Kopdit Ankara ‘Digoyang’ Pihak Luar Karena Persaingan Bisnis

by -148 views

Lewoleba, mediantt.com – Kisruh di tubuh Kopdit Ankara belum selesai. Masih ada rebut-ribut yang belum terselesaikan. Informasi teraktual, Kopdit terbesar di Lembata ini sedang diobok-obok pihak luar, hanya gara-gara persaingan bisnis, terutama bisnis komoditi.

Hal ini diungkapkan Pius Suban Raya, salah satu Dewan Pimpinan Kopdit Ankara, dalam rapat anggota khusus, di Aula Ankara, Senin (27/3/2017).

Menurut Suban Raya, ada sinyal yang menunjukkan bahwa pihak luar yang merasa tersaingi berusaha menghancurkan Kopdit Ankara. Ia menyebutkan, para pengusaha yang selama ini bermain di komoditi merasa disaingi ketika Kopdit Ankara ikut andil menstabilkan harga komoditi dengan terjun langsung membeli komoditi masyarakat.

“Peran Ankara inilah yang membuat para pengusaha yang selama ini mendominasi perdagangan komoditi cukup terganggu dan saya merasa ada upaya yang dimainkan untuk menciptakan kerusuhan di koperasi kita ini,” kata Suban Raya, dan mengaku dewan pimpinan tidak pernah bicara soal menggunakan jasa pengacara, karena itu menjadi tangungjawab Stanis Kabesa, Benediktus Beda Asan, Karolus Tue Ledjab dan Benediktus Seran.

Ia juga menjelaskan mengapa Frans Nurani, mantan manager,  memarahi Stanis Kebesa dan Ben Beda Asan. “Stanis itu saat kami rapat soal pengunduran diri manager cabang Atadei, Apol Maing, semua tim dewan dan manajemen duduk bersama tapi ketika Frans Nurani diberi kesempatan bicara, Stanis selalu berusaha memotong pembicaraannya. Karena itulah kenapa dia marah. Sementara soal Ben Beda Asan ketika itu ada informasi diluar tentang general manager, sehingga kami dewan pimpinan mengundang general manager untuk klarifikasi. Tapi yang terjadi, Beda Asan malah membuat kriteria pelanggaran dengan sanksi yang akan diberikan, padahal belum dilakukan klarifikasi,” ungkap Suban Raya.

Ia juga membeberkan, tahun 2013, Ankara mengalami likuditas karena banyak anggota menarik uang tunai sehingga Frans Nurani mengambil langkah kerjasama dengan LKM Breun untuk mengatasi likuiditas. “Saat itu Pak Frans buat perjanjian dan saya yang tanda tangan, jadi tidak benar kalau dibilang kerjasama itu tanpa persetujuan dewan pimpinan, termasuk kerjasama dengan Plan Internasional untuk tabungan 9000 anak. Tapi itu dituding membangun kerjasama tanpa persetujuan dewan pimpinan,” terang Suban Raya, dan mengingatkan bahwa semua berusaha menyelamatkan Kopdit Ankara agar jangan sampai niat pihak luar menang.

Imran, salah satu utusan dari Cabang Adonara, mengatakan, misi utama koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota, bukan lembaga politik. Ia merasa aneh kalau ada anggota lain sampai mencari dukun untuk guna-guna pengurus. “Ke depan kami harap Ankra tidk terlibat urus poklitik,” katanya.

Anggota Dewan Pimpinan lainnya, Sarlota Wahon, berpendapat, apa yang dilakukan teman-teman lain itu bukan karena faktor teknis. Ia menggambarkan beberapa hal yang selama ini menjadi sorotan seperti, pinjaman ratusan juta di cabang Wulandoni namun ketika dipanggil untuk dibina, managemen disalahkan. “Ada juga pemotogan gaji karyawan karena kinerja yang tidak maksimal,” ujarnya.

Albertus Boro yang juga anggota Dewan Pengurus mengatakan, beda pendapat itu biasa dan wajar namun menjadi masalah ketika sudah tidak saling mendengarkan. “Memang ada kekeliruan yang dilakukan oleh empat dewan pimpinan yang lain,” katanya.

Frans Nurani mantan General Manager, dalam rapat yang dipimpin Sintus Lewerang, Benediktus Bedil dan Aloysius Urbnus Uri Murin itu, mengatakan, “Saya dipecat dalam forum luar biasa seolah-olah saya tidak punya andil terhadap koperasi ini. Saya dituding dengan berbagai hal tapi itu lebih pada penilaian yang bersifat subyektif,” katanya. (steny l)

Ket Foto : Salah satu kegitan yang dilakukan managemen Kopdit Ankara kepada anggota dan pengurusnya, beberapa waktu lalu.