Dinas Pertanian Lembata Kembangkan Nenas Labanobol

by -168 views

Lewoleba, mediantt.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata menggagas terobosan baru agar ada komoditi baru yang menjadi primadona. Salah satunya adalah merangsang Nenas Labanobol agar bisa berbunga dan berbuah di luar musim. Konsekuensinya, nenas ini menjadi primadona Lembata yang harus ditangani secara serius.

“Harmonisasi ini menjadi solusi untuk membuat nenas selalu tersedia dengan kualitas bagus dan harga yang layak sehingga dapat menguntungkan petani yakni dengan melakukan hormon erthel. Caranya, merangsang nenas ini untuk bisa berbunga dan berbah di luar musim,” kata Sekretaris Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Petrus Kanisius Tuaq kepada mediantt.com di Lewoleba, Rabu (12/4).

Menurut Kanis, hormonisasi ini dilakukan agar nenas dapat berbunga dan berbuah di luar musim. Meskipun teknologi budidaya dengan metode hormonisasi ini belum cukup dikenal luas, namun ia yakin bersama para penyuluh akan berhasil memperkenalkan metode ini secara tepat dan efisien agar dapat diterima petani secara baik untuk dilaksanakan. “Dengan begitu harapan ke depan dapat kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, gerakan hormonisasi ini tidak hanya untuk merangsang pembuahan, namun dinas juga tengah mempersiapkan langkah pengolahan hingga upaya memfasilitasi pasar.

Hormonisasi ini, sebut dia, dilakukan dengan perkiraan akan menghasilkan 20.000 buah atau kurang lebih 14 ton saat panen. Dan, “Untuk memenuhi target itu pihak dinas membuat pembagian kuota per bulan hingga Desember pada empat lokasi di empat kecamatan yakni Nubatukan, Atadei, Nagawutung, dan Lebatukan,” jelas dia.

Ia menambahkan, masyarakat berharap langkah yang telah dimulai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata ini bisa menjadi motivasi bagi semua pihak agar ke depan Nenas Labanobol bisa menjadi salah satu produk unggulan Lembata.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan wawasan agribisnis petani sehingga nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani,” katanya. (steny)