boleng itu.

Menariknya, infrastuktur jalan terbilang bagus, meski di beberapa ruas masih rusak, berlubang. Tapi, rata-rata sudah diaspal hotmix. “Ini bantuan Pak Melki Mekeng ketika masih menjabat Ketua Banggar,” sebut Yanto. Alasan lainnya, karena Adonara adalah kampung halamannya Gubernur NTT Frans Lebu Raya, maka tidak heran kalau hampir seluruh ruas jalan di Adonara sudah diaspal, meski masih ada sejumlah titik rawan yang perlu perbaikan. “Jalur ini dulunya rusak parah, tapi karena memasuki kampungnya Pak Gubernur, maka jalan ini diaspal,” ujar Yanto.

Itulah kenyataan Adonara hari ini. Sudah banyak berubah. Satu yang tak berubah adalah tradisi belisnya; penghargaan laki-laki kalau menikahi putri-putri Adonara. Dan, hari itu, rombongan dari Ende Lio, yang dipimpin mosalaki junior Patris Sunda Sanggu, memasuki Desa Lamahelan, untuk meminang sedon Mery. Prosesi adat itu berjalan lancar dan berakhir dengan kesepakatan yang memuaskan, meski dinamikanya sedikit alot dan sempat bikin kerut kening. “Kalau kita sudah bicara soal hubungan keluarga yang tidak akan putus, maka kita sama, Lio juga demikian. Maka kita sepakat,” kata Patris.

Prosesi adat itu diakhiri dengan mengenakan busana adat Ende Lio kepada Mery sebagai pertanda sudah sah secara adat menjadi milik keluarga Lio, begitupun sebaliknya. Tahapan selanjutnya menunggu pengesahan melalui Sakramen Perkawinan di gereja. Pembicaraan adat ini pun tuntas dengan tumpahan darah kambing dan babi yang disembeli di depan rumah, sebagai wujud terima kasih atas restu leluhur dan Lewotana.

Sekitar pukul 12.10 Wita, rombongan pun pamit dari Lamahelan dan kembali melewati jalur tengah (Lamahelan-Waiwerang-Lite) menuju Tobilota, selanjutnya berlayar dengan  perahu motor ke Larantuka pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

“Ini perjalanan yang melelahkan, namun asik karena bisa berkeliling Adonara hanya dalam satu hari. Apalagi pelayaran di dini hari dengan laut yang tenang, ditambah pemandangan Kota Larantuka yang eksotis di kaki Ile Mandiri, seperti memandang Singapura dari Kota Medan,” kata Ibu Yana Diaz, disambar gelak tawa tim yang sudah kelelahan tapi menjadi bugar pada subuh yang teduh itu. Ah….

***

Dari obrolan dengan putra Deri, Yos Patibean dan tokoh-tokoh masyarakat di Deri dan Lamahelan, terungkap kalau Adonara punya banyak obyek wisata yang belum terjama. Salah satunya adalah Pantai Watu Tena, yang memiliki hamparan pasir putih bersih dan berkilau dengan air lautnya yang biru, dtambah gumpalan batu magma yang menghiasi bibir pantai.

Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Ile Beleng ini jauh dari kesan ramai. Di pantai ini tidak dijumpai tempat souvenir, cafe atau hotel berbintang seperti di Pulau Bali. Namun keindahan pantai dengan pasir putih dan bebatuan magma di sepanjang garis pantai adalah souvenir terindah yang akan terpatri abadi dalam memori wisatawan.

Selain itu, dengan airnya yang sangat jernih dan biru kehijauan serta pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan aneka ikan warna warni, menjadikan pantai ini menjadi tempat terbaik untuk melakukan aktivitas diving dan snorkeling. Alam Pegunungan Ile Boleng dan Pantai Watu Tena  yang masih sangat alami dan belum terjamah ini, melengkapi kecantikan Adonara.

Seperti disaksikan mediantt.com, daerah Ile Boleng memiliki pemandangan alam pegunungan nan indah dengan lekukan-lekukan punggungan lava yang hijau di kaki gunung sebelah timur serta sebelah selatannya berbatasan langsung dengan Pantai Laut Sawu.

Di sini juga ada sebuah kawah di Puncak Gunung Ile Boleng. Pengunjung juga dapat melakukan aktivitas pendakian (hiking) dari Kampung Lamahelan Bawah atau melalui  Kampung Lambayung untuk ke Puncak Gunung Ile Boleng setinggi 1.659 mdpl.

Pariwisata di Pulau Adonara memang belum berkembang dan diolah secara profesional. Namun di tempat ini Anda akan merasakan dan menikmati keindahan alam dengan pesona yang benar-benar masih sangat alami.

Pulau Adonara menawarkan liburan buat Anda untuk menjelajahi keindahan alam pegunungan serta wisata pantai yang sangat mempesona. Namun walaupun belum terjamah secara profesional, Pulau Adonara banyak dikunjungi oleh wisatawan usai menyaksikan Semana Santa di Larantuka, dan sebelum pergi ke desa pemburuan Ikan Paus di Lamalera, Lembata.

Dengan luas pulau sekitar 509 kilometer persegi, Pulau yang dibatasi oleh Laut Flores disebelah utara dan Selat Lowotobi dibagian barat, Anda dapat menikmati banyak pantai di pulau ini dalam waktu yang singkat.

Di Adonara Anda juga akan disambut keramah-tamahan penduduk lokal dari desa-desa nan cantik dan makmur, tempat wisata yang bersih dan alami yang tertata secara tradisional.  (jdz)

Ket Foto : Suasana pembicaraan adat antara keluarga Ende Lio dan Lamahelan, Sabtu (22/4). Perpaduan dua budaya yang bebeda.