Batal terbang, Puluhan Penumpang Kecam Manajemen Lion Air

by -145 views

Maumere, mediantt.com – Puluhan penumpang mengecam pelayanan manajemen Lion Air Maumere. Mereka batal berangkat dari Bandara Frans Seda menuju Bandara El Tari Kupang, Minggu (19/3), akibat tidak jelasnya informasi dari maskapai tersebut.

Seperti disaksikan media ini, 72 penumpang sedang sibuk mengambil barang-barang bawaan mereka dari counter Lion Air. Barang-barang tersebut terpaksa dikasih turun petugas, menyusul informasi Lion Air mengalami kerusakan teknis. Setelah barang-barang diambil kembali, ada informasi lagi dari petugas bahwa pesawat siap diberangkatkan.

Tidak adanya informasi yang jelas membuat para penumpang kecewa. Mereka pun menuntut agar pilot Lion Air datang menemui penumpang dan menyampaikan informasi pasti. Apalagi sebelumnya dikabarkan Lion Air tidak jadi berangkat akibat kerusakan pada baling-baling.

Godlif Lolan, penumpang tujuan Kupang mengatakan, awalnya 72 penumpang dipersilakan naik ke dalam pesawat. Belum sampai 15 menit, pihak maskapai meminta semua penumpang turun karena ada kerusakan teknis. Penumpang diminta menunggu selama 30 menit. Para penumpang pun turun tanpa membawa barang-barang kabin.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit, barang-barang penumpang yang masih di atas pesawat dikasih turun. Petugas menginformasikan bahwa pesawat hanya bisa memberangkatkan 31 penumpang dengan satu baling-baling saja. Penumpang yang bersedia berangkat diminta berkoordinasi dengan petugas di counter Lion Air. Tidak lama kemudian, petugas menginformasikan semua penumpang bisa diberangkatkan.

Pegawai Undana Kupang ini kecewa sekali dengan informasi yang tidak jelas dari Lion Air. Dia sempat melakukan protes kepada petugas Lion Air yang ada di situ, dan mengingatkan manajemen Lion Air agar tidak main-main dengan nyawa manusia.

“Informasi tidak jelas, tadi suruh kami turun karena ada kerusakan teknis, terus kasih turun semua kami punya barang, nah sekarang kami sudah ambil semua barang kasih info lagi bilang pesawat bisa berangkat, panggil itu pilot datang kasih info yang jelas,” ujar Godlif.

Godlief bersama kurang lebih 10 dosen dan staf Undana akhirnya memilih tidak berangkat. Mereka mengaku tidak mau dipermainkan dengan informasi yang tidak jelas dari Lion Air. Sementara penanggungjawab Lion Air sendiri sedang tidak berada di tempat.

Penumpang lain, Robertus Ray, juga akhirnya memilih batal berangkat. Dia pun ragu-ragu dengan informasi yang tidak jelas dari Lion Air. Kata dia, karena awalnya masalah kerusakan teknis pada pesawat yakni baling-baling, maka idealnya mesti ada pula informasi yang bertanggungjawab tentang perkembangan kerusakan teknis tersebut.

“Mereka hanya menyampaikan informasi lisan kepada penumpang yang bertanya. Tidak ada informasi resmi. Ini yang membuat saya juga ragu-ragu mau berangkat,” jelas Pelaksana Tugas Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Sikka ini.

Kekecewaan Godlief Lolan makin bertambah karena saat disuruh tunggu setengah jam, para penumpang dilayani 1 dos buah Vita dan Biskuat. Dia menyesalkan pelayanan manajemen Lion Air yang menganggap penumpang layaknya seperti anak-anak kecil.

Lion Air yang beangkat dari Maumere tujuan Kupang dijadwalkan terbang pukul 14.00 Wita. Seperti biasa para penumpang sudah melapor diri satu jam sebelumnya. Pesawat tersebut baru berangkat pukul 17.38 Wita. Saat berangkat dua buah buah baling-baling berfungsi normal. (vicky da gomez)

Ket Foto: Sejumlah penumpang Lion Air tujuan Kupang, Minggu (19/3), mengkonfirmasi kejelasan keberangkatan pesawat tersebut karena sebelumnya diinformasikan baling-baling pesawat tersebut bermasalah.