Petani Bertukar Inovasi dan Teknologi di Peda-Penas 2017

by -149 views

Kupang, mediantt.com – Asisten II Setda Provinsi NTT, Alexander Sena, mengatakan, sebanyak 1.101 patani nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang dipersiapkan untuk mengikuti pekan daerah (Peda) di Kabupaten Nagekeo, dan Pekan Nasional (Penas) ke-XV tahun 2017 di Banda Aceh. Di ajang ini, petani diharapkan bertukar gagasan, inovasi dan teknologi untuk pengembangan sektor pertanian.

Kepada wartawan di Kupang, Senin (10/4), Alex Ena mengatakan, petani nelayan yang dilibatkan itu terdiri dari, 618 orang akan mengikuti Peda di Kabupaten Nagekeo pada 19-22 April dan 483 orang untuk Penas di Banda Aceh, 6-11 Mei 2017.

Menurutnya, Peda-Penas sebagai event tiga atau empat tahunan sejak dideklarasikan tahun 1971 itu penting untuk memotivasi dan menggairahkan petani nelayan dan petani hutan maupun masyarakat agribisnis agar terus produktif dan berdaya saing.

Ia juga mengatakan, kegiatan tersebut akan mempertemuan para petani dari bebagai kabupaten (PEDA) maupun dari berbagai provinsi (Penas) sehingga dapat saling bertukar gagasan, dan inovasi teknologi untuk pengembangan sektor pertanian.

“Para petani-nelayan bisa saling belajar, bertukar pengalaman, keterampilan, penguasaan teknologi, dan pemasaran prodkusi agribisnisnya,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, akan tercipta keakraban dan dapat merangsang tumbuhnya jiwa wirausaha petani nelayan dan petani hutan dalam pembangunan sektor pertanian yang ramah lingkungan.

Apalagi, kegiatan tersebut dihadiri pula tokoh-tokoh petani nelayan, petani hutan, kontaktani nelayan, para petani nelayan dan petani hutan yang berhasil.

“Ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siapa saja dalam rangka menggerakan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan di tingkat petani nelayan dan petani hutan,” katanya.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong pengembangan sektor pertanian di provinsi kepulauan itu dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, pelatihan, dan bantuan alat mesin pertanian yang didukung dengan alokasi benih, pupuk setiap tahunnya.

Untuk itu, kegiatan pemberdayaan seperti PEDA-PENAS perlu terus digalakkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang dimulai dari petani di daerah-daerah.

Dia menambahkan, pelaksanaan PEDA juga sekaligus merupakan ajang persiapan bagi petani-nelayan di daerah untuk berpresasi untuk mengikuti PENAS di tingkat nasional. (antara/asis)

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian NTT, Anis Tay Ruba, yang juga Ketua Penyelenggara Peda Penas XV 2017, menjelaskan, lima aspek penunjang, yakni manusia, petani dan nelayan diupayakan peningkatan ketrampilan dan sikap; mesin menjadi segala prasarana alat pertanian menjadi perhatian pemerintah; biaya/anggaran, dilakukan bersama antara investor dan pemerintah; material, benih,pupuk dan obat-obatan; dan metode/cara, pembagian grup temu sukses, kelompok usaha/mitra. (rony)

Ket Foto : Asisten II Setda NTT didampingi Kadis Pertanian NTT dan Karo Humas NTT saat menggelar jumpa pers di Dinas Pertanian NTT, Senin (10/4).