Lawan Politik Uang di Pilgub, MDT Dukung Melki Cagub NTT 2018

by -83 views

Wetebula, mediantt.com – GebyarSayembara Ayo Bangun NTT” yang diinisiasi Yayasan Tunas Muda Indonesia, pimpinan E. Melki Laka Lena, telah sukses digelar di Sumba Tengah, Senin (24/4). Dan, Selasa (25/4), dilanjutkan di Sumba Barat Daya, bertempat di Resto & Café Roo Luwa 2.

Dilaporkan, dari judul utama “Sayembara Ayo Bangun NTT, dikerucutkan dengan fokus pada tema sensitif, “Lawan Politik Uang, Suku dan Agama di Pilgub NTT 2018”, sekaligus menjadi thema Dialog Terbuka, yang menghadirkan sejumlah stakeholder strategis di wilayah itu, seperti mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Sumba Barat Daya.

Sayembara ini diawali dengan lomba debat yang diikuti 10 kelompok, dan paduan suara yang mempertandingkan 4 kelompok.

Tema debat yang diperlombakan adalah “Laut sebagai masa depan penggerak ekonomi, sektor pertanian sebagai penggerak sosial ekonomi masyarakat, dan wirausaha sebagai penggerak ekonomi sosial masyarakat”.

Dalam sesi debat, peserta dibagi dalam dua tim; pro dan kontra. Mereka saling berargumen mempertahankan ide dan gagasan untuk keluar menjadi juara dan mewaliki kabupaten Sumba Barat Daya pada final di Kupang, bulan Mei nanti.

Panitia mendesain debat dalam suasana santai, di mana seluruh peserta diberi kesempatan memaparkan gagasan dan persoalan yang selama ini terjadi, baik di NTT dan khususnya di Sumba Barat Daya. Ini menjadi arena menjaring aspirasi dan pesan, juga saran kepada E Melkiades Laka Lena ketika dicalonkan jadi gubernur NTT tahun 2018.

Hasil lomba debat dan paduan suara pada sayembara di Sumba Barat Daya ini, adalah, Juara I paduan suara dari kelompok OMK Katedral Roh Kudus Wetebula, Juara II kelompok Alfokor, dan juara III kelompok Rarakombers.

Sementara debat, Juara I Mahasiswa Transfer B, Juara II dari kelompok Marapu, dan Juara III mahasiswa FKM Undana 3.

Dialog Publik

Dalam sesi tanya jawab dari Dialog Publik, Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Sumba Barat Daya, Ramahdan Ba’ayu berpendapat, bangsa Indonesia adalah negara yang beragama bukan negara agama. Khusus di NTT, kata dia, dalam proses pembangunan juga harus beragam.

“Artinya harus menjawab semua kebutuhan masyarakat NTT, bukan kelompok masyarakat tertentu atau daerah tertentu. Jadi kita sangat mengharapkan pemimpin yang bisa mengerti hal ini dan punya komitmen dengan tujuannya bahwa menjadi pemimpin itu harus mendengar dan melihat semua persoalan, bekerja sama pemimpin dan orang yang dipimpin,” tegas Ramadhan.

Ia juga mengingatkan, “Tentu pemimpin yang kita harapkan adalah pemimpin yang mampu merasa dan merasa mampu. Langkah atau niat yang dilakukan bapak Melki Laka Lena melalui Sayembara ini patut diapresiasi, karena melalui kegiatan ini bapak Melki langsung berdialog dan mendengar masukan dari semua masyarakat di NTT”.

Ketua PPP Sumba Barat Daya, Arifin Ibrahim, menuturkan, “Spirit politisi anak muda harus diangkat. Kita butuh pemimpin yang totalitas, baik dalam komunikasi, berinteraksi, dan berjiwa sosial tinggi”.

Sementara tokoh muda, Fransiskus Ulu Lady, mengatakan, sebagai orang muda tentu mendukung orang muda. Sebab, NTT punya banyak persoalan, apalagi terkategori  daerah termiskin ketiga di Indonesia. “Kita membutuhkan pemimpin yang semangat dan punya gagasan untuk merubah daerah ini lebih baik. Dan sosok itu ada di Melkiades Laka Lena,” tegas Fredy.

Aktifis GMNI Cabang SBD, Aqueen, mendukung Melk Laka Lena dengan pesan heroik Bung Karno, “Berikan aku 1000 orang tua, maka akan kucabut gunung Semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda, akan kugoncangkan dunia”.

Ia juga menyorot soal peran perempuan, bahwa realita saat ini kaum perempuan disepelehkan. “Tidak ada ruang bagi kaum perempuan sehingga kami berharap ada pemimpin yang bisa membuka ruang bagi kami kaum perempuan untuk tampil dan mengatakan pada semua bahwa kami perempuan juga bisa,” tegas Aqueen.

Lede Anamesa, tokoh adat Sumba Barat Daya, berpesan kepada Melki agar jika (nanti) sudah terpilih menjadi Gubernur NTT, jangan hanya duduk saja di kursi, tetapi teruslah turun ke masyarakat agar keputusan dan kebijakan terhadap masyarakat tepat sesuai dengan kondisi di masyarakat.

MDT dukung Melki Cagub

Yang menarik, Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, yang lebih popular dengan sapaan MDT, yang hadir juga dalam Dialog Publik di Resto & Café Roo Luwa 2, menyatakan mendukung penuh Melki Laka Lena menjadi Gubernur NTT periode 2018-2023.

“Menurut saya, Melki Laka Lena sebagai figur muda yang punya mimpi dan ide besar untuk membangun NTT. Ia punya  pengalaman, baik dalam bidang politik maupun jaringan pusat yang cukup luar biasa, sehingga layak memimpin NTT,” kata MDT.

Ia juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Melki Laka Lena di berbagai daerah, sekaligus mensosialisasikan dirinya dan menyerap aspirasi masyarakat NTT sebagai bekal untuk membangun NTT. “Saya himbau semua masyarakat SBD untuk mendukung Melkiades Laka Lena maju dalam Pilgub NTT tahun 2018,” tegas MDT. (*/jdz)

Ket Foto : Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu memberi peneguhan kepada Cagub NTT Melkianus Laka Lena.