KUPANG – Alat pemroduksi kangen water atau air dengan pH basa bikinan Enagic USA Inc sedang laris di Indonesia, dan sudah merambah hingga ke Kupang, NTT. Menurut Sukoco, distributor Kangen Water Indonesia dari Purwokerto, sejak diperkenalkan tiga tahun lalu, peminat mesin kangen water melonjak. Permintaannya hingga 400 mesin tiap bulan. Padahal harganya tidak murah, Rp 24,5-70 juta per unit.

Saat menjadi narasumber di Kupang, Sabtu (8/4) atas sponsor Rahmat di Kupang, ia menjelaskan, satu menit, alat itu bisa memproses 2 liter air. “Air ini bukan obat,” katanya, sembari memperagakan kangen water ini kepada sekitar 100 lebih undagan yang hadir mendengar penjelasan soak kangen water ini.

Namun, toh alat itu sudah telanjur dipopulerkan sebagai “mata air ajaib”. Air yang keluar darinya diklaim bisa membuat peminumnya tidur lebih nyenyak, energinya meningkat, dan racun enyah dari tubuhnya. Mereka yang tidak mampu memiliki alatnya bisa membeli air kangen karena banyak pemilik alat yang menjual airnya.

Menurut dia, kangen water bukan berarti air rindu. Kangen berasal dari bahasa Jepang yang berarti era baru. Pada 1965, ketika ekonomi Jepang sedang meroket dan penduduknya tergila-gila pada kesehatan, pemerintah negeri itu memulai penelitian untuk mencari air berkhasiat. Pada 1980-an, Departemen Kesehatan Jepang mengumumkan hasil penelitian bahwa air dengan ion atau air alkali memberikan manfaat begitu besar pada kesehatan.

Dengan sifat yang sudah menjadi basa, air kangen dengan perlahan menggantikan cairan tubuh yang terlalu asam. Tubuh bersifat asam karena pola makan dan gaya hidup. Nah, air kangen sendiri dapat memperlambat proses penuaan sel tubuh, mencegah terjadinya kerusakan gigi dan tulang. Air alkali juga diklaim akan menetralkan tingkat keasaman (pH) darah sehingga menormalkan aliran darah, lebih efektif untuk masuk ke dalam sel tubuh dan lebih cepat menghidrasi tubuh.

Saat itu juga diserahkan dua alat mesin kepada anggota yang telah memenuhi syarat sesai yang ditentukan. (*/jdz) 

Ket Foto : Penyerahan dua mesin kangen water kepada anggota di Kupang oleh Bapak Rahmat.