AKTRIS, presenter, sekaligus bintang sinetron Karina Nadila Niab, 24, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang pemilihan Putri Indonesia 2017. Pemilihan daerah itu tidak semata-mata keinginan pribadi. Karina memilih NTT karena sang ayah berasal dari provinsi tersebut.

“Saya fokus pada edukasi untuk anak-anak dan antihuman trafficking. Pendidikan yang sangat tertinggal membuat mereka miskin sehingga mudah diiming-imingi uang dengan jumlah relatif, misalnya Rp1 juta, mereka bisa menyerahkan anaknya pada kita,” kata Karina saat berkunjung ke Media Indonesia, beberapa saat lalu.

Dia kemudian bercerita panjang tentang NTT, tempat dirinya berkesempatan berkunjung dalam durasi waktu yang panjang pada Februari 2017. Banyak hal positif dibagikannya, termasuk pengalaman pribadi, temuan-temuan uniknya dan keindahan alam.

“Saya punya banyak cerita yang tidak akan habis tentang NTT. Provinsi ini salah satu tempat dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Itu yang paling membuat saya bangga,” ucapnya. Dia mencontohkan kebiasaan penduduk NTT tentang berbagi.

“Mereka akan memberi tamu apa yang mereka punya. Sejauh mereka punya gula, Anda tidak akan minum teh tawar. Prinsip mereka apa yang kami punya itu yang akan kami berikan. Mereka bisa tidak makan ayam atau daging ternak lainnya, tetapi ketika Anda datang, itulah yang diberikan.”

1.000 guru
Ada juga pengalaman tak terlupakan saat Karina bergabung dengan komunitas peduli pendidikan pedalaman dan perbatasan Indonesia bernama 1.000 guru yang didirikan Jemi Ngadiono. “Saat itu saya ke area pedalaman di Oeki, Kolbano. Bertemu dengan anak-anak yang tidak pernah kehilangan semangat belajar,” kisah bintang Pizza Man itu. Di sana, meski dirina takjub dengan semangat anak-anak yang mesti mendaki lebih dari 1 kilometer untuk ke sekolah, ada kenyataan lain yang dia temui, yakni betapa anak-anak di sana memiliki pengetahuan yang terbatas.

“Bisa dibayangkan mereka bahkan tidak tahu tinggal di Indonesia. Pengetahuan tentang lokasi sejauh yang mereka tahu hanyalah kampung halaman,” jelasnya. Tidak hanya dalam hal pengetahuan, akses informasi yang terbatas menurutnya juga membuat penduduk di sana tidak memiliki mimpi. “Listrik dan sinyal tidak ada, otomatis tidak ada televisi dan internet. Pengetahuan visual mereka sangat terbatas. Bayangan cita-cita menjadi polisi saja sudah paling hebat, tidak seperti anak-anak kota yang punya cita-cita menjadi pilot atau astronaut meski itu bisa saja asal bunyi,” cemas Karina.

Karena itulah, kata dia, dalam masa persiapan pemilihan Putri Indonesia 2017 dengan segala kegiatannya, ia merasa sangat bersyukur kepada Yayasan Putri Indonesia dan Mustika Ratu atas kesempatan tersebut. Dia yang menyebut NTT sebagai provinsi dengan 1.001 keajaiban juga meluapkan kekaguman.

“Karena banyak sekali hal di dunia ini hanya NTT yang memiliki, contohnya komodo, pink beach, dan danau Kelimutu. Belum lagi Alor yang punya ombak unik. Peselancar hebat pun belum tentu bisa menaklukkannya,” kata bintang web series Crazy Girlfriend itu. (miol/jk)