Puluhan Hektare Sawah di Sikka Rusak Diterjang Bandang

by -129 views

Maumere, mediantt.com – Banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Sikka, Sabtu (1/4), tidak saja berakibat longsor, jembatan putus, dan rumah warga terendam air. Di Kecamatan Mego, puluhan hektare sawah di lima desa rusak parah diterjang banjir bandang.

Banjir bandang ini akibat meluapnya Kali Wajo menyusul hujan deras di wilayah itu sejak Sabtu (1/4) malam. Akibatnya puluhan hektare sawah yang berada di sepanjang bantaran kali ini rusak total direndam banjir. Sawah-sawah masyarakat petani itu terletak di Desa Napugera, Parabubu, Wolodhesa, Bhera, dan Dobo.

Kerusakan ini boleh dibilang terparah sepanjang bencana yang melanda Mego beberapa tahun terakhir. Para petani pun terancam gagal panen, dan bisa saja kondisinya berubah menjadi fuso. Mereka pun berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan tanggap darurat dan melaksanakan normalisasi daerah aliran sungai.

Yohanes Brechmans, salah seorang petani mengaku sudah punya firasat akan terjadi bencana ketika hujan deras melanda Mego dan sekitarnya. Dan benar saja,  pada Minggu (2/4), sekitar pukul 07.00 Wita dia melihat luapan air dari Kali Wajo telah menerjang puluhan hektare sawah di sepanjang bantaran kali.

“Tidak seperti biasanya, malam itu huan deras sekali. Saya filing pasti Kali Wajo meluap. Dan benar, pagi-pagi bangun saya lihat padi dan sawah sudah terendam banjir. Ini kerusakan paling parah sudah, kami bisa teracam kelaparan karena gagal panen dan gagal tanam,” cerita dia.

Camat Mego Verdinandus Lepe yang dihubungi per telepon selular, Senin (3/4) mengatakan, luapan banjir dari Kali Wajo yang mengakibatkan puluhan hektare sawah rusak diduga akibat tidak adanya penataan daerah aliran sungai. Dia mengusulkan pemerintah untuk segera melakukan normalisasi daerah aliran sungai.

Mengatasi kerusakan puluhan hektare padi dan sawah di lima desa ini, Verdinandus Lepe mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala desa untuk segera melaporkan informasi kerusakan. Dia berharap para kepala desa secepat mungkin memberikan informasi, sehingga kecamatan bisa langsung melaporkan kepada instansi teknis.

“Secara lisan saya sudah menginformasikan ke Badan Penaggulangan Benca Daerah (BPBD). Sementara ini saya masih menunggu laporan riil dari para kepala desa. Saya berharap BPBD segera menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga korban bencana,” ujar dia.

Dua hari pasca kerusakan belum ada seorang pejabat pemerintah dari tingkat kabupaten yang mengunjungi daerah bencana. Kecuali pejabat di tingkat pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan yang langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan data dan informasi.

Lambannya penanganan tanggap darurat ini, selain karena belum adanya laporan resmi dari kecamatan, bisa jadi juga karena cukup banyak wilayah di Kabupaten Sikka yang mengalami bencana akibat banjir bandang. (vicky da gomez)

Ket Foto: Puluhan hektare sawah di lima desa di Kecamatan Mego rusak diterjang banjir bandang, warga masyarakat pun terancam kelaparan.